Jaksa Agung Incar Kepala Daerah Papua yang Diduga Korupsi

Laban Laisila, Erick Tanjung

Rabu, 19 Agustus 2015 | 13:13 WIB
Jaksa Agung Incar Kepala Daerah Papua yang Diduga Korupsi
Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta. (18/8). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kejaksaan Agung akan mengkaji dugaan korupsi pengelolaan anggaran negara kepada sejumlah Pemerintah Daerah di Papua yang telah dikucurkan pemerintah lebih dari Rp37 triliun.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengungkapkan kecurigaan kalau dana puluhan triliun yang ditargetkan untuk peningkatan ksejahteraan warga Papua tidak jelas penggunaannya dan terindikasi dikorup pejabat setempat.

"Itu perlu dicermati dulu. Yang pasti melalui Menko Polhukam (Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan) akan dilakukan tindakan tegas dan kami harus bersikap," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Rabu (19/8/2015).

‎Dia mengingatkan, Kepala Daerah harus fokus menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara negara untuk melayani kepentingan masyarakat. Bagi Kepala Daerah yang tidak menunaikan tugasnya harus di tindak dan dijatuhi sanksi.

"Kewajiban Kepala Daerah harus berada di daerahnya dan tidak boleh menginggalkan tempat.‎ Dari hal itu bisa dinilai (kepala daerah yang keluyuran di luar). Paling tidak harus diberi peringatan, setelah itu ditindak dengan tegas," ujarnya.

Kejaksaan telah membentuk Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan ‎Pemerintah Pusat (TP4P) dan Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) terkait dengan dana Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD)‎.

"Korupsi sudah menggurita dimana-mana, maka kami ingin mencegah itu supaya tidak terjadi lagi," tandasnya.

‎Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mencurigai penggunaan dan pengelolaan dana negara oleh pejabat daerah khususnya di Papua.

"Kami tidak sepakat dibilang menelantarkan Papua. Pemerintah bahkan telah mengucurkan Rp37 triliun lebih ke Papua, tidak jelas dananya kemana," kata Luhut di kantornya, Selasa (18/8/2015) malam.

Menurutnya, Pemerintah telah memberikan perhatian lebih untuk Papua. Namun pejabat daerah di sana, dalam hal ini Bupati daerah setempat justru lebih banyak keluyuran ke Jakarta, dan jarang berada di daerahnya.

"Jangan menyalahkan Pemerintah (pusat), justru pejabat daerah di sana sering meninggalkan pos-pos daerahnya, dan malah lebih banyak bermain di Jakarta," ujarnya.

Karena banyak pejabat daerah di Papua yang meninggalkan tugasnya dan keluyuran di Jakarta, Luhut telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk membuat kebijakan dan menjatuhkan sanksi terhadap mereka yang abai dalam dinas.

 Para Bupati tersebut yang terbukti melanggar aturan juga akan ditindak tegas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

500 Ribu Biskuit Dikirim Ke Papua dan Papua Barat

500 Ribu Biskuit Dikirim Ke Papua dan Papua Barat

News | Minggu, 02 Agustus 2015 | 02:00 WIB

Polri Pertimbangkan Usulan Selesaikan Kasus Tolikara Lewat Adat

Polri Pertimbangkan Usulan Selesaikan Kasus Tolikara Lewat Adat

News | Jum'at, 31 Juli 2015 | 13:17 WIB

Papua Wilayah Khas, Ini Pesan Kapolri Pada Kapolda Baru

Papua Wilayah Khas, Ini Pesan Kapolri Pada Kapolda Baru

News | Jum'at, 31 Juli 2015 | 11:13 WIB

BPBD: Kerusakan Gempa Membramo Raya Tak Parah

BPBD: Kerusakan Gempa Membramo Raya Tak Parah

News | Selasa, 28 Juli 2015 | 22:56 WIB

Terkini

Pesan Terakhir Bobotoh Persib 16 Tahun Sebelum Tewas: 'Berangkat ya, Van'

Pesan Terakhir Bobotoh Persib 16 Tahun Sebelum Tewas: 'Berangkat ya, Van'

Bogor | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:26 WIB

SPBU di Sergai Curangi Konsumen dengan Kurangi Takaran BBM, 2 Orang Ditangkap

SPBU di Sergai Curangi Konsumen dengan Kurangi Takaran BBM, 2 Orang Ditangkap

Sumut | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Kebakaran Landa 14 Rumah di Tamansari Jakbar, Lurah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Kebakaran Landa 14 Rumah di Tamansari Jakbar, Lurah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Pulang Nonton Persib, Bobotoh 16 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Jakarta - Bogor

Pulang Nonton Persib, Bobotoh 16 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Jakarta - Bogor

Bogor | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Menjaga Taji Bahasa Indonesia di Tengah Gempuran Konten dan Dikte Algoritma

Menjaga Taji Bahasa Indonesia di Tengah Gempuran Konten dan Dikte Algoritma

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Shin Tae-yong Merasa Tidak Tenang

Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Shin Tae-yong Merasa Tidak Tenang

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Viva Milk Cleanser Bengkuang untuk Kulit Apa? Ini Jenis Kulit yang Cocok

Viva Milk Cleanser Bengkuang untuk Kulit Apa? Ini Jenis Kulit yang Cocok

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17 WIB

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme

Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

×