Seharusnya Tak Boleh Ada Penodongan di Depan Istana Presiden

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 01 September 2015 | 06:13 WIB
Seharusnya Tak Boleh Ada Penodongan di Depan Istana Presiden
Monas [Suara.com/Oke Atmaja].

Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prabowo Soenirman meminta petugas keamanan destinasi wisata Monumen Nasional, Jakarta Pusat, untuk patroli rutin agar kasus penodongan terhadap sembilan pelajar tidak terulang lagi pada pengunjung yang lain.

"Agar penjagaan dilakukan dengan baik dan petugas harus bergantian keliling serta ditempatkan di beberapa zona," kata Prabowo kepada Suara.com, Senin (31/8/2015).

Anggota Fraksi Gerindra menyayangkan kasus penodongan terhadap sembilan pelajar yang terjadi pada Minggu (30/8/2015) siang kemarin. Prabowo mengatakan kawasan yang letaknya tak jauh dengan kantor Presiden Joko Widodo ini harusnya steril dari berbagai bentuk kejahatan.

"Seharusnya tidak boleh terjadi (penodongan di Monas) karena kawasan Monas adalah kawasan steril dimana pengamanan merupakan prioritas," kata Prabowo.

Dalam kasus penodongan kemarin, salah satu korban bernama Randi (14) bercerita awalnya dia dan teman-teman berteduh karena cuaca sangat panas.

Tak lama setelah mereka berteduh di bawah pohon rindang, ada tiga orang yang datang.

"Pura-pura ikutan numpang neduh," kata Randi kepada Suara.com.

Kemudian, salah satu lelaki tiba-tiba bertanya kepada Randi.

"Adik gua tadi hp-nya diambil, lu ada yang tahu orangnya nggak?" kata lelaki tersebut ditirukan Randi.

Setelah itu mulailah komplotan tersebut beraksi. Mereka mengeluarkan pisau lipat dan mengancam.

"Kalau nggak ada yang mau ngasih, saya sama temen-temen diancem bang, pakai pisau, ya saya pada takut," kata Randi.

Randi dan teman-temannya pun menyerahkan empat ponsel Android, tiga ponsel Samsung, satu ponsel Evercross, uang tunai Rp50 ribu, satu Powerbank, kartu untuk naik Transjakarta, dan dua tas gendong.

Pada saat pelaku masih mempreteli harta benda para korban, salah satu korban diam-diam pergi untuk minta pertolongan.

Korban melapor kepada petugas keamanan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian perkara.

Korban mengajak petugas tersebut untuk segera datang ke lokasi kejadian perkara karena pada waktu itu tiga pelaku masih beraksi di sana.

"Saya ajak Satpol PP buat gituin yang ambil hape saya pada, eh malah (petugas) balik lagi diem-diem, badan doang gendut, tapi malah takut," ujar Randi dengan nada kesal.

Akhirnya pelaku kabur begitu saja. Korban menyesalkan sikap petugas yang tidak segera bertindak saat ada kejahatan di dekat mereka.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengatakan tidak ada anggotanya yang mendapatkan laporan dari pelajar yang menjadi korban penodongan di kawasan Monas.

"Jadi komandan Satpol PP yang di Monas itu sudah saya panggil, dia menjawab nggak ada anggotanya yang menemukan hal itu (laporan ada penodongan)," kata Kukuh ketika dihubungi wartawan Suara.com.

Kukuh menambahkan di Monas, Satpol PP hanya membantu Unit Pelaksana Teknis Monas dalam segi pengamanan. Satpol PP, katanya, hanya bertugas di pagar-pagar pintu masuk dan keluar, sedangkan di area Monas dijaga anggota pengaman berbaju biru.

"Cuma di Monas ada dua (pihak pengamanannya) anggota baju biru itu outsourcing pasukan Ibu Rini (Kepala Unit Pengelola Monas Rini Haryani)," kata Kukuh.

Saat ini, Kukuh sedang mengontak Rini untuk menanyakan laporan yang berkembang di media massa, apakah petugas Satpol PP atau pengamanan internal Monas yang tidak mau merespon pengaduan pelajar korban penodongan pada Minggu (30/8/2015).

"Nah sekarang lagi ditelusuri laporan itu. Yang baju biru atau yang baju coklat gitu lho. Jadi gini di Monas itu kan ada dua, satu pasukan baju biru yang ada di dalam itu, jangan salah, dia bukan Satpol PP. Anggota Satpol PP yang jaga pintu luar, yang di dalam itu ada anggota yang baju biru," kata Kukuh.

"Saya lagi telepon Ibu Rini dari tadi belum di dijawab-jawab," Kukuh menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Petugas yang Ngacir Saat Ada Penodongan di Monas Sedang Dicari

Petugas yang Ngacir Saat Ada Penodongan di Monas Sedang Dicari

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 18:32 WIB

Penodong Berkeliaran di Monas, Ahok: Harusnya Tak Boleh Terjadi

Penodong Berkeliaran di Monas, Ahok: Harusnya Tak Boleh Terjadi

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 14:25 WIB

9 Pelajar Ditodong di Monas, Kepala Satpol PP Belum Dapat Laporan

9 Pelajar Ditodong di Monas, Kepala Satpol PP Belum Dapat Laporan

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 12:30 WIB

Ahok Cek Info Satpol PP Ngacir Saat 9 Pelajar Ditodong di Monas

Ahok Cek Info Satpol PP Ngacir Saat 9 Pelajar Ditodong di Monas

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 12:19 WIB

Pelajar Ditodong, Satpol PP Ngacir, Ini Respon Security Monas

Pelajar Ditodong, Satpol PP Ngacir, Ini Respon Security Monas

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 06:47 WIB

PKL Dilarang Jualan di Monas, Pemulung Paling Kehilangan

PKL Dilarang Jualan di Monas, Pemulung Paling Kehilangan

News | Minggu, 30 Agustus 2015 | 15:12 WIB

Terkini

Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private

Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:51 WIB

He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri

He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:50 WIB

BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up

BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up

Malang | Rabu, 23 September 2026 | 16:47 WIB

BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan

BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:46 WIB

BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan

BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 16:45 WIB

4 Serum Anti-Aging Rp50 Ribuan Tanpa Alkohol Atasi Penuaan Kulit Sensitif

4 Serum Anti-Aging Rp50 Ribuan Tanpa Alkohol Atasi Penuaan Kulit Sensitif

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:45 WIB

Belanja Negara Bisa Cetak Rekor Rp4.000 Triliun, Ini Sektor yang Jadi Prioritas

Belanja Negara Bisa Cetak Rekor Rp4.000 Triliun, Ini Sektor yang Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:44 WIB

Perhatian Lebih untuk Kesehatan Nasabah, BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium

Perhatian Lebih untuk Kesehatan Nasabah, BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 16:43 WIB

Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026

Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026

Kalbar | Rabu, 23 September 2026 | 16:43 WIB

BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

Batam | Rabu, 23 September 2026 | 16:41 WIB

×