Politisi PDI Perjuangan Menduga R.J. Lino Mafia Istana

Laban Laisila, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 04 September 2015 | 17:25 WIB
Politisi PDI Perjuangan Menduga R.J. Lino Mafia Istana
Kabareskrim Polri Irjen Budi Waseso. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Meski sudah dipastikan bakal digeser menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso (Buwas) rupanya terus mendapat dukungan dan pembelaan dari politisi PDI Perjuangan.

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menilai kinerja Budi Waseso menggeledah kantor Direktur Utama Pelindo RJ Lino sudah sesuai prosedur.

"Kabareskrim berhak melakukan penggeledahan itu karena sudah sesuai dengan prosedur. Buwas tidak salah karena sesuai prosedur tapi malah Lino melakukan perlawanan dengan cara menelpon menteri dan mengancam mengundurkan diri," kata Masinton melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (4/9/2015)

Dia lagi-lagi mengungkap kecurigaan mengapa justru Buwas dimutasi menjadi Kepala BIN.

"Penggeledahan di kantor Lino, adalah bagian dari penegakan hukum tapi anehnya Buwas yang kemudian terpental," katanya.

 Terkait hal ini, dia pun menuding kalau Lino memanfaatkan orang-orang di lingkaran kekuasaan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengintervensi pencopotan Buwas dari jabatan Kabareskrim.

"Faktanya justru Lino yang bikin gaduh. Karena setelah dia menelpon menteri, Wapres Jusuf Kalla menelepon Buwas, ada menteri menelpon Kapolri. Sebenarnya siapa yang bikin gaduh. Lino sepertinya memiliki kekuatan yang sangat luar biasa sehingga terjadi anomali, pemaksaan pergantian Kabareskrim," katanya.

Masinton pun menyebut jika Lino diduga merupakan mafia di lingkaran istana.

"‎Sejarah Lino menjadi menarik untuk diketahui publik. Karena diduga kuat dia bagian dari mafia yang ada di sekitar Istana. Ada indikasi kuat dia memiliki pengaruh yang bisa menembus sampai ke Presiden," katanya

Menurutnya, kuat dugaan jika pergantian ini lantaran genjarnya Buwas dalam mengusut kasus korupsi yang diduga melibatkan Lino.

"Ada indikasi kuat, Lino terlibat korupsi pengadaan mobil crane yang kemudian mangkrak karena tidak sesuai spesifikasi. Terbukti sudah ada petinggi Pelindo II yang jadi tersangka," katanya.

Terlebih, dia menambahkan kasus korupsi di Pelindo yang telah ditangani Bareskrim Polri ini hanya sebagian kecil praktik korupsi yang diduga dilakukan keluarga Lino.

"‎Kasus pengadaan mobil crane yang bermasalah tersebut hanyalah pintu masuk Bareskrim Mabes Polri untuk membongkar skandal korupsi besar yang diduga melibatkan keluarga RJ Lino," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pelindo II

Ada Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pelindo II

News | Jum'at, 04 September 2015 | 16:19 WIB

Meski Buwas Diganti, Bareskrim Diharap Teruskan Kasus Pelindo II

Meski Buwas Diganti, Bareskrim Diharap Teruskan Kasus Pelindo II

News | Kamis, 03 September 2015 | 10:52 WIB

Sofyan Djalil Sebut Dirut Pelindo II Konyol

Sofyan Djalil Sebut Dirut Pelindo II Konyol

News | Rabu, 02 September 2015 | 18:13 WIB

Buwas Menolak Isu Pencopotan Dikaitkan dengan Kasus Pelindo II

Buwas Menolak Isu Pencopotan Dikaitkan dengan Kasus Pelindo II

News | Rabu, 02 September 2015 | 15:35 WIB

Terkini

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:16 WIB

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

×