Ini Penjelasan Ayah Aylan, Anak Pengungsi yang Tewas Tenggelam

Esti Utami

Sabtu, 05 September 2015 | 10:55 WIB
Ini Penjelasan Ayah Aylan, Anak Pengungsi yang Tewas Tenggelam
Tentara Turki mengangkat jenazah bocah imigran yang tewas tenggelam. (Reuters/Nilufer Demir)

Suara.com - Ayah dari anak lelaki Suriah yang berusia tiga tahun, yang jenazahnya dihanyutkan arus ke satu pantai Turki, mengatakan anaknya "terlepas dari tangannya" saat perahu mereka dimasuki air dalam pelayaran ke Yunani.

Foto anak itu sempat mengejutkan dunia. Abdullah, yang nama keluarganya disebutkan oleh media Turki sebagai "Kurdi" tapi beberapa sumber di Suriah mengatakan sebenarnya nama keluarganya adalah "Shenu", kehilangan putranya yang berusia tiga tahun, Aylan, putranya yang berumur empat tahun, Ghaleb, dan istrinya, Rihana, dalam tragedi tersebut.

"Saya sedang memegang tangan istri saya. Tapi anak-anak saya terlepas dari tangan saya. Cuaca gelap dan semua orang berteriak-teriak," kata Abdullah "Kurdi" kepada surat kabar Turki, Dogan, saat perahu yang membawanya mulai tenggelam.

"Kami berusaha berpegang pada perahu kecil, itu mengempis," katanya.

Sebanyak 12 migran Suriah tewas-tenggelam pada Rabu (2/9/2015), ketika dua perahu tenggelam di perairan Turki saat mereka menuju Pulau Kos di Yunani. Itu merupakian tragedi paling akhir yang dialami migran di Aegea.

Tapi perhatian telah tertuju pada Aylan (3), yang tubuh mungilnya dipotret tertelungkup di satu pantai di Tempat Pelancongan Bodrum. Gambar itu dengan cepat beredar dan menjadi lambang tragedi pengungsi.

Menanggapi tragedi ini, Perdana Menteri Australia Tony Abbot mengatakan ini harusnya menjadi mengingat bahwa penyelamatan nyawa pencari suaka bergantung atas dihentikannya manusia perahu.

Berbicara kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Jumat (4/9/2015), Abbott mengatakan Australia tidak menduga konfisi tragis serupa terjadi lagi sebab kasus perdagangan dan penyelundupan manusia secara gelap "telah ditutup".

"Saya mau mengatakan, jika anda mau menghentikan orang tewas-tenggelam, anda harus menghentikan (manusia) perahu itu," tambah Abbott, sebagaimana dikutip Xinhua.

Ia mengatakan selama para penyelundup mengira mereka memiliki peluang untuk berhasil menempatkan orang di Australia, atau di negara lain, maka kecelakaan tragis terus terjadi.

Ia mengatakan Australia tidak menghadapi tragedi di laut seperti kasus anak Suriah sejak penerapan apa yang disebut pendekatan "garis keras".

"Selama orang mengira mereka dapat datang ke sini dan mereka dapat tinggal di sini, kita akan menghadapi perdagangan gelap. Kita akan menghadapi penyelundup manusia yang beroperasi, dan kita akan menghadapi tragis di laut," kata Abbott.

"Jadi, jika anda ingin menjaga keselamatan orang, anda harus menghentikan migrasi gelap, dan itu lah yang telah kami lakukan," katanya.

Komentara Abbott dikeluarkan setelah New York Times menyiarkan artikel yang mengeritik pendekatan pemerintah mengenai pencari suaka, dan menyebutnya tidak manusiawi.

Namun Senator Liberal Eric Abetz mengatakan Australia sudah meningkatkan penerimaan pengungsi dari Suriah dan Irak jadi 4.400 setelah krisis kemanusiaan di Timur Tengah bertambah parah.

"Menghentikan perahu memungkinkan kita memiliki penerimaan kemanusiaan yang adil dan itu lah yang akan kami capai," kata Abetz. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhir Era Assad: Gelombang Kepulangan Pengungsi Suriah Dimulai

Akhir Era Assad: Gelombang Kepulangan Pengungsi Suriah Dimulai

Video | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 12:05 WIB

Era Baru Suriah? 81.000 Pengungsi di Turki Pilih Kembali ke Tanah Air

Era Baru Suriah? 81.000 Pengungsi di Turki Pilih Kembali ke Tanah Air

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 07:05 WIB

Eksodus Pengungsi: 52 Ribu Warga Suriah Tinggalkan Yordania Menuju Suriah

Eksodus Pengungsi: 52 Ribu Warga Suriah Tinggalkan Yordania Menuju Suriah

News | Senin, 13 Januari 2025 | 11:55 WIB

Kondisi Aman di Suriah? 18.000 Pengungsi Pulang Kampung dari Yordania usai Assad Lengser

Kondisi Aman di Suriah? 18.000 Pengungsi Pulang Kampung dari Yordania usai Assad Lengser

News | Sabtu, 28 Desember 2024 | 02:50 WIB

Satu Juta Pengungsi Suriah Diprediksi Pulang Kampung di 2025, UNHCR Ingatkan Potensi Bahaya

Satu Juta Pengungsi Suriah Diprediksi Pulang Kampung di 2025, UNHCR Ingatkan Potensi Bahaya

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:06 WIB

Krisis Suriah: 880.000 Orang Mengungsi, Bendungan Rusak Ancam Jutaan Jiwa

Krisis Suriah: 880.000 Orang Mengungsi, Bendungan Rusak Ancam Jutaan Jiwa

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 02:45 WIB

TikTok Potong Komisi 70 Persen dari Donasi untuk Pengungsi Suriah

TikTok Potong Komisi 70 Persen dari Donasi untuk Pengungsi Suriah

Tekno | Senin, 17 Oktober 2022 | 17:12 WIB

Tiktok Ambil Uang 69 Persen dari Live Streaming Pengungsi Suriah

Tiktok Ambil Uang 69 Persen dari Live Streaming Pengungsi Suriah

Video | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 17:15 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×