JK: NU Harus Dorong Pengikutnya Lebih Produktif

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Minggu, 06 September 2015 | 06:00 WIB
JK: NU Harus Dorong Pengikutnya Lebih Produktif
Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020 di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (5/9). (Antara)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru bisa berperan lebih dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. Agar perekonomian Indonesia stabil.

"NU harus mendorong masyarakatnya lebih produktif. Kalau masyarakat NU ada yang di pertanian, di kerajinan, di industri, harus lebih produktif. Karena ini bangsa butuh produktifitas lebih tinggi lagi dewasa ini," kata JK di Mesjid Istiqlal, Sabtu (5/9/2015).

Selain itu, JK menilai NU merupakan organisasi tersebar yang memilik jamaah yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Akan tetapi dia menilai banyaknya jamaah Nahdliyin belum tentu bisa menciptakan kemajuan untuk bangsa.

"NU mempunyai jamaah, membina bangsa, yang luar biasa, yang terbesar di dunia saya katakan. Nah bagaimana yang 80 juta ini dapat termotivasi? Coba kita lihat. Tetapi juga kemajuannya. Pendidikannya, ekonominya, sosialnya," katanya

Meski demikan, JK menilai NU selama ini sudah memberikan banyak kontribusi kepada negara, yakni dengan cara membangun pesantren-pesantren untuk meningkatkan pendidikan di masyarakat.

"Justru NU yang memberikan fasilitasnya. Pendidikan kan. Seluruh, puluhan ribu pesantren di Indonesia kan, NU yang membikinnya untuk membaktikan kepada masyarakat, kepada bangsa ini," katanya.

Sebelumnya JK mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi terbesar di dunia. Sebab penduduk di Indonesia penganut agama Islam terbesar di dunia.

"Indonesia kita adalah bangsa penduduk terbesar di sini, karena NU merupakan Islam terbesar. Maka dapat dikatakan NU terbesar di dunia," kata JK.

JK membandingkan organisasi-organisasi Islam yang ada di Timur Tengah belum mampu menandingi massa NU yang tersebar di seluruh nusantara.

"Sebesar-besarnya Islam di Saudi 10-20 juta. Tapi NU begitu besar," katanya.

JK berharap NU bisa lebih memikirkan nasib rakyat Indonesia dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial dan pendidikan.

"Karena itulah pengurus dan penanggung begitu besar, banyak yang dilayanin, meningkatkan ekonomi, sosial, pendidikan itu bagian," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prihatin Kondisi Ekonomi, Warga Nahdliyin Doa Bersama di Istiqlal

Prihatin Kondisi Ekonomi, Warga Nahdliyin Doa Bersama di Istiqlal

News | Sabtu, 05 September 2015 | 13:58 WIB

Pengamat: Fatwa Rais Aam Syuriah PBNU Jadi Solusi Muktamar

Pengamat: Fatwa Rais Aam Syuriah PBNU Jadi Solusi Muktamar

News | Senin, 03 Agustus 2015 | 15:25 WIB

Gus Idrus Ingin NU Murni Menjadi Ormas

Gus Idrus Ingin NU Murni Menjadi Ormas

News | Senin, 03 Agustus 2015 | 13:50 WIB

Ini Harapan Jokowi di Muktamar NU Ke-23

Ini Harapan Jokowi di Muktamar NU Ke-23

News | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 23:46 WIB

21 Juni Jokowi Ultah, PBNU Doakan Panjang Umur

21 Juni Jokowi Ultah, PBNU Doakan Panjang Umur

News | Minggu, 14 Juni 2015 | 16:33 WIB

Jokowi Siap Tetapkan 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional

Jokowi Siap Tetapkan 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional

News | Minggu, 14 Juni 2015 | 15:39 WIB

Ketua PBNU: Muktamar Bisa Menjaga NU Tetap Berada di Relnya

Ketua PBNU: Muktamar Bisa Menjaga NU Tetap Berada di Relnya

News | Senin, 08 Juni 2015 | 22:08 WIB

NU Tak Akan Lobi Politik Terkait Reshuffle Kabinet

NU Tak Akan Lobi Politik Terkait Reshuffle Kabinet

News | Sabtu, 16 Mei 2015 | 23:43 WIB

Said Aqil Siap Dicalonkan Lagi jadi Ketum PBNU

Said Aqil Siap Dicalonkan Lagi jadi Ketum PBNU

News | Rabu, 04 Februari 2015 | 02:15 WIB

Hadiri Muktamar PKB, Jokowi: Saya Diundang, Ya Saya Datang

Hadiri Muktamar PKB, Jokowi: Saya Diundang, Ya Saya Datang

News | Minggu, 31 Agustus 2014 | 16:38 WIB

Terkini

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB