Lagi, Belasan Anak Pengungsi Suriah Tewas Tenggelam

Esti Utami

Senin, 14 September 2015 | 00:01 WIB
Lagi, Belasan Anak Pengungsi Suriah Tewas Tenggelam
Pengungsi Suriah dan Irak tiba di daratan Eropa. [Reuters/Yannis Behrakis]

Suara.com - Setidaknya 34 pengungsi, hampir separuh di antaranya adalah bayi dan anak-anak, dilaporkan tewas ketika kapal yang mereka tumpangi tenggelam di sebuah pulau di Yunani, Minggu (13/9/2015) pagi waktu setempat.

Badan penjaga pantai menyebut insiden ini sebagai kecelakaan yang paling banyak menelan korban tewas di perairan tersebut sejak munculnya krisis migran.

Otoritas Yunani menyebut empat bayi, enam bocah perempuan dan tiga anak perempuan meninggal ketika kapal kayu yang membawa mereka terbalik lima kilometer di sebelah timur pulau kecil Farmakonisi, yang dekat dengan perairan Turki.

Tahun ini, puluhan ribu orang, yang sebagian besar merupakan pengungsi Suriah, nekat mengarungi lautan dengan kondisi keras. Mereka menempuh perjalanan singkat, namun sangat berbahaya, dari Turki ke pulau-pulau di bagian timur Yunani. Mereka berlayar terutama dengan menaiki perahu-perahu kecil yang rapuh dan kelebihan penumpang.

Sudah ribuan orang, yang banyak di antaranya melakukan perjalanan lebih lama menyeberang dari Libya, meninggal dalam krisis migran terparah yang dialami Eropa dalam beberapa dekade terakhir.

Keterangan rinci soal kewarganegaraan serta umur para korban belum bisa diperoleh. Badan penjaga pantai mengatakan 68 orang telah diselamatkan dari laut. Sementara itu, 30 penumpang selamat, dari kapal yang sama, telah ditemukan di Farmakonisi.

Di Lesbos, pulau yang telah menanggung beban masuknya para migran di Yunani, seorang juru foto Reuters melihat 10 perahu tiba dalam waktu 90 menit pada Minggu (13/9/2015).

Satu perahu rapuh dengan membawa 70 pengungsi, termasuk banyak anak-anak, menyeruak sekitar 100 meter dari pantai. Para warga setempat menarik bayi-bayi dan bocah-bocah, termasuk bayi berusia dua bulan yang sedang ditimang oleh ayahnya, ke darat dengan menggunakan ban-ban karet.

Yunani telah berulang kali meminta bantuan dari pemerintah negara-negara Eropa untuk menangani gelombang pengungsian ini. Perdana Menteri sementara Vasiliki Thanou pada Minggu mendesak blok Eropa untuk menyepakati kebijakan yang lebih menyeluruh.

Thanou menilai negara-negara Eropa telah salah karena mengkritik langkah yang dijalankan Yunani dalam menangani gelombang migran.

"Kami akan mendesak mereka untuk mempertimbangkan kewajiban menjaga garis pantai perbatasan-perbatasan Eropa sepanjang 16.000 kilometer ... dan apakah prinsip-prinsip Eropa nanti bisa dibangun dengan mendirikan dinding (perbatasan, red)," ujarnya saat berkunjung ke Lesbos.

Sebagian besar pengungsi yang mencapai Yunani segera mengarah ke utara menuju negara-negara lainnya, dengan Jerman sebagai tujuan paling favorit.

Negara-negara Uni Eropa sejauh ini gagal mencapai kesepakatan menyangkut proposal yang diajukan presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker agar mereka menerima sistem kuota mengikat untuk menerima para pengungsi. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhir Era Assad: Gelombang Kepulangan Pengungsi Suriah Dimulai

Akhir Era Assad: Gelombang Kepulangan Pengungsi Suriah Dimulai

Video | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 12:05 WIB

Era Baru Suriah? 81.000 Pengungsi di Turki Pilih Kembali ke Tanah Air

Era Baru Suriah? 81.000 Pengungsi di Turki Pilih Kembali ke Tanah Air

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 07:05 WIB

Eksodus Pengungsi: 52 Ribu Warga Suriah Tinggalkan Yordania Menuju Suriah

Eksodus Pengungsi: 52 Ribu Warga Suriah Tinggalkan Yordania Menuju Suriah

News | Senin, 13 Januari 2025 | 11:55 WIB

Kondisi Aman di Suriah? 18.000 Pengungsi Pulang Kampung dari Yordania usai Assad Lengser

Kondisi Aman di Suriah? 18.000 Pengungsi Pulang Kampung dari Yordania usai Assad Lengser

News | Sabtu, 28 Desember 2024 | 02:50 WIB

Satu Juta Pengungsi Suriah Diprediksi Pulang Kampung di 2025, UNHCR Ingatkan Potensi Bahaya

Satu Juta Pengungsi Suriah Diprediksi Pulang Kampung di 2025, UNHCR Ingatkan Potensi Bahaya

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:06 WIB

Krisis Suriah: 880.000 Orang Mengungsi, Bendungan Rusak Ancam Jutaan Jiwa

Krisis Suriah: 880.000 Orang Mengungsi, Bendungan Rusak Ancam Jutaan Jiwa

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 02:45 WIB

TikTok Potong Komisi 70 Persen dari Donasi untuk Pengungsi Suriah

TikTok Potong Komisi 70 Persen dari Donasi untuk Pengungsi Suriah

Tekno | Senin, 17 Oktober 2022 | 17:12 WIB

Tiktok Ambil Uang 69 Persen dari Live Streaming Pengungsi Suriah

Tiktok Ambil Uang 69 Persen dari Live Streaming Pengungsi Suriah

Video | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 17:15 WIB

Terkini

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban

Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban

Banten | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

Laba MNC Bank Tergerus, Dana Deposito Kabur dan Kredit Bermasalah Membengkak

Laba MNC Bank Tergerus, Dana Deposito Kabur dan Kredit Bermasalah Membengkak

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 12:58 WIB

10 Fungsi Tersembunyi Vaseline Repairing Jelly untuk Kecantikan Wanita Usia 40-an

10 Fungsi Tersembunyi Vaseline Repairing Jelly untuk Kecantikan Wanita Usia 40-an

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:56 WIB

Mirabella Colorfix Nomor Berapa yang Warna Natural untuk Harian? Ini Rekomendasi Shade-nya

Mirabella Colorfix Nomor Berapa yang Warna Natural untuk Harian? Ini Rekomendasi Shade-nya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:56 WIB

×