Penurunan Emisi Karbon 2030 Tercapai Jika Indonesia Lakukan Ini

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 20 September 2015 | 14:14 WIB
Penurunan Emisi Karbon 2030 Tercapai Jika Indonesia Lakukan Ini
Upaya pemadaman api yang menghanguskan sedikitnya 60 hektar hutan dan lahan di Desa Buruk Bakul, Bengkalis, Riau, Jumat (13/2). (Antara)

Suara.com - Pemerintah Indonesia menaikan target penurunan emisi karbon pada 2030 sebesar 29 persen. Menurut pakar perubahan iklim ini bisa dilakukan dengan menyelesaikan satu persoalan saja.

Pakar Perubahan Iklim dari Institut Pertanian Bogor, Profesor Rizaldi Boer mengatakan persoalan yang harus dibenahi adalah kebakaran hutan. Jika dalam waktu 3 tahun Indonesia bisa mencegah kebakaran hutan, maka emisi karbon akan turun sebanyak 40 persen.

Rizaldi menjelaskan saat ini total emisi global sebanyak 9,9 giga ton karbon pertahun. Sementara Indonesia emisi karbonnya rata-rata 1,2 giga ton pertahun.

"Ini bersumber dari semua sektor, mulai dari industri, kehutanan, dan lain-lain. Dari kehutanan ini hampir setengahnya atau 0,6 gigaton. Dari 0,6 giga ton itu, ada 0,2 gigaton dari kebakaran. Itu besar. Ini 2 kali emisi sektor pertanian," kata Prof Boer kepada suara.com dalam perbincangan di kantornya pertengahan pekan ini.

"Kalau emisi dari kebakaran itu bisa diturunkan ini luar biasa. Jadi kalau sekarang 0,2 saja, Itu artinya 40 persen karbon yang dihasilkan. Sementara target penurunan emisi kita 29 persen. Itu artinya tercapai dengan dengan membereskan kebakaran saja. Tapi itu nggak pernah beres-beres," lanjut Boer.

"Indonesia menjadi rangking kesepuluh yang terbanyak menghasilkan emisi karbon. Sementara kontribusi Asia memberikan emisi karbon hampir 50 persen dari emisi dunia. Cina yang pertama, lalu India, Indonesia, dan Jepang," jelas dia lagi.

Boer menjelaskan kabut asap akibat kebakaran di Sumatera dan Kalimantan merupakan kebakaran lahan terlantar. Seperti ilalang, semak belukar dan tumbuhan kering. Menurutnya bukan hutan yang terbakar. Dia memaparkan sampai saat ini ada 0,9 juta hutan di Indonesia yang mengalami deforestasi.

Deforestasi itu disebabkan penebangan liar. Sisanya menjadi lahan tak produktif. "Itu luas sekali sampai 20 juta hektar. lalu kenapa itu tidak dimanfaatkan? Jadi banyak persoalan menahun kita nggak terselaikan. Padahal pemerintah sudah tahu itu, tapi penyelesaiannya nggak pernah tuntas," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Aturan Penghambat Penanggulangan Kebakaran Hutan

Ada Aturan Penghambat Penanggulangan Kebakaran Hutan

News | Minggu, 20 September 2015 | 12:56 WIB

Kabut Asap Ganggu Pembuatan Rekayasa Hujan di Jambi

Kabut Asap Ganggu Pembuatan Rekayasa Hujan di Jambi

News | Minggu, 20 September 2015 | 12:47 WIB

Warga Batam Salat Minta Hujan

Warga Batam Salat Minta Hujan

News | Minggu, 20 September 2015 | 10:39 WIB

JK: Masalah Kemanusiaan Semakin Besar

JK: Masalah Kemanusiaan Semakin Besar

News | Minggu, 20 September 2015 | 10:23 WIB

Pakar: El Nino Sekarang Sekuat Tahun 1997

Pakar: El Nino Sekarang Sekuat Tahun 1997

News | Minggu, 20 September 2015 | 09:54 WIB

Ada Lima Titik Api di Bengkulu Tengah

Ada Lima Titik Api di Bengkulu Tengah

News | Minggu, 20 September 2015 | 09:34 WIB

Petugas Kesehatan Beri Obat Kedaluwarsa pada Korban Kabut Asap

Petugas Kesehatan Beri Obat Kedaluwarsa pada Korban Kabut Asap

Health | Minggu, 20 September 2015 | 06:11 WIB

Sabtu Malam, Palembang Diguyur Hujan Deras

Sabtu Malam, Palembang Diguyur Hujan Deras

News | Minggu, 20 September 2015 | 03:09 WIB

Kemenkes Bantu Riau Tiga Juta Ton Makanan

Kemenkes Bantu Riau Tiga Juta Ton Makanan

Health | Minggu, 20 September 2015 | 01:17 WIB

Kabut Asap Landa Banda Aceh, Warga Sesak Napas

Kabut Asap Landa Banda Aceh, Warga Sesak Napas

News | Sabtu, 19 September 2015 | 23:36 WIB

Terkini

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:20 WIB

×