Kapolri: Ada Aktor Utama Pembantaian Salim Kancil

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Jum'at, 02 Oktober 2015 | 15:23 WIB
Kapolri: Ada Aktor Utama Pembantaian Salim Kancil
Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Badrodin Haiti. (suara.com/Erik Tanjung)

Suara.com - Kepolisian terus mengusut kasus pembunuhan dan penganiayaan Salim Kancil. Salim adalah petani dan aktivis anti tambang pasir ilegal di Lumajang‎, Jawa Timur.

Polisi mencari aktor intelektual atau otak kasus itu selain Kepala Desa Selok Awar-awar yang telah ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan dan tambang ilegal.

"Sementara ini masih kepala desa, karena dia punya kepentingan. ‎Tetapi tak menutup kemungkinan ada orang dibelakang kepala desa," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2015).

Dia menjelaskan, saat ini kepala desa Selok Awar-Awar yang jadi dalam pembantaian itu tengah diperiksa secara intensif di Polda Jawa Timur. Dari yang bersangkutan, polisi menelusuri aktor utamanya.

"Kepala desanya sedang diperiksa. Dari dia bisa dicek sms yang di HP mereka masing-masing," ujarnya.

Namun, Badrodin tak mau berspekulasi apakah ada indikasi keterlibatan stake holder setempat seperti pejabat dan Bupati Lumajang ‎dalam kasus tersebut. Menurutnya pihaknya harus melihat fakta hukum sebelum membidik dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara itu.

"Kalau itu pidana, tentu harus ada fakta hukum yang mendukung. Saya tidak bisa mengatakan si A atau si B," imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya terus menyidik kasus tersebut hingga tuntas. Bahkan selain Kepdes, Polisi tengah membidik pihak yang mendukung serta membiayai kepala desa tersebut yang diduga berperan sebagai aktok intelektual pembantaian.

"‎Sejauh ini yang sudah pasti sampai kepala desa. Tetapi sedang kami kembangkan, apa di balik kepdes itu ada yang mensposori atau membiayai," terangnya.

Sebelumnya, Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Anom Wibowo di Surabaya, Kamis (1/10) mengungkapnya bahwa Kepala Desa Selok Awar-awar telah ditetapkan sebagai tersangka otak intelektual pembunuhan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes RP Argo Yuwono menjelaskan penyidik Reskrim sudah menetapkan 22 tersangka dalam kasus ini. Tapi yang ditahan 17 tersangka.

"Itu karena lima tersangka masih berada di Lumajang untuk pengembangan kasus itu sendiri. Ke-22 tersangka itu tercatat delapan tersangka untuk kasus pembunuhan Salim Kancil dan enam tersangka untuk kasus penganiayaan Tosan," katanya.

Enam tersangka lainnya terlibat dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan. Delapan tersangka dalam kasus pembunuhan Salim Kancil adalah TS, EP, HM, GT, TM, ES, NG, dan RH, sedangkan enam tersangka dalam kasus penganiayaan Tosan adalah MS, SL, SY, SM, ED, dan DH. Untuk enam tersangka yang terlibat kedua kasus adalah FW, HD, SK, MD, WD, dan BR.

"Ada dua tersangka di Lumajang itu yang tidak ditahan karena tergolong masih di bawah umur, yakni IN dan AA, sehingga dia wajib lapor ke Polres Lumajang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Target Investigasi Kelalaian Polisi di Kasus Salim Beres

Kapolri Target Investigasi Kelalaian Polisi di Kasus Salim Beres

News | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 14:54 WIB

Ini Tanggapan Tertulis Kapolri Soal Petisi Kasus Salim Kancil

Ini Tanggapan Tertulis Kapolri Soal Petisi Kasus Salim Kancil

News | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 06:43 WIB

Kades Awar-awar Jadi "Aktor Intelektual" Pembunuhan Salim Kancil

Kades Awar-awar Jadi "Aktor Intelektual" Pembunuhan Salim Kancil

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 21:41 WIB

DPR Tak Ungkap Dalang Pembunuh Salim Kancil, Tapi Akar Masalahnya

DPR Tak Ungkap Dalang Pembunuh Salim Kancil, Tapi Akar Masalahnya

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 17:00 WIB

Politisi PDIP Curigai Polisi Lalai di Pembunuhan Salim Kancil

Politisi PDIP Curigai Polisi Lalai di Pembunuhan Salim Kancil

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 12:06 WIB

Besok, DPR ke Lumajang Kumpulkan Bukti Pembunuhan Salim Kancil

Besok, DPR ke Lumajang Kumpulkan Bukti Pembunuhan Salim Kancil

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 11:47 WIB

Terkini

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

×