Kondom ini Diciptakan untuk Sapi

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 03 Oktober 2015 | 08:04 WIB
Kondom ini Diciptakan untuk Sapi
Ilustrasi kondom. (Shutterstock)

Suara.com - Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan kondom sapi. Kondom ini diberi nama 'Hi-Mic'.

Fungsi kondom ini untuk mencegah penyakit mastitis atau radang kelenjar ambing bagian dalam pada sapi perah. Salah seorang mahasiswa pencipta kondom sapi Hi-Mic, Lovy Cendya Luckyta mengatakan Hi-Mic dapat digunakan sebagai penanganan kasus mastitis karena tidak menimbulkan efek samping.

"Selain itu juga tidak menimbulkan iritasi," kata Lovy menambahkan.

Pemakaian kondom tersebut setelah dilakukan pemerahan susu pada puting sapi. Cara ini dapat mencegah masuknya bakteri. Sehingga bisa meminimalisasi dan mencegah adanya penyakit mastitis.

Selain Lovy, mahasiswa lainnya yang turut menciptakan kondom Hi-Mic untuk sapi perah itu adalah Zuhronu Feradatu Khusna, Rizka Suryaning Dewi, Ema Eka Safitri, dan Dicky Yoga Prasetia.

Hasil temuan mereka itu akan dipresentasikan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 di Kendari pada 5-9 Oktober 2015. Proposal penelitian tersebut lolos seleksi Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) bersama 34 proposal lainnya yang juga bakal dipresentasikan di ajang yang sama.

Sementara itu, dosen pembimbing penciptaan kondom bagi sapi perah tersebut, drh Dahliatul Qosimah mengatakan ide pembuatan kondom tersebut berawal dari turunnya produksi susu di Indonesia akibat beberapa faktor seperti penyakit mastitis. Hi-Mic merupakan modifikasi penggunaan kondom untuk manusia yang disesuaikan dengan anatomi puting sapi perah.

Tujuan penciptaan kondom sapi tersebut untuk mengetahui potensi tingkat keberhasilan dari kondom modifikasi sebagai alternatif penanganan mastitis. Kondom sapi ini terbuat dari latex dicampur ekstrak lidah buaya yang dikolaborasikan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70 persen. Desainnya, disesuaikan dengan ukuran puting sapi.

Kondom ini sudah diuji coba beberapa kali pada sapi laktasi yang diduga menderita mastitis subklinis. Hasilnya menunjukkan sapi merasa nyaman dan tidak menimbulkan iritasi pada puting.

"Uji CMT (California Mastitis Test) memberikan hasil positif satu lebih rendah dibanding dengan yang menggunakan antiseptik atau kondom saja. Ini artinya jumlah sel somatik bakteri lebih sedikit dan pada uji mikrobiologi menggunakan metode Total Plate Count menunjukkan adanya penurunan jumlah sel mikroba," ujarnya.

Sebelumnya lima mahasiswa dari berbagai program studi juga telah menciptakan alat terapi mastitis bagi sapi perah yang diberi nama "Mastitis Electrical Biomedis" atau "Mastimedis".

Ide untuk menciptakan Mastimedis melalui sejumlah penelitian ini berawal dari keresahan peternak terhadap tingginya prevalensi mastitis pada sapi perah yang disebabkan oleh bakteri "patogen staphylococsus aureus" dan "streptococcus agalactiae".

Sapi yang terjangkit mastitis akan merugikan peternak dalam jumlah cukup besar, seperti penurunan produksi susu, kualitas susu, peyingkiran susu, biaya perawatan dan pengobatan cukup tinggi, serta pengafkiran ternak lebih awal. Jika penyakit mastitis ini dibiarkan pada kelenjar susu sapi, susu yang diproduksi akan ikut tercemar oleh bakteri.

Pengobatan yang selama ini dilakukan peternak adalah dengan menggunakan pengobatan antibiotik, seperti antibiotik dan antiinflam (mastitis klinis). Namun demikian, kedua bakteri penyebab mastitis tersebut mudah sekali resisten terhadap beberapa pengobatan antibiotik.

Dengan menggunakan Mastimedis, bakteri patogen penyebab mastitis dengan prinsip elekroporasi, yaitu bakteri akan mati pada frekuensi dan tegangan tertentu. Mastimedis telah dilakukan pengujian secara elektronika, uji invitro dan uji invivo. Alat ini akan terus diteliti dan dikembangkan untuk benar-benar dapat digunakan di seluruh peternakan sapi perah di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan produksi susu dalam negeri. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pacaran dan Curi Kondom, Remaja Putri Dibunuh Ayahnya saat Tidur

Pacaran dan Curi Kondom, Remaja Putri Dibunuh Ayahnya saat Tidur

News | Selasa, 29 September 2015 | 17:31 WIB

Inovasi Ini Hindarkan Lelaki dari Salah Ukuran Kondom

Inovasi Ini Hindarkan Lelaki dari Salah Ukuran Kondom

Lifestyle | Selasa, 01 September 2015 | 10:07 WIB

Masukkan Tangan ke Kondom, Perempuan Ini Bikin Heboh

Masukkan Tangan ke Kondom, Perempuan Ini Bikin Heboh

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2015 | 10:57 WIB

Kondom 'Pintar' Ini Bisa Deteksi Penyakit Kelamin

Kondom 'Pintar' Ini Bisa Deteksi Penyakit Kelamin

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2015 | 01:30 WIB

Kejagung Siap Tahan 6 Tersangka Korupsi Kondom di BKKBN

Kejagung Siap Tahan 6 Tersangka Korupsi Kondom di BKKBN

News | Kamis, 18 Juni 2015 | 15:23 WIB

Hari Kondom dan 5 Hari Aneh Dirayakan Orang Jepang di Bulan Mei

Hari Kondom dan 5 Hari Aneh Dirayakan Orang Jepang di Bulan Mei

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2015 | 07:43 WIB

Ini Fakta Tentang Kondom Lelaki

Ini Fakta Tentang Kondom Lelaki

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2015 | 07:01 WIB

Kondom Ini Bikin Perempuan Orgasme Berulang Kali

Kondom Ini Bikin Perempuan Orgasme Berulang Kali

Lifestyle | Kamis, 16 April 2015 | 20:58 WIB

5 Fakta Soal Kondom yang Harus Lelaki Ketahui

5 Fakta Soal Kondom yang Harus Lelaki Ketahui

Lifestyle | Jum'at, 27 Maret 2015 | 08:23 WIB

MK Putus Selingkuh Bukan Kejahatan, Saham Perusahaan Kondom Naik

MK Putus Selingkuh Bukan Kejahatan, Saham Perusahaan Kondom Naik

News | Kamis, 26 Februari 2015 | 14:17 WIB

Terkini

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

×