Lokasi Pesawat Aviastar Hanya Bisa Diakses dengan Jalan Kaki

Laban Laisila | Suara.com

Selasa, 06 Oktober 2015 | 07:18 WIB
Lokasi Pesawat Aviastar Hanya Bisa Diakses dengan Jalan Kaki
Pencarian Pesawat Aviastar. [Antara]

Suara.com - Meski sudah menyiapkan empat helikopter untuk mengevakuasi jenazah korban pesawat Aviastar pagi ini, Selasa (6/10/2015), tim masih kesulitan mengakses lokasi karena bisa lalui dengan berjalan kaki.

Adapun bangkai pesawat terdeteksi disekitar desa Ulu Salu, Enrekang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kemarin sore, Senin (5/10/2015).

"Senin malam kami (sudah) berangkat menuju lokasi, karena medan cukup jauh dan hanya bisa dilalui berjalan kaki," kata anggota Potensi SAR Antariksa Rizal saat dihubungi dari Makassar.

Dia menuturkan untuk sampai di Ulu Salu, lokasi yang dilaporkan tempat Aviastar jatuh, tim membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan berjalan kaki dari Belopa, Kabupaten Luwu.

Dalam perjalanan menuju lokasi Rizal mengatakan kemungkinan besar akan dilakukan evakuasi berdasarkan laporan yang masuk bahwa pesawat yang membawa 10 orang tersebut telah ditemukan tim gabungan sebelumnya. 

"Laporan sudah positif, tim gabungan bersama sejumlah jurnalis ikut ke lokasi, kemungkinan bila korban ditemukan akan dilakukan evakuasi secepatnya," kata Ketua Regu tim SAR itu.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan penyisiran bersama timnya melalui jalur darat bersama SAR Resque Unit I di Kecamatan Bastem Utara, perbatasan Kabupaten Luwu-Palopo, Sulsel di tempat pesawat tersebut putus kontak.

"Kami masih dalam perjalanan menuju lokasi, kepastian evakuasi akan kami sampikan nanti," singkatnya melalui sambungan telepon.

Pesawat Aviastar hilang kontak sekitar pukul 14.36 WITA dalam perjalanan menuju Makassar, 11 menit setelah lepas landas dari Bandara Andi Jemma, Masamba, Jumat (2/10/15). Pesawat tersebut mengaangkut 10 penumpang.

Pesawat jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 dinakhodai Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi Sukris. Smentara tujuh penumpang lainnya yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim SAR Mulai Evakuasi Korban Pesawat Aviastar Pagi Ini

Tim SAR Mulai Evakuasi Korban Pesawat Aviastar Pagi Ini

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 06:21 WIB

Basarnas Siapkan Empat Helikopter Evakuasi Korban Aviastar

Basarnas Siapkan Empat Helikopter Evakuasi Korban Aviastar

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 06:00 WIB

Menhub Benarkan Aviastar Keluar dari Rute Penerbangan

Menhub Benarkan Aviastar Keluar dari Rute Penerbangan

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 01:12 WIB

Polda Sulselbar: Aviastar Ditemukan Hancur, Penumpang Meninggal

Polda Sulselbar: Aviastar Ditemukan Hancur, Penumpang Meninggal

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 20:45 WIB

Terkini

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:49 WIB

Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget

Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:39 WIB

ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK

ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:24 WIB

Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh

Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:19 WIB

Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina

Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11 WIB

Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria

Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:00 WIB

Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr

Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:55 WIB

Viral  Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!

Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:44 WIB

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:33 WIB