- Seorang pengendara motor tabrak lari penyapu jalan di Jalan Tegal Danas, Cikarang.
- Pelaku sempat berpura-pura menolong korban dan membuang sandal korban sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian perkara.
- Polres Metro Bekasi sedang melakukan penyelidikan intensif serta pengecekan tempat kejadian perkara untuk menangkap pelaku tabrak lari tersebut.
Suara.com - Jagat media sosial digemparkan oleh aksi tak terpuji seorang pengendara sepeda motor di Kabupaten Bekasi.
Bukannya bertanggung jawab usai menabrak seorang perempuan yang diduga penyapu jalan, pemotor tersebut justru terekam melakukan drama "pura-pura menolong" sebelum akhirnya melarikan diri.
Aksi tabrak lari yang memancing amarah netizen ini viral setelah video terkait peristiwa tersebut diunggah oleh akun Instagram @lbj_jakarta.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat detik-detik saat pelaku menabrak korban hingga terkapar. Pelaku awalnya terlihat sempat turun dari motornya dan menghampiri korban.
"Pelaku tabrak lari Cikarang Pusat pura-pura menolong padahal melarikan diri," tulis keterangan dalam unggahan video tersebut, dikutip Kamis (7/5/2026).
Dalih 'Aman' dan Buang Sandal Korban
Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Tegal Danas arah Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Fakta yang lebih menyakitkan terungkap saat sejumlah warga di lokasi mencoba bertanya mengenai kondisi korban. Dengan tenang, pelaku berbohong demi bisa segera meninggalkan lokasi.
"Pelaku sempat turun namun bukan untuk menolong. Saat ditanya warga dia berdalih korban tidak apa-apa lalu dengan teganya membuang sendal korban dan kabur meninggalkan lokasi," lanjut narasi dalam video tersebut.
Merespons keriuhan tersebut, aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi memastikan tidak tinggal diam.
Kasie Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, menyatakan pihaknya sudah memonitor video viral tersebut dan telah menerjunkan tim ke lapangan.
"Sudah monitor dan sudah cek TKP. Unit Laka Lantas Sat Lantas Polres juga sudah monitor dan sudah cek TKP," tegas Aliyani kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian belum bisa membeberkan identitas pelaku secara mendetail lantaran proses perburuan dan pengumpulan barang bukti masih berlangsung secara intensif.
"Sekarang masih penyelidikan," pungkasnya.