Wartawati Belarusia Menangkan Nobel Sastra 2015

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 08 Oktober 2015 | 18:48 WIB
Wartawati Belarusia Menangkan Nobel Sastra 2015
Svetlana Alexievich, jurnalis Belarusia yang memenangkan Nobel Sastra 2015 pada Kamis (8/10) [Reuters/Vasily Vedosenko].

Suara.com - Svetlana Alexievich, wartawati dan penulis prosa Belarusia, pada Kamis (8/10/2015) memenangkan Nobel Sastra 2015 berkat liputan investigasinya di Rusia. Akademi Sains Kerajaan Swedia, penyelenggara anugerah Nobel, mengatakan karya Alexievich adalah "monumen tentang penderitaan dan keberanian" di era modern.

Alexievich, yang kini berusia 67 tahun, adalah perempuan ke-14 yang pernah memenangkan Nobel Sastra. Sementara menurut The Washington Post, Alexievich adalah jurnalis pertama yang meraih anugerah paling bergengsi dalam dunia sastra itu.

"Karyanya berada di batasan antara gaya dokumenter dan novel, sebuah genre yang belum pernah mendapat penghargaan," kata Bjorn Wiman, editor budaya pada Dagens Nyheter, sebuah harian Swedia.

Salah satu karyanya yang termasyur adalah buku berjudul "War's Unwomanly Face" yang terbit pada 1988. Buku itu bercerita tentang kisah ratusan perempuan yang ambil bagian dalam Perang Dunia II. Buku itu adalah pembuka dari seri "Voices of Utopia", yang menggambarkan kehidupan di Uni Soviet dari sudut pandang individual.

Perempuan yang lahir di Ukraina itu juga menulis kisah-kisah para penyintas perang invasi Uni Soviet ke Afghanistan di periode 1979-1989, dan para korban bencana nuklir Chernobyl pada 1986.

"Ia menciptakan sebuah sejarah berisi emosi - sebuah sejarah pengembaraan jiwa," kata Sara Danius, sekretaris permanen Akademi Sains Kerajaan Swedia.

"Menggunakan metodenya yang luar biasa - yang secara telaten mengkomposisikan suara-suara manusia - Alexievich memperdalam pemahaman kita tentang sebuah era," lanjut Danius.

Danius juga mengatakan bahwa Alexievich menciptakan sebuah genre sastra baru.

"Ia melampui format-format jurnalistik dan mengembangkan karyanya menggunakan genre yang diciptakan penulis lain," lanjut Danius.

Perempuan berdarah Belarusia dan Ukraina itu menetap secara bergantian di beberapa negara seperti Italia, Prancis, Jerman, dan Swedia karena sering dicari oleh pemerintah Belarusia, negara yang pernah berada di bawah Uni Soviet. (Reuters/The Guardian/The Washington Post)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI