Jabhat Al Nushra Serukan Serangan ke Rusia

Madinah

Rabu, 14 Oktober 2015 | 01:37 WIB
Jabhat Al Nushra Serukan Serangan ke Rusia
Foto yang memperlihatkan serangan Rusia terhadap target ISIS di Suriah di hari pertama agresi Rusia. (Reuters/Departemen Pertahanan Federasi Rusia)

Suara.com - Jabhat Al Nushra, afiliasi jaringan Al Qaida di Suriah menyerukan serangan ke Rusia. Selain Rusia, organisasi militan ini juga mendesak faksinya melakukan teror di daerah Alawite, yang dikenal sebagai kantung pendukung Presiden Bashar al Assad dan pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah.

Ancaman ini disampaikan pemimpin Jabhat Al Nushra, Abu Mohammed al Jolani lewat rekaman video menyusul intervensi Rusia dalam konflik di Suriah.

"Tak ada pilihan selain meningkatkan serangan dengan target kota Alawite dan daerah Latakia," katanya.

"Saya menyeru seluruh faksi menyerang daerah tersebut secara intensif dengan ratusan peluru kendali seperti yang mereka lakukan saat menyerang kota-kota Sunni," lanjutnya.

Jolani mengklaim pihaknya memiliki persenjataan lengkap, salah satunya yakni rudal anti-tank. Lebih lanjut Jolani mengatakan, pihaknya siap menghadapi serangan Rusia setelah mendapatkan suplai persenjataan dari Saudi Arabia dan negara Teluk-yang difasilitasi AS.

"Pengirimannya (persenjataan) lebih cepat. Kami juga meminta rudal anti-pesawat, namun belum diberikan sampai sekarang," ujar Brigadir Ayad, pemimpin unit tempur Suqor al Ghab.

"Kami akan membuktikan kepada Rusia, rezim Suriah bahkan kepada sahabat kami sendiri, kami masih memiliki keuatan di darat. Kami dihujani bom, namun masih bisa bertahan," katanya.

Sebelumnya diberitakan Rusia mengklaim telah melakukan 20 serangan udara di Suriah dan menggempur 10 target ISIS dalam 24 jam terakhir, demikian disampaikan kementerian pertahanan negara tersebut, hari Minggu (4/10/2015).

Rusia mengatakan akan meningkatkan serangan udaranya di Suriah untuk melemahkan kekuatan militan ISIS.

"Sebagai hasil serangan udara terhadap target-target ISIS, kami telah berhasil memutus kendali sistem mereka, jalur suplai organisasi teroris, dan juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur yang mereka pakai untuk merencanakan teror," sebut kementerian pertahanan.

Kementerian Pertahanan mengatakan, serangan udara dilakukan oleh pesawat Sukhoi SU-34, SU-24M, dan SU-25. Pesawat-pesawat tempur itu menghantam target di Provinsi Idlib dan Raqqa, termasuk diantaranya kamp pelatihan dan pabrik pembuatan rompi bom bunuh diri. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Maskapai Rusia Dilarang Terbang ke Ukraina Mulai 25 Oktober

Maskapai Rusia Dilarang Terbang ke Ukraina Mulai 25 Oktober

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 00:33 WIB

Terkini

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB