Maskapai Rusia Dilarang Terbang ke Ukraina Mulai 25 Oktober

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 13 Oktober 2015 | 00:33 WIB
Maskapai Rusia Dilarang Terbang ke Ukraina Mulai 25 Oktober
Pesawat milik Rusia. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Ukraina melarang menerbangan Rusia masuk ke negaranya mulai 25 Oktober 2015. Ini sebagai balasan atas tindakan Moskow yang menerapkan larangan serupa bulan lalu.

Hanya saja larangan itu khusus untuk 2 maskapai penerbangan asal Rusia, UTair Siberia dan Saratov Airlines. Sebab Kiev sudah terlebih dahulu mengusir perusahaan-perusahaan Rusia yang lebih besar sebagai pembalasan atas pencaplokan yang dilakukan Moskow terhadap Krimea tahun lalu.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko memasukkan maskapai penerbangan nasional Rusia, Aeroflot ke daftar hitam September lalu. Selain itu tiga perusahaan negara lainnya yang menyelenggarakan penerbangan reguler ke bekas republik Soviet yang dicabik perang itu.

Sementara, Juru bciara Dinas Udara Negara di Kiev mengatakan perusahaan-perusahaan penerbangan Rusia tidak akan diizinkan mendarat di Ukraina. Namun masih dibolehkan melintasi wilayah udaranya ke titik-titik tujuan lainnya.

Keputusan itu menekankan masih adanya ketegangan di antara kedua negara. Meski upaya-upaya masih dilangsungkan dalam upaya menemukan penyelesaian politik bagi krisis separatisme, yang berlangsung 18 bulan di Ukraina. Kiev menunjuk Moskow sebagai biang keladi berlangsungnya krisis.

Orang-orang yang akan bepergian sekarang hanya bisa menyeberangi perbatasan Rusia-Ukraina dengan menggunakan kendaraan atau kereta api. Satu-satunya pilihan lain adalah dengan terbang melalui salah satu dari tiga negara Baltik atau negara lainnya yang relatif memiliki akses nyaman ke Rusia. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rudal Jelajah Rusia Dikatakan Melenceng ke Iran, Ini Kata Rusia

Rudal Jelajah Rusia Dikatakan Melenceng ke Iran, Ini Kata Rusia

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 18:02 WIB

Pasukan Suriah dan Rusia Serbu Pemberontak di Dataran Ghab

Pasukan Suriah dan Rusia Serbu Pemberontak di Dataran Ghab

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 17:05 WIB

AS Emoh Kerja Sama dengan Rusia soal Serangan ke Suriah

AS Emoh Kerja Sama dengan Rusia soal Serangan ke Suriah

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 06:46 WIB

Terus Dikritik AS, Rusia Gerah dan Ingatkan Soal Serangan 9/11

Terus Dikritik AS, Rusia Gerah dan Ingatkan Soal Serangan 9/11

News | Rabu, 07 Oktober 2015 | 13:48 WIB

Rusia, Iran, Irak Bantu Perangi ISIS, Apa Kata Presiden Suriah?

Rusia, Iran, Irak Bantu Perangi ISIS, Apa Kata Presiden Suriah?

News | Minggu, 04 Oktober 2015 | 21:11 WIB

Ini Senjata Canggih yang Dipakai Rusia Gempur ISIS di Suriah

Ini Senjata Canggih yang Dipakai Rusia Gempur ISIS di Suriah

News | Minggu, 04 Oktober 2015 | 19:11 WIB

Rusia Gempur Pemberontak Suriah, Inggris: Itu Kesalahan Besar

Rusia Gempur Pemberontak Suriah, Inggris: Itu Kesalahan Besar

News | Minggu, 04 Oktober 2015 | 17:14 WIB

Pasukan Iran Tiba di Suriah, Rusia Serang Kelompok Didikan CIA

Pasukan Iran Tiba di Suriah, Rusia Serang Kelompok Didikan CIA

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 22:29 WIB

Rusia Mulai Hantam ISIS di Suriah

Rusia Mulai Hantam ISIS di Suriah

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 05:47 WIB

Indonesia Sebarkan Perdamaian di Ukraina

Indonesia Sebarkan Perdamaian di Ukraina

News | Rabu, 30 September 2015 | 07:11 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB