Bulan Depan Tarif KRL Komuter Naik, Ini harapan Penumpang

Esti Utami

Selasa, 20 Oktober 2015 | 16:03 WIB
Bulan Depan Tarif KRL Komuter Naik, Ini harapan Penumpang
Antrean pembelian tiket KRL. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Sejumlah penumpang dan komunitas pengguna kereta rel listrik (KRL) komuter mengaku setuju dengan rencana kenaikan tarif per November 2015, asalkan dibarengi dengan peningkatan layanan.

"Ya, tidak apa-apa naik toh masih tetap lebih murah dibanding lewat jalan raya," kata Andi Ardiansyah, penumpang KRL asal Kota Bogor saat ditemui di Bogor, Selasa (20/10/2015).

Menurut Andi, kenaikan tarif KRL sebesar 50 persen tidak menjadi persoalan namun yang terpenting pelayanan terus ditingkatkan. Pelayanan yang dimaksudkannya adalah kepastian jadwal dan informasi yang jelas tentang kereta baik dari pihak operator maupun petugas di dalam kereta.

"Kalau bisa, operator dan 'announcer' (petugas) di dalam kereta lebih informatif kalau ngasih tahu informasi, misalnya info tentang gangguan di lintasan," katanya.

Menurut Andi, selama ini informasi yang disampaikan oleh operator maupun petugas hanya menyampaikan kereta belum bisa diberangkatkan karena tertahan di antrean KA. Bagi penumpang, lanjut dia, walau tidak dikasih tahu juga akan mengetahui kereta belum berangkat karena ada antrean.

"Yang ingin diketahui oleh penumpang penyebab antrean itu, apakah mogok, atau gangguan sinyal, atau wesel," ujarnya.

Kalau penumpang tahu penyebabnya, lanjutnya, penumpang bisa mempertimbangkan apakah harus tetap menunggu atau mencari alternatif yang lain. Sementara itu, Gilang Ketua Umum Gerakan Muda Penggemar KA (GM-MARKA) juga tak menolak rencana kenaikan tarif KRL komuter.

"Kita setuju saja tarif dinaikkan, asalkan kualitas layanan senantiasa ditingkatkan," katanya.

Layanan yang dimaksudkannya, menambah blok sinyal dan sistem keselamatan seperti ATS (automatic train stop) agar keselamatan penumpang dan kelancaran perjalanan KRL bisa lebih ditingkatkan.

"Karena pemerintah harus mengambil tanggung jawab untuk memperbaiki infrastruktur KA," katanya.

PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (KCJ) akan menaikkan tarif KRL hingga 50 persen di awal November 2015. Keputusan ini menyusul telah berakhirnya masa kontrak dana subsidi "public service obligation (PSO)" yang diterima KCJ terhitung 18 November 2015.

Upaya menaikkan tarif KRL dilakukan agar penumpang tetap bisa mendapatkan PSO hingga Desember ini. Maka itu, komposisi PSO dihitung ulang.

Saat ini tarif yang berlaku berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2015 untuk KRL jarak 1-25 kilometer pertama tarif dasar operator KCJ sebesar Rp5.000. PSO yang diberikan sebesar Rp 3.000, sedangkan penumpang hanya membayar Rp2.000.

Setelah perubahan yang dilakukan nanti, maka PSO untuk 25 kilometer pertama hanya Rp2.000. Jadi, penumpang harus membayar Rp3.000.

Untuk jarak 1-10 kilometer selanjutnya saat ini tarif dasar operator sebesar Rp 2.000 dan mendapat PSO sebesar Rp 1.000. Per awal November nanti berdasarkan skema perubahan, PSO untuk 1-10 kilometer selanjutnya hanya Rp500 dan penumpang harus membayar sebesar Rp 1.500. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

17 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga 30 September 2026

17 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga 30 September 2026

News | Senin, 07 September 2026 | 21:16 WIB

Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?

Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:22 WIB

WFA Jelang Lebaran 2026, Jumlah Penumpang KRL Jabodetabek Turun 29 Persen Hari Ini

WFA Jelang Lebaran 2026, Jumlah Penumpang KRL Jabodetabek Turun 29 Persen Hari Ini

News | Senin, 16 Maret 2026 | 15:55 WIB

KRL Jabodetabek Bakal Gunakan Kereta Buatan INKA, Layak Pakai?

KRL Jabodetabek Bakal Gunakan Kereta Buatan INKA, Layak Pakai?

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 12:07 WIB

Tenang! KRL Jabotabek Beroperasi 24 Jam di Malam Tahun Baru

Tenang! KRL Jabotabek Beroperasi 24 Jam di Malam Tahun Baru

Bisnis | Jum'at, 13 Desember 2024 | 19:14 WIB

Rencana Penerapan Tarif KRL Berdasarkan NIK

Rencana Penerapan Tarif KRL Berdasarkan NIK

Foto | Rabu, 18 September 2024 | 18:15 WIB

Makin Padat! Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 156,8 Juta Orang di Semester I 2024

Makin Padat! Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 156,8 Juta Orang di Semester I 2024

Foto | Selasa, 30 Juli 2024 | 18:58 WIB

Jadwal KRL Jabodetabek 2023 Terbaru Mulai 1 Juni 2023, Cek di Sini

Jadwal KRL Jabodetabek 2023 Terbaru Mulai 1 Juni 2023, Cek di Sini

News | Jum'at, 26 Mei 2023 | 17:13 WIB

Kerja Sama Berakhir, Mulai Besok Naik KRL Tidak Bisa Lagi Pakai Aplikasi LinkAja

Kerja Sama Berakhir, Mulai Besok Naik KRL Tidak Bisa Lagi Pakai Aplikasi LinkAja

News | Minggu, 15 Januari 2023 | 14:58 WIB

Terkini

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 07:44 WIB

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

×