Dampak Perubahan Iklim di Indonesia yang Sudah Terasa

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 30 Oktober 2015 | 06:06 WIB
Dampak Perubahan Iklim di Indonesia yang Sudah Terasa
Ilustrasi: Perubahan iklim. (Shutterstock)

Suara.com - Saat ini dunia tengah dilanda proses perubahan iklim, termasuk di Indonesia. Dampak nyata dialami Indonesia dari proses perubahan iklim global ini sudah nyata namun berjalan pelan.

Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar mengatakan Indonesia jangan menganggap remeh dengan keadaan iklim global saat ini. Sebab dampak nyata perubahan iklim ini sudah terlihat.

Berdasarkan data Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Itu berdampak pada, kenaikan tinggi muka laut di seluruh dunia. Datanya meningkat 10 – 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20. Para ilmuwan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 - 35 inci) pada abad ke-21.

Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau.

Sementara di Indonesia, perubahan iklim sudah menggeser masa tanam petani. Cuaca yang tidak menentu membuat petani tak lagi mudah menentukan waktu yang tepat untuk mengelola lahannya. Ini banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur. Kemarau di sana sangat panjang.

"Pergesaran masa tanam, bergeser sampai bulan. Ini dampak nyata," kara Rachmat dalam wawancara khusus dengan suara.com belum lama ini.

Selain itu kenaikan gelombang air laut. Nelayan harus menghadapi cuaca yang tidak menentu dan gelombang tinggi. Perubahan iklim juga sudah mengganggu mata pencaharian di banyak pulau. Di Maluku, nelayan mengatakan mereka tidak lagi dapat memperkirakan waktu dan lokasi yang pas untuk menangkap ikan karena pola iklim yang sudah berubah.

Data UNDP, kenaikan 1 meter permukaan laut dapat menenggelamkan 405.000 hektar wilayah pesisir dan menenggelamkan 2.000 pulau yang terletak dekat permukaan laut beserta kawasan terumbu karang.

Selain itu di Indonesia telah terjadi perubahan arah angin. Angin musim barat, yang biasanya berlangsung selama empat bulanan kini bertahan lebih lama menjadi tujuh bulan dan gelombang menjadi lebih tinggi. Sehingga perahu-perahu nelayan yang lebih besar pun tidak bisa melaut.

"Paling nyata itu di Tanah Abang, nanti akan tenggelam karena air laut meningkat. Penasan air laut yang terasa," kata dia

Mantan Menteri Lingkungan Hidup itu menambahkan perubahan iklim yang tengah berjalan di Indonesia pun menimbulkan dampak timbulnya penyakit baru. Penyakit itu disebabkan oleh suhu panas yang terus meningkat. Sehingga banyak virus yang berkembang.

"Misal di Flores. Udaranya makin panas, ada virus yang berkembang. Itu tidak kelihatan perseorangan. Karena itu bicara soal masa depan," kata Rachmat.

Sementara Kementerian Kesehatan pernah melansir jika penyakit yang mudah menyebar karena perubahan iklim adalah yang disebarkan oleh nyamuk. Semisal demam berdarah, malaria, dan chikungunya. Penyakit itu akibat kurangnya ketersediaan air bersih berakibat diare dan penyakit kulit. Kemudian peningkatan suhu lingkungan dan polutan berakibat infeksi saluran pernapasan akut, malnutrisi sampai gizi buruk, penyakit jantung, penyakit pernapasan asma, alergi, serta penyakit paru kronik.

"Ini harus disadari. Untuk masyarakat awam, ini harus mengerti," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dalai Lama: Perubahan Iklim Bisa Hancurkan Tibet

Dalai Lama: Perubahan Iklim Bisa Hancurkan Tibet

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 23:45 WIB

Jelang Pertemuan COP21, Sekjen PBB: Manusia Tidak Punya Planet B

Jelang Pertemuan COP21, Sekjen PBB: Manusia Tidak Punya Planet B

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 05:45 WIB

Akankah Bumi Membeku Seperti dalam Film "The Day After Tomorrow?"

Akankah Bumi Membeku Seperti dalam Film "The Day After Tomorrow?"

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2015 | 06:46 WIB

Pemanasan Global Akan Membuat Afrika Semakin Kering

Pemanasan Global Akan Membuat Afrika Semakin Kering

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 06:39 WIB

Prof. Rizaldi Boer: Kebakaran Lahan Sumatera Ancam Iklim Regional

Prof. Rizaldi Boer: Kebakaran Lahan Sumatera Ancam Iklim Regional

wawancara | Senin, 21 September 2015 | 07:00 WIB

Menkeu Sampaikan 3 Ukuran Keberhasilan Kebijakan Perubahan Iklim

Menkeu Sampaikan 3 Ukuran Keberhasilan Kebijakan Perubahan Iklim

News | Rabu, 02 September 2015 | 04:35 WIB

Merasa Udara Makin Panas? Ini Penyebabnya

Merasa Udara Makin Panas? Ini Penyebabnya

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2015 | 09:49 WIB

AS Kurangi Penggunaan Batubara untuk Pembangkit Listrik

AS Kurangi Penggunaan Batubara untuk Pembangkit Listrik

News | Selasa, 04 Agustus 2015 | 05:00 WIB

Ramal Konferensi COP21, Ramos Horta Dipuji Punya Insting Tuhan

Ramal Konferensi COP21, Ramos Horta Dipuji Punya Insting Tuhan

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 13:52 WIB

Takut Perundingan Gagal, Utusan Prancis Keliling Asia Untuk COP21

Takut Perundingan Gagal, Utusan Prancis Keliling Asia Untuk COP21

News | Jum'at, 03 Juli 2015 | 12:57 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×