Akankah Bumi Membeku Seperti dalam Film "The Day After Tomorrow?"

Ruben Setiawan

Selasa, 13 Oktober 2015 | 06:46 WIB
Akankah Bumi Membeku Seperti dalam Film "The Day After Tomorrow?"
Mungkinkah bencana seperti di film The Day After Tomorrow akan benar-benar terjadi. (Youtube/The Day After Tomorrow)

Suara.com - Saat film fiksi ilmiah The Day After Tomorrow dirilis pada tahun 2004, banyak pakar iklim yang mentertawai penggambaran akhir dunia yang disajikan dalam film besutan Hollywood tersebut. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh ahli klimatologi Inggris menunjukkan bahwa peluang terjadinya kiamat seperti dalam film itu makin besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Para peneliti di Universitas Southampton melakukan sebuah tes untuk menguji mungkin tidaknya situasi dalam film itu terjadi di dunia nyata. Hasilnya, ternyata bencana serupa mungkin terjadi, meski tidak separah dalam film.

Dalam The Day After Tomorrow, pemanasan global menyebabkan perubahan sistem arus utama di Samudera Atlantik yang dinamakan Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC). Arus tersebut merupakan komponen penting dalam sistem iklim Bumi. Arus tersebut berperan bak sabuk pengantar yang membawa air laut hangat dari kawasan tropis ke arah utara. Di saat bersamaan, sistem arus tersebut mendorong air yang bersuhu lebih dingin ke arah selatan untuk menjaga agar Eropa dan Amerika lebih hangat.

Apabila terjadi gangguan terhadap sistem tersebut, akan terjadi implikasi serius seperti digambarkan dalam film. Menurut para pakar di universitas tersebut, meski kredibilitas dari film tersebut diragukan, skenario terhentinya sistem AMOC akibat pemanasan global sama sekali belum pernah diujicobakan dengan pemodelan iklim yang canggih.

Maka, merekapun melakukan uji coba tersebut. Dengan pemodelan sirkulasi atmosfer yang dikenal dengan nama ECHAM, Profesor Syben Drijfhount menemukan bahwa dalam periode 20 tahun, suhu Bumi akan menurun jika terjadi pemanasan global dan terhentinya sistem AMOC secara bersamaan.

Studi yang dimuat dalam jurnal Nature itu mengatakan, skenario tersebut akan menghilangkan pemanasan global selama 15 hingga 20 tahun, dan menurunkan suhu Bumi hingga 0,8 derajat Celcius. Hasilnya, permukaan akan mengalami pendinginan selama 40 hingga 50 tahun.

"Planet Bumi akan pulih dari terhentinya AMOC dalam kurun waktu 40 tahun saat pemanasan global terus terjadi dengan kecepatan rata-rata seperti dewasa ini, namun di kawasan Atlantik Utara, butuh lebih dari seabad untuk mengembalikan suhu seperti normal," kata Profesor Drijfhout dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan universitas.

Jurnal tersebut juga mengatakan, skenario tersebut akan menimbulkan aliran udara panas dari atmosfer ke lautan, sesuatu yang terjadi dalam 15 tahun terakhir selama periode climate hiatus, kondisi yang dipahami sebagai perlambatan pemanasan global.

Namun, penyebab pelemahan pemanasan global yang terjadi saat ini tak hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan karena adanya pola cuaca El Nino, erupsi gunung berapi, dan berkurangnya emisi gas rumah kaca.

Film The Day After Tomorrow memang membesar-besarkan skenario bencana dahsyat tersebut. Namun, kemungkinan terjadinya bencana tersebut telah diramalkan oleh oleh banyak ilmuwan sejak puluhan tahun yang lalu.

Dua puluh lima tahun yang lalu pakar iklim Wally Broeker memperingatkan akan potensi terjadinya bencana dingin jika gas rumah kaca yang terkumpul menyebabkan terhentinya sistem arus AMOC.

"Ada spekulasi lama yang menyebutkan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan pencairan lebih banyak dari Greenland dan arus air dapat melemahkan Arus Teluk sehingga mendinginkan Inggris dan bagian lain dari Eropa," kata Dr. Colin Butler dari University of Canberra.

"Namun, ketika saya periksa terakhir kali, ini diperkirakan akan terjadi dalam beberapa puluh tahun ke depan," sambungnya. (News.com.au)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Vulgar, Lukisan Jalanan "Burger Kama Sutra" Tuai Kontroversi

7 Alasan Kenapa Cewek Suka Selfie di Kamar Mandi

Hendak Diautopsi di Kamar Mayat, Lelaki Ini Tiba-tiba Hidup Lagi

Pukul Wartawan, Asisten Denny "Cagur" Siap Hadapi Gugatan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Teknologi Mikroalga Diklaim Serap Karbon Setara 110 Pohon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Teknologi Mikroalga Diklaim Serap Karbon Setara 110 Pohon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:30 WIB

Terkini

5 Zodiak yang Paling Rajin Balas VN atau Typing Panjang Saat Debat

5 Zodiak yang Paling Rajin Balas VN atau Typing Panjang Saat Debat

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Adaptasi Posisi Baru Rizky Ridho di Lini Tengah Skuad Macan Kemayoran

Adaptasi Posisi Baru Rizky Ridho di Lini Tengah Skuad Macan Kemayoran

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:47 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB

×