Suara.com - Pemanasan global yang terjadi terus menerus diprediksi akan membuat kawasan Benua Afrika semakin kering kerontang. Prediksi ini berdasarkan penemuan mengejutkan di kawasan itu.
Sebuah penelitian menyebutkan ada inti sedimen yang diekstraksi dari Teluk Aden menemukan kawasan Afrika Timur yang meliputi Somalia, Djibouti dan Ethiopia telah kering pada tingkat yang luar biasa. Ini lebih cepat seabad terakhir.
Penulis utama penelitian itu yang juga profesor di University of Arizona, Jessica Tierney yakin pengeringan itu terkait dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim. Diperkirakan kawasan itu akan terus kering.
"Jika kawasan itu menjadi kering. Benar-benar mengubah model ntuk keamanan pangan dan pertanian," katanya kepada Reuters.
Penulis lainnya, Peter deMenocal dari Columbia University Lamont-Doherty Earth Observatory memperingatkan akan banyak kelompok yang butuh bantuan.
Studi ini memiliki implikasi penting bagi wilayah yang tidak stabilitas dari sisi politik dan kekerasan. Terlebih di sana sudah rentan kekeringan dan kelaparan.
Temuan itu meningkatkan ketidakpastian soal prediksi iklim saat ini. Namun ini bisa membantu membangun gambaran yang lebih akurat dalam jangka panjang. (Reuters)