Pengadilan HAM 65 di Belanda Bukan untuk Jatuhkan Martabat Bangsa

Siswanto, Bagus Santosa

Jum'at, 13 November 2015 | 18:34 WIB
Pengadilan HAM 65 di Belanda Bukan untuk Jatuhkan Martabat Bangsa
Steering Committee International People’s Tribunal 1965 Dolorosa Sinaga (kiri) dan Ketua AJI Indonesia Suwarjono. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Pengadilan rakyat kasus pelanggaran berat HAM peristiwa tahun 1965 (International People’s Tribunal on 1965 crimes against humanity in Indonesia) digelar di Den Haag, Belanda, Selasa (10/11/2015) sampai Jumat (13/11/2015).

Menurut Steering Committee International People’s Tribunal 1965 Dolorosa Sinaga, pengadilan digelar di Den Haag karena pemerintah Indonesia dinilai tidak mampu menyelesaikannya. Pengadilan di Belanda diharapkan membuahkan hasil positif.

"Bahwa kasus 65 ini kan sudah dicoba oleh begitu banyak kelompok masyarakat Indonesia yang peduli dengan pelanggaran HAM berat. Dan, Menyuarakan itu dengan bentuk atau kegiatan yang berbeda-berbeda, tapi dalam satu perspektif bahwa penelusuran sejarah, pelengkapan kebenaran harus diungkapkan, keadilan terhadap korban harus dilakukan, negara harus tanggungjawab terhadap korban 65," kata Dolorosa dalam konferensi pers di Cikini, Menteng, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

International People’s Tribunal, katanya, bertujuan untuk menegakkan hukum moral atas perlakuan pemerintah Indonesia terhadap korban dan bukan untuk memberikan hukuman penjara bagi para pelaku.

"IPT adalah sebuah pengadilan rakyat yang menggunakan format pengadilan, tapi tidak membawa pelaku ke penjara. Keputusan dalam pengadilan ini berupa moral enforcement," ujar Dolorosa.

Dolorosa mengatakan International People’s Tribunal memang tidak berlembaga hukum, namun rekomendasinya memiliki kekuatan moral yang bisa digunakan sebagai materi untuk dilanjutkan dalam proses yang lebih memiliki legalitas, yaitu Mahkamah HAM PBB.

International People’s Tribunal digelar di Den Haag, kata Dolorosa, tidak ada kaitannya antara tendensi sejarah Belanda dan penanganan kasus pelanggaran HAM oleh International People’s Tribunal.

Menurutnya, Belanda dipilih karena sudah punya reputasi internasional untuk memfasilitasi kasus serupa, di antaranya kasus di Jepang dan Palestina.

Dolorosa mengatakan jangan karena Belanda pernah menjajah Indonesia lantas dijadikan alasan menolak pengadilan HAM berat di Belanda.

Dolorosa percaya pengadilan di Belanda bisa memfasilitasi pengadilan rakyat dengan baik.

"Belanda punya reputasi internasional sebagai negara yang memfasitasi terjadinya tribunal international criminal," kata dia.

Dia menepis anggapan International People’s Tribunal di Belanda akan menjatuhkan martabat Indonesia di mata internasional. Malah sebaliknya, proses ini akan mengharumkan nama bangsa.

"Ini malah akan menguatkan Indonesia di internasional. Justru kalau indonesia mengakui kesalahan yang pernah dibuat di masa lampau dan memberikan perlindungan martabat pada korban-korbannya kita akan dilihat bangsa yang besar," kata Dolorosa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus 1965, Sutiyoso: Itu Sudah Masa Lalu, Kita Tutup Saja

Kasus 1965, Sutiyoso: Itu Sudah Masa Lalu, Kita Tutup Saja

News | Kamis, 12 November 2015 | 18:09 WIB

Kasus HAM 1965 Dibawa ke Den Haag, Paloh: Jangan Jual Bangsamu

Kasus HAM 1965 Dibawa ke Den Haag, Paloh: Jangan Jual Bangsamu

News | Rabu, 11 November 2015 | 16:45 WIB

Terkini

BRI Dekatkan Perbankan ke Pelosok, Ini Contoh BRILink Agen yang Jadi Ujung Tombak di Indragiri Hilir

BRI Dekatkan Perbankan ke Pelosok, Ini Contoh BRILink Agen yang Jadi Ujung Tombak di Indragiri Hilir

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Bukan Cuma RGB, Headset Gaming Terbaru iQOO Ini Punya Fitur Mengejutkan

Bukan Cuma RGB, Headset Gaming Terbaru iQOO Ini Punya Fitur Mengejutkan

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Bedak Tabur yang Bikin Glowing dan Tahan Lama Merek Apa? Ini 2 Rekomendasi dengan Review

Bedak Tabur yang Bikin Glowing dan Tahan Lama Merek Apa? Ini 2 Rekomendasi dengan Review

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44 WIB

6 Produk Body Care Harian untuk Mengatasi Kulit Kusam

6 Produk Body Care Harian untuk Mengatasi Kulit Kusam

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Modal Rp19 Juta, Ini Upaya BRILink Agen Ria Irawan yang Kini Berbuah Manis

Modal Rp19 Juta, Ini Upaya BRILink Agen Ria Irawan yang Kini Berbuah Manis

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Cara Agar Produk UMKM Bisa Masuk Minimarket hingga Supermarket

Cara Agar Produk UMKM Bisa Masuk Minimarket hingga Supermarket

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Sebelum File Terkunci, Ransomware Sudah Bergerak di Dalam Jaringan

Sebelum File Terkunci, Ransomware Sudah Bergerak di Dalam Jaringan

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:41 WIB

BRI Dukung Ekonomi Pelangiran Melalui Layanan BRILink Door-to-Door

BRI Dukung Ekonomi Pelangiran Melalui Layanan BRILink Door-to-Door

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Harga HP OPPO Terbaru Oktober 2026: Dari Ponsel Sejutaan hingga Flagship Lipat

Harga HP OPPO Terbaru Oktober 2026: Dari Ponsel Sejutaan hingga Flagship Lipat

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Voucher MAP hingga Terbang Gratis: Keuntungan Menggiurkan Jadi Nasabah Baru BRI

Voucher MAP hingga Terbang Gratis: Keuntungan Menggiurkan Jadi Nasabah Baru BRI

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:37 WIB

×