Basarnas Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Mataram

Angelina Donna | Suara.com

Senin, 07 Desember 2015 | 09:41 WIB
Basarnas Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Mataram
Ilustrasi

Suara.com - Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Mataram, Nusa Tenggara Barat, menghentikan pencarian Solihin (27), salah seorang nelayan asal Kota Mataram yang dilaporkan hilang di perairan laut Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (29/11/2015).

"Operasi sudah dihentikan pada hari ke enam sejak kami mendapat laporan, tapi kami tetap melakukan pemantauan," kata Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Basarnas Mataram Putu Cakra Ningrat di Mataram, Senin (7/12/2015).

Menurut dia, upaya pemantauan tetap dilakukan karena hingga saat ini nelayan yang dilaporkan hilang itu belum ditemukan, sehingga diasumsikan hilang di perairan laut.

"Kami juga tetap berkoordinasi dengan Basarnas Denpasar, Bali, jika sewaktu-waktu ada laporan korban ditemukan di perairan Bali," ujarnya.

Tim Basarnas dari Kantor SAR Mataram, kata dia, menurunkan satu tim pencari untuk melakukan upaya pencarian menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram selama satu minggu penuh.

Pencarian hari pertama difokuskan di sekitar lokasi pemancingan di perairan laut Sekotong hingga perairan Bangko-Bangko, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

"Tapi hingga hari keenam pencarian masih nihil, sehingga operasi dihentikan, itu sesuai standar operasional prosedur," ucap Cakra.

Solihin (27), seorang nelayan asal Kampung Bugis, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, dilaporkan hilang ketika memancing ikan di perairan laut Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (29/11).

Menurut informasi dari nelayan setempat, korban melaut sejak Sabtu (28/11) sekitar pukul 05.00 WITA, dan seharusnya kembali ke darat pada sore harinya, namun hingga malam hari korban tidak kembali.

Beberapa nelayan di lokasi kejadian sempat melihat korban terakhir kalinya di perairan laut Sekotong sekitar 3,5 "nautical mile" dari daratan Sekotong.

Sejumlah nelayan di Sekotong, juga juga menduga korban tersambar petir ketika berada di tengah laut pada saat kondisi cuaca buruk.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H Mutawalli, yang dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan terkait adanya nelayan dari daerahnya yang hilang ketika mencari ikan di perairan laut Kabupaten Lombok Barat, meskipun musibah tersebut sudah berlangsung satu minggu lebih.

"Saya belum dapat laporannya, coba nanti saya tanyakan kepala bidang saya. Soal santunan dan asuransi juga belum ada karena kami belum terima laporan terkait musibah tersebut," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nelayan Sebatik Tersesat Akibat Asap Kebakaran Hutan

Nelayan Sebatik Tersesat Akibat Asap Kebakaran Hutan

News | Kamis, 24 September 2015 | 00:35 WIB

Terkini

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:54 WIB

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:38 WIB

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:32 WIB

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:46 WIB

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB