Protes Larangan Salat, 190 Pekerja Muslim di AS Dipecat

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 04 Januari 2016 | 03:39 WIB
Protes Larangan Salat, 190 Pekerja Muslim di AS Dipecat
Ilustrasi larangan shalat [Shutterstock]

Suara.com - Sebanyak 190 pekerja, kebanyakan kaum imigran dari Somalia, telah dipecat oleh pabrik pengepakan daging di Fort Morgan, Colorado Amerika Serikat. Pemecatan terjadi setelah para pekerja memprotes larangan melakukan ibadah shalat yang diterapkan perusahaan.

PHK di Cargill terjadi setelah 10 hari berlangsung protes akibat kegagalan negosiasi antara pekerja dengan perusahaan yang dimediasi oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR).

Menurut juru bicara CAIR dan direktur eksekutif Jaylani Hussein, Beberapa pekerja yang dipecat telah bekerja untuk perusahaan selama 10 tahun.

Akar persoalan adalah keputusan perusahaan untuk tidak lagi memperbolehkan karyawan Muslim melakukan shalat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sebelumnya, menurut CAIR, pabrik di Cargill ini tidak hanya diperbolehkan praktek shalat, tetapi juga tidak memberikan ruangan untuk para karyawan melakukan shalat.

Waktu untuk shalat hanya diberikan apda jam istirahat 15 menit untuk makan siang yang belum dibayar.

"Mereka merasa hilang doa mereka lebih buruk dari kehilangan pekerjaan mereka," kata Hussein, menjelaskan bahwa bahkan jika pekerja dipecat diperbolehkan untuk kembali pekerjaan mereka, mereka masih ingin berdoa di tempat kerja. "Ini seperti kehilangan berkat dari Tuhan."

Cargill membantah mengubah kebijakannya mengenai doa di tempat kerja dan mengatakan akomodasi tersebut tidak dijamin.

"Di pabrik Fort Morgan, ada ruangan yang bisa digunakan oleh semua karyawan untuk berdoa. Ruangan ini didirikan pada bulan April 2009, dan tersedia selama shift kerja berdasarkan kemampuan kita untuk secara memadai staf area kerja tertentu," kata perusahaan dalam pernyataan resminya.

"Sementara upaya-upaya yang dilakukan untuk mengakomodasi karyawan, akomodasi tidak dijamin setiap hari dan tergantung pada sejumlah faktor yang dapat, dan lakukan, perubahan dari hari ke hari. Ini telah jelas dikomunikasikan kepada seluruh karyawan. Cargill membuat setiap usaha yang wajar untuk menyediakan akomodasi agama untuk seluruh karyawan berdasarkan kemampuan kita untuk melakukannya tanpa gangguan untuk usaha pengolahan daging sapi kami di Fort Morgan, "ujar perusahaan.

Cargill mengatakan pemecatan terhadap pekerja hanya setelah dilakukan setelah beberapa upaya untuk membahas situasi dengan karyawan lokal dari Somalia Kandas.

Perusahaan yang berbasis di Kansas, Cargill, memiliki 155.000 karyawan dari 68 negara. Fakta ini terungkap dalam dokumen perusahaan perusahaan. Fort Morgan mempekerjakan sekitar 2.000 orang dengan setiap pekerja memiliki penghasilan $ 14 per jam.

(Rusia Today)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB

Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati

Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati

Sport | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:55 WIB

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:58 WIB

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:10 WIB

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:05 WIB

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:41 WIB

FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global

FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:09 WIB

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:20 WIB

Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun

Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB