Masyarakat Adat Nilai Pembebasan Lahan Gas Masela Bermasalah

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 08 Januari 2016 | 22:01 WIB
Masyarakat Adat Nilai Pembebasan Lahan Gas Masela Bermasalah
Ilustrasi penebangan hutan (Shutterstock).

Suara.com - Pembebasan lahan untuk proyek gas Masela di Maluku Selatan dinilai merugikan masyarakat. Sebab pembebasan lahan itu berpotensi tidak memperhatikan keseimbangan ekologi dan lingkungan.

Mahyudin Rumata, Pengurus Pusat Pemuda Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku mengatakan pPulau mana pun yang dipilih, baik Yamdena, Aru, maupun Saumlaki adalah pulau-pulau kecil.

"Jika kemudian lahan dibuka, hutan ditebang, lahan warga digusur, mereka ini harus pindah ke mana?" katanya, Jumat (8/1/2016).

Menurut dia, hal itu bertentangan dengan komitmen Presiden mengenai kelestarian lingkungan yang disampaikan pada Konferensi COP 21 di Paris. Jika "participating interest" sebesar 10 persen yang dijanjikan dapat dikelola dengan baik dan sehat oleh pemerintah daerah, perekonomian rakyat Maluku akan sangat terbantu.

Namun lebih penting pengambilan keputusan yang tidak berlama-lama dan perhitungan yang terukur mengenai skema mana yang mampu memberikan keuntungan lebih cepat dan lebih baik bagi masyarakat. Tanpa memberikan dampak negatif lebih lanjut.

"Pengelolaannya harus transparan, terarah, dan terukur untuk kesejahteraan rakyat Maluku. DPRD maupun semua pihak terkait, termasuk masyarakat madani, harus mengawasinya," katanya.

Sementara jika berbicara mengenai penerimaan negara, baru-baru ini dalam salah satu diskusi yang digelar stasiun radio swasta, Satya Yudha, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI melihat pendapatan negara yang akan didapat melalui skema FLNG pun cenderung lebih tinggi, sekitar 57 miliar dolar AS.

Sebelumnya, pengamat energi Fabby Tumiwa mengamini pernyataan Satya Yudha yang mengetengahkan hasil kajian LPEM UI.

"Opsi FLNG akan memberikan manfaat ekonomi lebih baik bagi Indonesia. PDB tercatat sebesar 126,3 miliar dolar AS vs 122 miliar dolar AS dibandingkan onshore. Sementara itu, penerimaan negara yang lebih besar, yaitu 51,8 miliar dolar AS vs 42,3 miliar dolar AS bila di onshore," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Diminta Pilih Opsi Kilang Terapung di Blok Masela

Pemerintah Diminta Pilih Opsi Kilang Terapung di Blok Masela

Bisnis | Jum'at, 08 Januari 2016 | 01:06 WIB

Proyek Gas Blok Masela

Proyek Gas Blok Masela

Foto | Selasa, 29 Desember 2015 | 16:36 WIB

Konsultan Blok Masela Rekomendasikan Pembangunan Kilang di Laut

Konsultan Blok Masela Rekomendasikan Pembangunan Kilang di Laut

Bisnis | Selasa, 29 Desember 2015 | 15:20 WIB

Soal Blok Masela, Presiden Jokowi Tak Mau Tergesa-Gesa

Soal Blok Masela, Presiden Jokowi Tak Mau Tergesa-Gesa

Bisnis | Selasa, 29 Desember 2015 | 12:16 WIB

Soal Teknologi Blok Masela, Pengamat: Keputusan di Presiden

Soal Teknologi Blok Masela, Pengamat: Keputusan di Presiden

Bisnis | Selasa, 22 Desember 2015 | 13:12 WIB

Soal Blok Masela, Pengamat: Pikirkan Nilai Tambah Ekonomi

Soal Blok Masela, Pengamat: Pikirkan Nilai Tambah Ekonomi

Bisnis | Selasa, 22 Desember 2015 | 11:51 WIB

Ekonom: Pembangunan Kilang Blok Masela Sebaiknya di Darat

Ekonom: Pembangunan Kilang Blok Masela Sebaiknya di Darat

Bisnis | Kamis, 03 Desember 2015 | 21:11 WIB

Kaji Infrastruktur Blok Masela, SKK Migas Bayar Konsultan 3,8 M

Kaji Infrastruktur Blok Masela, SKK Migas Bayar Konsultan 3,8 M

Bisnis | Senin, 30 November 2015 | 18:12 WIB

Luhut Ingin Pengelolaan Blok Masela Dilakukan di Darat

Luhut Ingin Pengelolaan Blok Masela Dilakukan di Darat

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 11:15 WIB

Tiga  Konsultan Asing Kaji Pengembangan Blok Migas Masela

Tiga Konsultan Asing Kaji Pengembangan Blok Migas Masela

Bisnis | Kamis, 12 November 2015 | 07:08 WIB

Terkini

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi

Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:26 WIB

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:58 WIB

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:57 WIB

×