JK Sebut Bahaya Sinetron yang Menampilkan Gaya Hidup Mewah

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 21 Januari 2016 | 10:57 WIB
JK Sebut Bahaya Sinetron yang Menampilkan Gaya Hidup Mewah
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan mantan mentri ESDM Jero Wacik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (14/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan bahwa ketimpangan atau kesenjangan tingkat pendapatan di dalam masyarakat lebih berbahaya daripada persoalan melambatnya pertumbuhan perekonomian.

"Masalah sosial juga ada hubungannya dengan kondisi ekonomi, yaitu ketimpangan yang harus diperbaiki," kata Jusuf Kalla (JK) saat menjadi pembicara dalam acara News Forum Redaksi Indonesia 2016: Challenges and Opportunities di MNC News Center di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Banyak negara lebih menghadapi masalah lebih karena ketimpangannya yang melonjak dibandingkan dengan masalah melambatnya pertumbuhan. Wapres juga mengingatkan bahwa media massa dapat mengubah gaya hidup banyak orang.

Seperti kalau tayangan sinetron hanya menampilkan kondisi rumah mewah dan hidup glamor secara terus-menerus. Maka masyarakat lama kelamaan juga bisa melupakan masalah sosial seperti persoalan kekumuhan di banyak daerah.

"Apa akibatnya, terjadi kesenjangan yang lebih berbahaya daripada masalah pertumbuhan itu sendiri," katanya.

Kalla juga mengingatkan bahwa "gini ratio" atau nilai ketimpangan di suatu wilayah-negara di Indonesia sekitar 0,41-0,43. Padahal "Arab Spring" (revolusi di Timur Tengah) terjadi saat "gini ratio" kawasan tersebut ada di kisaran 0,45.

Terkait dengan masalah perekonomian global, Wapres menyatakan bahwa yang efek melemahnya ekonomi global memberikan dampak yang berbeda-beda, seperti yang terjadi di Pulau Kalimantan dan Sumatera berbeda dengan efek di Jawa.

Sedangkan akibatnya secara nasional, ujar dia, membuat pertumbuhan nasional menjadi melemah serta tidak mencapai target.

Sedangkan terkait dengan harga minyak mentah dunia yang terus menurun, Wapres menyatakan bahwa hal itu juga berdampak seperti anggaran Arab Saudi yang menderita defisit anggaran hingga sekitar 20 persen per tahun.

"Kalau lima tahun seperti ini bisa bangkrut," katanya.

JK menganalisis bahwa penurunan harga minyak terjadi karena sebelumnya OPEC (organisasi negara-negara pengekspor minyak) pernah berupaya membatasi produksi minyak agar harga naik, tetapi akibatnya negara-negara anggota OPEC kehilangan "market share" (ceruk pasar).

"Ditambah dengan ISIS dan Irak menjual minyak murah untuk kebutuhan perang mereka," kata Jusuf Kalla.

Bagi Indonesia, lanjutnya, harga minyak yang terus menurun juga berdampak kepada berkurangnya beban subsidi di anggaran negara, tetapi hal itu juga dinilai membuat pendapatan negara juga menurun.

Kalla juga memaparkan ada empat permasalahan di bidang perekonomian yang dihadapi secara nasional, yaitu di sektor finansial atau keuangan, infrastruktur-logistik, birokrasi, dan energi.

JK berpendapat, kelemahan itu seperti di sektor keuangan bukan karena banyaknya bank, tetapi lebih karena persaingan yang tinggi sehingga mengakibatkan bunga juga berpotensi tinggi.

Sementara itu, CEO MNC Group Hary Tanusoedibjo menyebutkan, ada artikel yang menyebutkan bahwa harga minyak turun terendah selama sekitar 13 tahun terakhir adalah karena konspirasi dari negara-negara Timteng dan Barat guna menjatuhkan Rusia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kredit Otomotif Danamon Turun Rp6 Triliun

Kredit Otomotif Danamon Turun Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2015 | 18:25 WIB

Rating "Rajawali Jeblok, Bella Sophie Bantah Dia Penyebabnya

Rating "Rajawali Jeblok, Bella Sophie Bantah Dia Penyebabnya

Entertainment | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 10:56 WIB

Menteri PPN: Masyarakat 'Tercekik'

Menteri PPN: Masyarakat 'Tercekik'

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 13:19 WIB

Ekonomi Melemah, Kredit Macet di NTB Makin Banyak

Ekonomi Melemah, Kredit Macet di NTB Makin Banyak

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 08:11 WIB

Rupiah Terus Melemah, Ini Penjelasan Gubernur BI

Rupiah Terus Melemah, Ini Penjelasan Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 06:02 WIB

Trik Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Trik Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 16:36 WIB

India Turunkan Suku Bunga untuk Dorong Pertumbunan Ekonomi

India Turunkan Suku Bunga untuk Dorong Pertumbunan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 17:24 WIB

Jokowi: Masih Banyak Kendala Investasi di Indonesia

Jokowi: Masih Banyak Kendala Investasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 15:23 WIB

Saham Hongkong Jatuh, Yuan Menguat

Saham Hongkong Jatuh, Yuan Menguat

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 09:49 WIB

Ribuan Buruh Perusahaan Logistik Kena PHK

Ribuan Buruh Perusahaan Logistik Kena PHK

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 16:41 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×