Ekonomi Melemah, Kredit Macet di NTB Makin Banyak

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 02 Oktober 2015 | 08:11 WIB
Ekonomi Melemah, Kredit Macet di NTB Makin Banyak
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Barat merilis persentase non performing loan (NPL) atau kredit macet perbankan di sana. Hasilnya kredit macet di sana peningkatan dari 1,58 persen selama Desember 2014 menjadi 1,91 persen pada akhir Agustus 2015.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Yusri menilai salah satu penyebab meningkatnya persentase kredit macet yang disalurkan lembaga perbankan adalah kondisi perekonomian yang mengalami kelesuan secara nasional.

"Persentase kredit macet bisa meningkat lagi jika kondisi perekonomian belum membaik," katanya.

Kondisi tersebut berdampak juga terhadap perekonomian di daerah, khususnya sektor usaha yang mengandalkan bahan baku dari impor. Meskipun nilai tukar rupiah terus melemah, Yusri menilai tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi perbankan di NTB karena likuiditas perbankan di wilayah kerjanya masih tergolong cukup kuat meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan pada Kuartal I 2015.

"Persentase kredit macet memang terus meningkat. Namun, masih di bawah ketentuan sebesar 5 persen. Likuiditas perbankan juga masih aman. Akan tetapi, tentu harus tetap diantisipasi segala kemungkinan dampak pelemahan ekonomi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Prijono mengakui kinerja bank umum (konvensional dan syariah) mengalami perlambatan pertumbuhan pada Triwulan II 2015. Hal itu terlihat dari indikator aset bank umum pada triwulan kedua 2015 mengalami perlambatan pertumbuhan dari 15,61 persen (yoy) pada triwulan pertama 2015 menjadi 13,30 persen (yoy) pada Triwulan II 2015.

Aset bank umum pada Triwulan II 2015 mencapai Rp28,84 triliun. Sebagian besar aset bank umum di NTB merupakan aset pada kelompok bank pemerintah dengan porsi sebesar 73,54 persen, sedangkan kelompok bank swasta nasional dan bank asing campuran masing-masing sebesar 26,12 persen dan 0,33 persen.

Perlambatan pertumbuhan aset bank umum tersebut sejalan dengan perlambatan pertumbuhan pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan transaksi antarbank dan antarkantor. Jumlah nominal DPK bank umum pada Triwulan II 2015 mencapai Rp18,25 triliun. Penghimpunan DPK tersebut mengalami perlambatan pertumbuhan dari 19,54 persen (yoy) pada triwulan pertama 2015, menjadi sebesar 14,49 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

"Perlambatan pertumbuhan DPK tersebut kemudian juga diikuti dengan perlambatan pertumbuhan kredit yang disalurkan," ujarnya.

Indikator lainnya, kata dia, adalah penyaluran kredit bank umum pada triwulan kedua 2015, yang mencapai Rp22,54 triliun atau tumbuh 14,01 persen (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut melambat jika dibandingkan tingkat pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 14,96 persen (yoy).

Sebagian besar kredit yang disalurkan di NTB, kata dia, masih merupakan kredit konsumsi dengan porsi sebesar 56,91 persen dari total kredit.

"Share kredit konsumsi tersebut lebih tinggi daripada kredit produktif (kredit modal kerja dan kredit investasi) yang porsinya sebesar 43,09 persen dari total kredit," kata Prijono. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Terus Melemah, Ini Penjelasan Gubernur BI

Rupiah Terus Melemah, Ini Penjelasan Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 06:02 WIB

Trik Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Trik Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 16:36 WIB

India Turunkan Suku Bunga untuk Dorong Pertumbunan Ekonomi

India Turunkan Suku Bunga untuk Dorong Pertumbunan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 17:24 WIB

Jokowi: Masih Banyak Kendala Investasi di Indonesia

Jokowi: Masih Banyak Kendala Investasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 15:23 WIB

Saham Hongkong Jatuh, Yuan Menguat

Saham Hongkong Jatuh, Yuan Menguat

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 09:49 WIB

Ribuan Buruh Perusahaan Logistik Kena PHK

Ribuan Buruh Perusahaan Logistik Kena PHK

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 16:41 WIB

Kemenaker: 43.085 Buruh DiPHK Sejak Awal 2015

Kemenaker: 43.085 Buruh DiPHK Sejak Awal 2015

News | Senin, 28 September 2015 | 14:27 WIB

Rupiah Menguat karena Aksi Ambil Untung

Rupiah Menguat karena Aksi Ambil Untung

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 10:43 WIB

Analis: Kunjungan Jokowi ke Timur Tengah Sia-sia

Analis: Kunjungan Jokowi ke Timur Tengah Sia-sia

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 10:40 WIB

Tony Prasetiantono: Tak Mudah Ubah Struktur Ekonomi Indonesia

Tony Prasetiantono: Tak Mudah Ubah Struktur Ekonomi Indonesia

wawancara | Senin, 28 September 2015 | 07:00 WIB

Terkini

Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan

Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan

Batam | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Rencana Ekspor Listrik ke Singapura Dikaji Ulang, Bahlil Soroti Kebutuhan Nasional

Rencana Ekspor Listrik ke Singapura Dikaji Ulang, Bahlil Soroti Kebutuhan Nasional

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Erick Thohir Turun Tangan! Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Bobotoh di Pakansari

Erick Thohir Turun Tangan! Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Bobotoh di Pakansari

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Wajah Malah Terlihat Kusam Setelah Memakai Sunscreen dan Cara Mengatasinya

Kenapa Wajah Malah Terlihat Kusam Setelah Memakai Sunscreen dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti

Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:42 WIB

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas

Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

×