Proyek Kereta Cepat Dicurigai Sarat Kepentingan Rini Soemarno

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 22 Januari 2016 | 15:58 WIB
Proyek Kereta Cepat Dicurigai Sarat Kepentingan Rini Soemarno
Lokasi groundbreaking proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Kamis (21/1/2016), di Cikalong Wetan, Bandung Barat. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Pengamat ekonomi dan politik dari Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri, mengungkapkan adanya banyak kejanggalan dalam proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Seperti diketahui, pembangunan proyek itu baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (21/1/2016), di Cikalong Wetan, Bandung Barat.

Faisal menuding bahwa proyek yang menelan investasi sekitar Rp70 triliun dan disebut tidak menggunakan uang negara tersebut, mengandung unsur kepentingan pribadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang notabene menjadi penghubung antara Indonesia dan Cina soal investasi di sektor transportasi.

"Sebut saja, ada Rini Soemarno. Ini apa hubungannya? Bagaimana urus deal-nya dulu? Oke, kok bukan Pak Jonan? Kok yang ngurus kereta api malah nggak diajak? Kok yang ngurusin kereta api Menteri BUMN?" kata Faisal, saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2016).

 
Lebih jauh, Faisal bahkan menilai penunjukan Cina sebagai investor dalam pembangunan kereta cepat ini berkaitan dengan pinjaman yang diberikan oleh China Development Bank (CDB) kepada tiga bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, dan PT Bank Rakyat Indonesia.

"Apa kaitannya dengan pinjaman yang dikasih ke Mandiri, BNI dan BRI yang masing-masing 1 miliar dolar AS? Ini hubungannya apa? Jadi, menurut saya, harus dibuka dan terang-benderang, supaya Pak Jokowi tidak dijerumuskan oleh para pembantunya, oleh para menterinya," tegasnya.

Meski Menteri BUMN mengklaim tak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam proyek ini, namun Faisal menilai bahwa konsorsium tersebut akan tetap mengeluarkan kocek perusahaan negara yang diperoleh dari mekanisme Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Jadi akal-akalan, pemerintahnya membiayai BUMN lewat PMN. Jadi, APBN juga (jatuhnya). Saya enggak suka kalau akal-akalan kayak gini. Jadi, perlu dipertanyakan reputasi Rini Soemarno," ungkapnya.

Faisal pun menilai, direstuinya proyek KA Cepat ini oleh Presiden Jokowi kemungkinan lantaran Jokowi sendiri tidak mendapatkan informasi yang utuh terkait proyek ini. Maka, dia pun menyerukan kepada Rini Soemarno untuk dapat menjelaskan permasalahan ini secara gamblang.

"Presiden kita itu tidak bodoh. Dia (Jokowi) merestui proyek ini karena beliau itu kurang lengkap (informasinya) dan terkesan tidak ada masalah. Jadi harus dijelaskan secara gamblang ini," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miniatur KA Cepat Jakarta-Bandung Pertama di Asia Tenggara

Miniatur KA Cepat Jakarta-Bandung Pertama di Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 21 Januari 2016 | 18:11 WIB

Dirut Kereta Cepat Jamin Tak Ada Kecelakaan

Dirut Kereta Cepat Jamin Tak Ada Kecelakaan

Bisnis | Kamis, 21 Januari 2016 | 17:00 WIB

Ahok Puji Pemerintah Bisa Mulai Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung

Ahok Puji Pemerintah Bisa Mulai Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung

News | Kamis, 21 Januari 2016 | 16:20 WIB

Terkini

Bikin Kaget Fans, Kim Yong Ji Nikahi Pria Jepang dan Nantikan Anak Pertama

Bikin Kaget Fans, Kim Yong Ji Nikahi Pria Jepang dan Nantikan Anak Pertama

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya

Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Rektor IPB Alim Setiawan Santer Dikabarkan Jadi Wamentan?

Rektor IPB Alim Setiawan Santer Dikabarkan Jadi Wamentan?

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Tangis Tengah Malam di Balik Tembok: Bayi Merah Ditemukan Menggigil di Tanah Tanpa Sehelai Benang

Tangis Tengah Malam di Balik Tembok: Bayi Merah Ditemukan Menggigil di Tanah Tanpa Sehelai Benang

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:59 WIB

BNPB Buka Suara soal Isu Pergantian Pimpinan Usai OTT KPK: Belum Ada Info Resmi

BNPB Buka Suara soal Isu Pergantian Pimpinan Usai OTT KPK: Belum Ada Info Resmi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:57 WIB

GIIAS Makassar 2026 Siap Hadirkan Deretan Merek Otomotif Global Terlengkap

GIIAS Makassar 2026 Siap Hadirkan Deretan Merek Otomotif Global Terlengkap

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Persib Tekuk Cong Viettel 1-0, Igor Tolic Bangga dengan Kekompakan Tim

Persib Tekuk Cong Viettel 1-0, Igor Tolic Bangga dengan Kekompakan Tim

Jabar | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Ubah Wajah Kampung Ambon, Pemkot Jakbar Kaji Pembangunan Taman dan Lapangan Olahraga

Ubah Wajah Kampung Ambon, Pemkot Jakbar Kaji Pembangunan Taman dan Lapangan Olahraga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Shonen Jump+ Buka Kompetisi Manga Heroine "Cute", Hadiah Utama 500.000 Yen

Shonen Jump+ Buka Kompetisi Manga Heroine "Cute", Hadiah Utama 500.000 Yen

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Chanee Kalaweit: Pak Prabowo, Bagaimana 639 Hektare Lahan Terbakar Asapnya Selimuti Kalimantan?

Chanee Kalaweit: Pak Prabowo, Bagaimana 639 Hektare Lahan Terbakar Asapnya Selimuti Kalimantan?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:48 WIB

×