Lenis Kogoya: Tanpa Masyarakat Adat, Kita Tidak Bisa Aman

Siswanto, Nikolaus Tolen

Rabu, 27 Januari 2016 | 14:08 WIB
Lenis Kogoya: Tanpa Masyarakat Adat, Kita Tidak Bisa Aman
Perwakilan Suku Dayak, Kutai Barat, Kalimantan Timur, menemui Staf Khusus Presiden Joko WIdodo, Lenis Kogoya [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Perwakilan Suku Dayak, Kutai Barat, Kalimantan Timur, menemui Staf Khusus Presiden Joko WIdodo, Lenis Kogoya, di kantor Staf Khusus Presiden di Jalan Veteran 18, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2016).

Usai bertemu perwakilan Suku Daya, Lenis mengatakan keutuhan dan kedamaian negara Indonesia sulit dicapai kalau peran masyarakat adat di setiap daerah tidak dihormati.

"Kalau tanpa adat kita tidak bisa aman, dan untuk  mencapai target yakni negara kita yang aman sangat sulit, karena adat hanya melekat pada masyarakat, dan masyarakat itu akan mendengar para kepala adanya,"  kata Lenis yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua.

Lenis bercerita dirinya sekarang menjadi Staf Khusus Presiden dan akan berjuang agar peran lembaga adat dihormati pemerintah. 

"Saya sebagai kepala suku Provinsi Papua yang sekarang menjadi Staf Khusus Presiden, saya harus memperjuangkan bagaimana adat ini, supaya adat ini bisa mempertahankan keutuhan NKRI, dan juga suapaya adat ini bisa menjaga kedamaian di dalam kampung, distrik, kabupaten sampai provinsi," kata Lenis.

Contoh konkrit pentingnya peran adat, Lenis menunjukkan apa yang terjadi di Papua. Di Papua, katanya, apa yang disampaikan kepala suku pasti diikuti warga. Itu bukti kepala suku memiliki kemampuan dan peran untuk menciptakan situasi yang damai.

"Contohnya di Papua, dimana ada perang, saya sebagai ketua adat saya muncul, itu baru aman, tidak ada lagi perang, tidak ada lagi masyrakat yang mau berkelahi,  itu contoh saja, apalagi di Kalimantan, kan kita sering dengan, saya harap di 33 provinsi harus dihidupkan lagi adat itu, kalau kami di Papua eksis sekali itu," kata Lenis.

Perwakilan Suku Dayak, Yustinus Dullah, berharap pemerintah benar-benar memperhatikan peran lembaga adat.

"Masalah benturan lembaga adat dengan pemerintah,saya kira  Kutai Barat  itu pemerintah  sangat mendukung artinya dengan adanya lembaga adat ini," kata Yustinus Dullah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masyarakat Adat Tagih Janji Jokowi di Bundaran HI

Masyarakat Adat Tagih Janji Jokowi di Bundaran HI

News | Minggu, 24 Januari 2016 | 13:20 WIB

Buka Ruang Dialog, Jokowi akan Hadiri Pertemuan LMA Papua

Buka Ruang Dialog, Jokowi akan Hadiri Pertemuan LMA Papua

News | Jum'at, 20 November 2015 | 15:19 WIB

Ketua Adat Papua Minta Warga Serahkan Kasus Tolikara ke Polisi

Ketua Adat Papua Minta Warga Serahkan Kasus Tolikara ke Polisi

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 04:15 WIB

Pemerintah Segera Perbaiki Kerusakan Bangunan di Tolikara

Pemerintah Segera Perbaiki Kerusakan Bangunan di Tolikara

News | Minggu, 19 Juli 2015 | 12:24 WIB

Staf Khusus Jokowi Tegaskan Ricuh Tolikara Bukan Konflik Agama

Staf Khusus Jokowi Tegaskan Ricuh Tolikara Bukan Konflik Agama

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 12:44 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×