Bareskrim: Penjualan Satwa Langka Kejahatan Lintas Negara

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Selasa, 02 Februari 2016 | 15:39 WIB
Bareskrim: Penjualan Satwa Langka Kejahatan Lintas Negara
Kabareskrim Komjen Anang Iskandar menyambangi kantor KPK, Jakarta, Jumat (11/9). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komisaris Jendral Anang Iskandar mengungkapkan seluruh bentuk penjualan satwa liar dan spesies merupakan pelanggaran terhadap kovensi. Bahkan pelanggaran kelas internasional.

Dia menjelaskan Indonesia sudah melakukan perjanjian secara Internasional dan disahkan oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) lewat CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

"Kejahatan seperti ini juga merupakan tindak kejahatan lintas negara," kata Anang dalam Keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2016).

Dia mencontohkan Indonesia sangat melindungi harimau. Ada 3 subspesies harimau yang dilindungi.

"Harimau Bali, harimau Sumatera, dan harimau Jawa. tapi tinggal Harimau Sumatera, karena kedua jenis yang lain dikabarkan sudah punah," kata Anang.

Harimau Sumatera alias Panthera tigris sumatrae pun sebetulnya sudah terancam punah (Critically endangered ).

Anang juga sebutkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) jumlah harimau Sumatera tinggal 400-600 ekor, jumlah tersebut dikategorikan kritis dalam kepunahan daftar merah.

Karena semakin berkurangnya luasan hutan sebagai habitatnya. pada 2014 lalu, dalam rentang 2000-2012, ada sekitar 2,8 juta hektare habitat harimau yang hilang. Itu sama dengan 590 hektare per hari atau setara 900 kali lapangan sepak bola.

Menurut data dari WWF, jumlah populasi penyu selama 20 tahun terakhir, jumlah spesies ini menurun dengan cepat, khususnya di kawasan pasifik, hanya sekitar 2.300 betina dewasa yang tersisa.
International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menyatakan Penyu Laut masuk dalam Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies yang Terancam).

Sebagai spesies yang daur hidupnya secara alamiah sudah rentan, kelangsungan populasi Penyu Laut makin terancam dengan meningkatnya aktivitas manusia.

Aktivitas tersebut mencakup hancurnya habitat dan tempat penyu bertelur, tangkapan sampingan (bycatch), perburuan telur, perdagangan ilegal produk berbahan dasar penyu, dan berbagai eksploitasi yang membahayakan lingkungan.

Hancurnya habitat penyu akan secara langsung membahayakan kelestarian Sang Ambasador Laut ini.

Keberadaan buaya di Indonesia juga telah mengalami penurunan karena habitatnya terdesak oleh manusia sehingga justru kerap kali dibunuh oleh masyarakat.

Anang menaruh harapan besar agar masyarakat mau menghentikan aksi penjualan satwa liar ini dengan cara menyadari bahaya dari perdagangan ilegal satwa liar.

“Memelihara satwa liar, terutama yang dilindungi, termasuk menyimpan bagian- bagian tubuhnya, bukanlah sebuah kebanggaan atau prestise. Hal itu sesungguhnya merupakan suatu kejahatan karena melanggar undang-undang dan menjegal warisan atas keberadaan satwa itu kepada anak cucu kita nanti,” Ujar Anang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri LHK Sadar Hukuman untuk Penjual Satwa Langka Ringan

Menteri LHK Sadar Hukuman untuk Penjual Satwa Langka Ringan

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 15:02 WIB

Pura-pura Usaha Konveksi, Ternyata Bisnis Satwa Langka

Pura-pura Usaha Konveksi, Ternyata Bisnis Satwa Langka

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 14:52 WIB

Pemusnahan Barbuk Kulit Satwa Langka

Pemusnahan Barbuk Kulit Satwa Langka

Foto | Selasa, 02 Februari 2016 | 12:51 WIB

Pelindung Gajah Tanzania Ditembak Mati Pemburu

Pelindung Gajah Tanzania Ditembak Mati Pemburu

News | Minggu, 31 Januari 2016 | 07:14 WIB

Jual Kepala Kera Langka, George Bush Dibui, Pemasoknya dari Jawa

Jual Kepala Kera Langka, George Bush Dibui, Pemasoknya dari Jawa

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 18:25 WIB

Empat Satwa Sulteng Ini Terancam Punah

Empat Satwa Sulteng Ini Terancam Punah

News | Rabu, 06 Januari 2016 | 11:10 WIB

AS Nilai Indonesia Pengekspor Satwa Langka Terbesar

AS Nilai Indonesia Pengekspor Satwa Langka Terbesar

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 17:10 WIB

Polisi Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Perdagangan Satwa Langka

Polisi Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Perdagangan Satwa Langka

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 12:11 WIB

Nilai Penjualan Satwa Langka Lebihi Perdagangan Senpi Ilegal

Nilai Penjualan Satwa Langka Lebihi Perdagangan Senpi Ilegal

News | Rabu, 18 November 2015 | 21:14 WIB

Polisi Buru Penyandang Dana Sindikat Penjualan Satwa

Polisi Buru Penyandang Dana Sindikat Penjualan Satwa

News | Rabu, 18 November 2015 | 17:11 WIB

Terkini

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

×