Anggota Dewan Anggap Begeng Pantas Dihukum Mati

Arsito Hidayatullah

Kamis, 11 Februari 2016 | 00:48 WIB
Anggota Dewan Anggap Begeng Pantas Dihukum Mati
Januar Arifin alias Begeng tinggal bersama ibunya, Murtini, di rumah yang terletak di Jalan Al Baidho, RT 14, RW 9, nomor 12, Lubang Buaya, Jakarta Timur. [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Anggota Komisi D (Pendidikan) DPRD Depok, Rezky M Noor, berharap agar pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap Jamaludin (7) siswa kelas I SDN Beji 3 Depok, Januar Arifin alias Begeng (35) dihukum mati.

"Kalau dilihat perbuatannya Begeng pantas dihukum mati. Aparat penegak hukum harus memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku pembunuhan, agar ada efek jera di kemudian hari," kata Rezky ketika mendatangi sekolah SDN 3 Beji Depok, Rabu.

 
Rezky mendatangi sekolah tersebut untuk memberikan rasa belasungkawa dan memberikan nasehat kepada anak-anak yang sekelas dengan Jamal agar tidak mau diiming-imingi dengan seseorang yang tidak dikenal.

"Saya memberikan pengarahan kepada anak-anak agar waspada dengan orang yang tidak dikenal atau juga yang baru dikenal," katanya.

Kasus penculikan dan pembunuhan yang menimpa Jamaludin siswa kelas I SDN Beji 3 Depok mendapat banyak sorotan. Mulai dari pemerhati anak, kriminolog hingga anggota dewan.

Ia juga mengingatkan kepada anak-anak agar ketika pulang sekolah jangan main dahulu, tetapi harus langsung pulang kerumah untuk menghindari adanya orang-orang yang akan berbuat jahat terhadap dirinya.

Selain itu, Rezky juga memimpin doa bersama teman-teman sekelas Jamal agar almarhum mendapat tempat terbaik. Dalam doa juga dipanjatkan agar anak-anak selalu dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Jangan ada lagi anak-anak jadi korban kejahatan. Harus bisa jaga diri dan jangan mudah tergiur," kata Rezky.

Menurutnya, posisi anak-anak yang dianggap lemah harus mendapatkan perhatian dan perlindungan ekstra. Untuk itu perlu perhatian dari masyarakat agar lebih waspada terhadap hal-hal yang patut dicurigai.

"Masyarakat seharusnya juga aktif jangan apatis terhadap lingkungan sekitar," katanya.

Mengenai hukuman, dia meminta agar pelaku dihukum dengan disetrum. Alasannya, kata dia, agar pelaku bisa merasakan sakit yang dialami korban dan keluarganya.

"Pelaku harus juga merasakan betapa sakitnya diperlakukan dengan kejam. Saya heran kenapa ada orang yang tega menyakiti anak-anak yang tidak berdosa," katanya.

Polisi menetapkan Januar Arifin alias Begeng (35), tersangka penculik dan pembunuh Jamaluddin, bocah 7 tahun.

Jamaludin diculik usai pulang sekolah pada Sabtu (6/2) dan tidak pulang ke rumahnya di Jalan H Asmawi, Beji, Depok, dan setelah melakukan penggrebekan di rumah Begeng di Lubang Buaya Jakarta Timur polisi menemukan jasad bocah SD ini sudah tewas di kamar mandi. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polresta Depok Tunggu Hasil Autopsi Jenazah Anak SD Korban Begeng

Polresta Depok Tunggu Hasil Autopsi Jenazah Anak SD Korban Begeng

News | Rabu, 10 Februari 2016 | 12:42 WIB

Terkini

Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama

Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:17 WIB

WIKA Jual Saham Anak Usaha Energi Terbarukan, Kantongi Rp641 Juta

WIKA Jual Saham Anak Usaha Energi Terbarukan, Kantongi Rp641 Juta

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

×