Karang Cerita Perampokan, Polisi Amankan Awak Metromini 640

Suwarjono, Agung Sandy Lesmana

Senin, 15 Februari 2016 | 18:12 WIB
Karang Cerita Perampokan, Polisi Amankan Awak Metromini 640
Metromini Mogok. (Antara/Yudhi Mahatma)

Suara.com - Sopir dan kernet Metro Mini 640 jurusan Pasar Minggu - Tanah Abang masih diamankan aparat kepolisan terkait tewasnya seorang pegawai PT Telkomsel bernama Bagus Budi Wibowo. M Sasih (Sopir) dan M Endang (Kernet) mengarang cerita jika Bagus tewas akibat didorong pelaku perampokan hingga keluar Metro Mini dan akhirnya tewas terbentur aspal. Keduanya akhirnya mengakui berbohong saat dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Minggu (14/2/2016) malam.

"Sopir dan kernet masih diamankan di Polres Jakarta Pusat," kata kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal kepada wartawan, Senin (15/2/2016).

Menurut Iqbal, pihak kepolisian masih terus mendalami keterangan sopir dan kernet tersebut yang sebelumnya menyebutkan jika Bagus meninggal karena korban perampokan.

"Kami lagi bekerja untuk melakukan penyelidikan terhadap fakta-fakta yang kami dapat. Pengakuan sementara dari sopir dan kernet bahwa tidak terjadi tindak pidana di situ yang mengakibatkan korban B (Bagus) meninggal dunia," kata dia.

Meski demikian, Iqbal mengaku belum bisa menyimpulkan apakah Bagus meninggal dunia akibat korban perampokan atau murni kecelakaan.

"Direskrimum dan Polres Jakpus sampai saat ini melakukan penguatan pembuktian. Kami akan simpulkan nanti apabila semua alat bukti sudah kami dapat akan kami sampaikan ke publik apakah itu benar terjadi tindak pidana atau kecelakaan," kata Iqbal.

 Sebelumnya diberitakan, seorang karyawan PT Telkom bernama Bagus Budi Wibowo diduga menjadi korban perampokan oleh sekelompok orang tidak dikenal saat menaiki Metro Mini 640 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, Kamis (11/2/2016) lalu.

Saat itu, kondisi di dalam metro mini hanya berjumlah tujuh orang yakni satu sopir, satu kernet dan Bagus. Empat orang tersebut diduga pelaku perampokan.

Saat terjadi perampokan diduga Bagus didorong salah satu pelaku hingga keluar metro mini. Ketika itu metro mini sedang dalam kondisi berjalan. Sopir dan kernet diduga baru sadar ketika Budi terhempas ke aspal. Kemudian, sopir dan kernet metro mini tersebut membawa Budi ke rumah sakit. Bagus meninggal usai menjalani perawatan selama dua hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Harus Ada Perampokan, Dishub DKI Tetap Razia Angkutan Umum

Tak Harus Ada Perampokan, Dishub DKI Tetap Razia Angkutan Umum

News | Senin, 15 Februari 2016 | 17:28 WIB

Karyawan Telkom Dirampok, Ahok Pastikan Habisi Metromini

Karyawan Telkom Dirampok, Ahok Pastikan Habisi Metromini

News | Senin, 15 Februari 2016 | 11:07 WIB

Razia, Dishub DKI Kandangkan Metromini Tanpa Rem Tangan

Razia, Dishub DKI Kandangkan Metromini Tanpa Rem Tangan

News | Minggu, 14 Februari 2016 | 16:52 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×