Tak Harus Ada Perampokan, Dishub DKI Tetap Razia Angkutan Umum

Senin, 15 Februari 2016 | 17:28 WIB
Tak Harus Ada Perampokan, Dishub DKI Tetap Razia Angkutan Umum
Dishubtrans DKI Jakarta saat bersama TNI dan Polri menggelar Operasi Lintas Jaya Tahun 2016 di Kawasan Kampung Melayu, Jakarta, Kamis (4/2/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah menyebutkan, pihaknya tetap akan melakukan razia terhadap angkutan umum yang tak sesuai dengan ketentuan.

"Tapi kalau masalah kelayakan, nggak ada urusan sama rampok, nggak ada urusan kecelakaan, tetap saja kita razia terus masalah penertiban," ujar Andri, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/2/2016).

Terkait kasus yang dialami oleh karyawan PT Telkom bernama Bagus Budi Wibowo, yang diduga menjadi korban perampokan di dalam Metromini jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, pada Kamis (11/2) lalu, Andri berharap tidak lagi terulang. Diberitakan, Budi dirampok ketika kondisi di dalam Metromini hanya berisikan tujuh orang, yakni satu sopir, satu kernet, Budi, serta empat orang lain yang diduga pelaku perampokan.

 
Saat terjadi perampokan, diduga Budi didorong salah satu pelaku hingga keluar Metromini. Ketika itu Metromini sedang dalam kondisi berjalan. Sopir dan kernet diduga baru kemudian sadar Budi terhempas ke aspal. Sang sopir dan kernet Metromini tersebut pun membawa Budi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun dia meninggal usai menjalani perawatan selama dua hari.

"Kalau itu kan bicara masalah perampokannya. Itu mah sudah ditangani oleh pihak kepolisian-lah itu. Sama kebetulan saja lokasinya di Metromini, jadi Metromini dibawa-bawa," katanya.

Dikatakan Andri lagi, Dishubtrans DKI setiap harinya juga melakukan penertiban terhadap angkutan umum yang tak layak, termasuk razia hari ini yang tersebar di empat wilayah Jakarta.

"Kalau hari ini, semua wilayah. Tiap hari jalan. Tiap hari gue penertiban, sampai capek, sampai penuh tuh. Gua juga bingung mau ditaruh di mana lagi buat menampungnya (kendaraan yang ditahan dalam razia)," jelas Andri.

Lebih jauh, Andri pun berharap agar pemilik Metromini mau bergabung dengan PT Transportasi Jakarta dan dibayar rupiah per kilometer.

"Dia harus mau bergabung dengan kita. Tapi sampai kapan pun nggak bakalan bisa bergabung. Orang dia berantem terus," kata Andri.

"Terus kepemilikannya juga ada yang satu orang punya satu, satu orang dua (mobil). Sebenarnya arahan Pak Gubernur itu sudah kami fasilitasi. Pak Gubernur kan masih memikirkan kirnya, memikirkan keneknya," sambung Andri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI