Ketakutan Wabah Zika, Filipina Minta Perempuan Tunda Kehamilan

Arsito Hidayatullah

Selasa, 16 Februari 2016 | 17:55 WIB
Ketakutan Wabah Zika, Filipina Minta Perempuan Tunda Kehamilan
Ilustrasi virus Zika. (Shutterstock)

Suara.com - Pejabat berwenang di pemerintahan Filipina mengimbau kaum perempuan di negeri itu untuk menunda kehamilan, terkait perkembangan wabah penyakit akibat virus Zika. Meski Filipina sendiri baru punya satu laporan kasus Zika dari empat tahun lalu, imbauan itu disampaikan setidaknya sampai ada perkembangan baru dari wabah yang muncul di kawasan Amerika Latin tersebut.

Sebagaimana dilansir Reuters, ada banyak hal sebenarnya yang belum diketahui secara mendetail tentang Zika, selain bahwa penularannya terutama diketahui melalui gigitan nyamuk. Meski begitu, virus Zika sudah diyakini terkait dengan ribuan kasus kelahiran cacat di kawasan Amerika Latin, hingga bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan status darurat kesehatan publik secara internasional.

"Kepada mereka (kaum perempuan) yang tidak sedang bergegas untuk hamil, barangkali mereka bisa menundanya, dan menunggu sampai tahun depan hingga kita tahu lebih banyak tentang virus ini (Zika)," ungkap Menteri Kesehatan Filipina, Janet Garin, dalam sebuah wawancara radio, Minggu (14/2) lalu, sembari menyarankan keikutsertaan di program keluarga berencana (KB).

 
Menurut Garin lagi, pihaknya juga meminta warga Filipina untuk menghindari negara-negara yang terdampak wabah/virus Zika. Alasannya, karena menurutnya "pelancong yang terkena wabah ini di luar negeri, bisa jadi kemudian akan menularkannya secara seksual kepada pasangannya."

Wabah Zika memang belakangan jadi kian heboh, ketika Organisasi Kesehatan Pan American mengeluarkan peringatan bahwa dalam beberapa kasus, virus tersebut bisa jadi ditularkan melalui hubungan seksual. Untuk diketahui, satu-satunya kasus Zika di Filipina yang dilaporkan sejauh ini adalah pada tahun 2012 lalu, yang melibatkan seorang remaja laki-laki di Pulau Cebu.

"Kendati kami tidak memiliki kasus yang dilaporkan saat ini di Filipina, kami tahu bahwa ancaman itu ada," ungkap juru bicara Kementerian Kesehatan Filipina, Lyndon Lee-Suy, kepada Reuters. "Bahkan para suami pun harus waspada terhadap risiko kehamilan (istrinya)," tambahnya.

Sejauh ini, diketahui belum ada vaksin maupun perawatan yang paling ampuh untuk wabah Zika, yang antara lain menyebabkan demam, disertai bintik-bintik merah di kulit dan mata merah. Sekitar 80 persen orang yang terinfeksi virus Zika diketahui tidak memiliki gejala khusus.

Sementara itu, menanggapi perkembangan ini, salah seorang pemuka agama Katolik Roma di Filipina menuding Menteri Kesehatan tengah menggunakan 'ketakutan' wabah Zika untuk menyuruh orang menjalani program KB.

"Itu di luar kompetensinya untuk mengatakan hal tersebut," ungkap Uskup Agung Oscar Cruz. "Apakah tercantum dalam deskripsi tugasnya untuk mengatakan kapan perempuan boleh hamil atau tidak? Apakah ada?" tambahnya. [Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terancam Tertular Virus Zika, Rafael Nadal Tak Takut

Terancam Tertular Virus Zika, Rafael Nadal Tak Takut

News | Selasa, 16 Februari 2016 | 17:23 WIB

Korban Virus Zika di Kolombia Tembus 31.555 Orang

Korban Virus Zika di Kolombia Tembus 31.555 Orang

News | Minggu, 14 Februari 2016 | 06:10 WIB

Cegah Virus Zika, Perempuan Hamil Perlu Perlindungan Ekstra

Cegah Virus Zika, Perempuan Hamil Perlu Perlindungan Ekstra

Health | Sabtu, 13 Februari 2016 | 16:05 WIB

Terkini

Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua

Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:22 WIB

4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan

4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:14 WIB

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:13 WIB

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:02 WIB

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:53 WIB

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB