Indonesia Dorong Upaya Pemulangan Pengungsi Palestina di KTT OKI

Esti Utami Suara.Com
Kamis, 18 Februari 2016 | 15:28 WIB
Indonesia Dorong Upaya Pemulangan Pengungsi Palestina di KTT OKI
Ilustrasi bendera Palestina (Shutterstock).

Pemerintah Indonesia akan mendorong upaya pengembalian para pengungsi Palestina ke tanah airnya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) di Jakarta pada 6-7 Maret 2016.

"Indonesia dalam KTT OKI nanti juga akan mendorong upaya pengembalian para pengungsi Palestina, 'return of refugees', ke wilayah Palestina," kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Hasan Kleib di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Menurut Hasan, kegiatan permukiman ilegal oleh Israel yang sudah masuk hingga ke Yerusalem Timur akan memengaruhi komposisi demografi di wilayah tersebut, selanjutnya dapat membuat rakyat Palestina kehilangan hak atas wilayahnya.

"Bahayanya dengan permukiman tersebut akan mengubah komposisi demografi di Palestina. Jadi, dulunya, di wilayah Yerusalem Timur banyak masyarakat Palestina, semakin hari semakin sedikit dengan adanya 'Jewish settlers'," ujarnya.

"Jadi, kalau suatu hari ada referendum maka Palestina bisa kalah karena Yerusalem Timur isinya 'Jewish settler' semua, karena lima juta lebih rakyat Palestina berada di luar wilayah itu," jelas dia.

Untuk itu, lanjut Hasan, pemerintah Indonesia akan menyerukan upaya-upaya untuk mengembalikan rakyat Palestina kembali ke wilayah mereka.

Presiden Joko Widodo dalam rangkaian acara KTT ASEAN-Amerika Serikat di Sunnyland, California, Amerika Serikat juga telah mengingatkan perlunya upaya penyelesaian masalah di Palestina. Presiden Jokowi menyatakan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina terus dilakukan secara konsisten.

Salah satu wujud konkret kontribusi Indonesia adalah kesediaan Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI pada 6-7 Maret 2016. KTT Luar Biasa OKI itu akan membahas masalah Palestina dan "Al Quds Al Sharif" (Kota Suci Yerusalem).

Konferensi luar biasa itu akan mengundang para kepala negara dan kepala pemerintahan dari 57 negara anggota OKI. Selain dihadiri negara anggota OKI, KTT luar biasa itu juga rencananya akan dihadiri oleh negara-negara peninjau, yaitu Thailand, Bosnia Herzegovina, Rusia, dan Republik Afrika Tengah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI