Ducati Kirim Sinyal "Perlawanan" dengan Honda dan Yamaha?

Rizki Nurmansyah

Rabu, 24 Februari 2016 | 21:09 WIB
Ducati Kirim Sinyal "Perlawanan" dengan Honda dan Yamaha?
Ducati perkenalkan tunggangan baru mereka untuk kompetisi balap motor MotoGP 2016, (23/2) [ducati.com]

Suara.com - Perang urat syaraf dilancarkan tim MotoGP Ducati jelang bergulirnya musim baru balapan roda dua bergengsi tersebut, 20 Maret mendatang. Pabrikan asal Italia itu mengklaim Desmosedici GP16 akan jadi tunggangan yang lebih konsisten bagi kedua pembalapnya, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, dan jadi salah satu penantang kuat bagi dua pabrikan besar, Yamaha dan Honda, musim ini.

Musim lalu Ducati sempat mencuri perhatian penggemar MotoGP, khususnya di lima seri pertama, dengan mengirimkan pembalapnya empat kali naik podium. Setelah itu, Ducati yang musim lalu menggunakan Desmosedici GP15 terlihat mulai tidak konsisten performanya.

Dovizioso jadi pembalap Ducati musim lalu yang tampil menggebrak di awal dengan empat kali naik podium kedua di lima seri awal. Namun, di akhir kompetisi mantan pembalap Repsol Honda itu hanya menempati peringkat ketujuh.

Sementara, Iannone yang meski hanya tiga kali naik podium, namun performanya terhitung lebih konsisten. Pembalap berusia 26 tahun itu berhasil menempati posisi kelima klasemen akhir, terpaut 142 poin dari pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, yang jadi juara dunia dengan total 330 poin.

"Desmosedici GP16 adalah evolusi dari versi musim lalu. Tujuan kami musim ini adalah lebih konsisten mengarungi kejuaraan sepanjang seri. Musim lalu kami delapan kali naik podium dan empat diantaranya finis kedua, tapi kami tidak selalu punya konsistensi sepanjang musim," ujar Manajer Umum Ducati Corse, Gigi Dall'Inga.

"Kami harus terus berjuang mencapai posisi teratas dan kembali memenangkan balapan lagi. Kami tahu bahwa itu tujuan yang sangat ambisius, tapi kami siap menghadapi momen yang paling sulit dari tantangan tahun ini," lanjut Dall'Inga.

Terakhir kali, Ducati berhasil mencetak pembalapnya jadi juara dunia, yakni di tahun 2007. Ketika itu, Ducati diperkuat pembalap Australia, Casey Stoner, yang sukses memenangi 10 dari 18 seri yang dilombakan. (Crash)

Statistik Ducati di MotoGP 2015

Seri                       Dovizioso   Iannone

GP Qatar               Posisi 2        Posisi 3

GP Amerika          2                            5

GP Argentina       2                            4

GP Spanyol           9                            6

GP Prancis            3                            5

GP Italia                -                             2

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ducati Perkenalkan Tunggangan di MotoGP 2016

Ducati Perkenalkan Tunggangan di MotoGP 2016

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 20:15 WIB

Petrucci Gunakan "Tangan Bionik" di Seri Perdana MotoGP

Petrucci Gunakan "Tangan Bionik" di Seri Perdana MotoGP

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 19:29 WIB

Marquez Siap Berdamai, Rossi Bagaimana?

Marquez Siap Berdamai, Rossi Bagaimana?

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 18:30 WIB

Cereghini: Rossi Masih Punya Peluang Juara Dunia

Cereghini: Rossi Masih Punya Peluang Juara Dunia

News | Senin, 22 Februari 2016 | 17:45 WIB

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB