Mantan Presiden Brazil Ditangkap karena Kasus Korupsi

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 05 Maret 2016 | 01:04 WIB
Mantan Presiden Brazil Ditangkap karena Kasus Korupsi
Mantan Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva. (Reuters)

Suara.com - Kepolisian Federal Brazil menahan mantan presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva. Dia diduga terlibat kasus korupsi.

Da Silva akan dimintai keterangan dalam kasus antikorupsi dan pencucian uang. Da Silva diduga menerima dana ilegal untuk mendanai kampanye dan pengeluaran bagi Partai Buruh. Partai itu tengah berkuasa.

Polisi menyatakan pihaknya memiliki bukti bahwa Da Silva menerima keuntungan-keuntungan secara ilegal dari skema yang berjalan di perusahaan minyak milik negara, Petrleo Brasileiro SA (Petrobras), dalam bentuk pembayaran uang serta properti mewah.

"Mantan presiden Lula, selain sebagai pemimpin partai, merupakan orang terakhir yang memutuskan siapa yang akan menjadi direktur di Petrobras dan juga merupakan salah satu penerima keuntungan dari kejahatan ini," kata pernyataan polisi seperti dilansir Reuters, Jumat (4/3/2016) malam waktu Indonesia.

Penangkapan itu dilakukan Jumat siang waktu setempat. Penangkapan itu dilakukan setelah polisi melakukan 33 penggeledahan dan penahanan terhadap 11 orang. Salah satu yang digeledah adalah tempat tinggal da Silva di Bernardo do Campo.

Sekitar 200 polisi dan 30 auditor dari kantor pajak federal mengambil bagian dalam operasi tersebut. Da Silva melalui yayasan miliknya membantah terlibat korupsi dan menerima dana ilegal.

Da Silva menjabat sebagai presiden Brazil dari tahun 2003 hingga 2010. Periode itu dicurigai jaksa sebagai masa-masa sebagian besar praktik korupsi berlangsung.

Penahanan terhadap Lula akan menodai reputasinya sebagai pemimpin paling dicintai dalam sejarah modern Brazil serta mengancam pemerintahan pengganti, sekaligus anak didiknya, Dilma Rousseff.

Rousseff juga telah berkali-kali membantah melakukan tindakan ilegal. Media Brazil melaporkan, Kamis, bahwa senator dari partai berkuasa Delcidio Amaral diduga menarik presiden dan Lula ke dalam skandal yang mencekik Petrobras. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AS Imbau Ibu Hamil Waspada Zika di Olimpiade Brazil

AS Imbau Ibu Hamil Waspada Zika di Olimpiade Brazil

News | Minggu, 28 Februari 2016 | 07:27 WIB

Bank Sentral Brazil Pilih Tak Naikkan Suku Bunga Acuan

Bank Sentral Brazil Pilih Tak Naikkan Suku Bunga Acuan

Bisnis | Kamis, 21 Januari 2016 | 07:26 WIB

Ribuan Rakyat Brazil Minta Presiden Rousseff Turun karena Korupsi

Ribuan Rakyat Brazil Minta Presiden Rousseff Turun karena Korupsi

News | Senin, 14 Desember 2015 | 06:13 WIB

Paman Derlis Gonzales Meninggal Usai Nonton Adu Penalti

Paman Derlis Gonzales Meninggal Usai Nonton Adu Penalti

Bola | Minggu, 28 Juni 2015 | 15:47 WIB

Fokus Lawan Paraguay, Brasil Abaikan Kritik

Fokus Lawan Paraguay, Brasil Abaikan Kritik

Bola | Sabtu, 27 Juni 2015 | 18:00 WIB

Tim Unggulan Lolos ke Perempat Final Copa America 2015

Tim Unggulan Lolos ke Perempat Final Copa America 2015

Bola | Senin, 22 Juni 2015 | 17:00 WIB

Sepak Terjang Neymar di Copa America Berakhir

Sepak Terjang Neymar di Copa America Berakhir

Bola | Sabtu, 20 Juni 2015 | 15:04 WIB

Kartu Merah Pertama Neymar Bersama Timnas Brasil

Kartu Merah Pertama Neymar Bersama Timnas Brasil

Bola | Kamis, 18 Juni 2015 | 16:21 WIB

5 Fakta Menarik Usai Brasil Ditaklukkan Kolombia

5 Fakta Menarik Usai Brasil Ditaklukkan Kolombia

Bola | Kamis, 18 Juni 2015 | 13:11 WIB

Protes Keras, Kemenlu Tarik Sementara Dubes Indonesia di Brasil

Protes Keras, Kemenlu Tarik Sementara Dubes Indonesia di Brasil

News | Sabtu, 21 Februari 2015 | 11:09 WIB

Terkini

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:33 WIB