Rencana Bongkar Prostitusi Dadap, Legislator: Harus Persuasif

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 12 Maret 2016 | 21:12 WIB
Rencana Bongkar Prostitusi Dadap, Legislator: Harus Persuasif
Ilustrasi PSK. (Shutterstocks)

Suara.com - Legislator Kabupaten Tangerang, Banten, menyatakan bahwa pembongkaran kawasan prostitusi di Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, harus melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi matang kepada pemilik bangunan, agar tidak menimbulkan bentrok.

"Karena mereka sudah puluhan tahun mendiami tempat itu, tiba-tiba dibongkar, tentu menghilangkan penghasilan untuk membiayai kelangsungan hidup," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Nazil Fikri, di Tangerang, Sabtu (12/3/2016).

Nazil mengatakan, rencana pembongkaran bangunan di Dadap pada tanggal 26 Mei 2016 itu tidak boleh gegabah dilakukan. Menurutnya, harus ada pendekatan perorangan oleh aparat kepada masing-masing pemilik bangunan.

 
Hal itu dikatakan sehubungan dengan langkah Pemkab Tangerang menggandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk membuat rencana kawasan Dadap menjadi pusat kajian Islam dan kampung nelayan. Dalam paparan itu, Pemkab Tangerang sudah mendapatkan gambaran rencana dari Prof Budi Pratikno dari UGM untuk mengubah kawasan kumuh itu menjadi lebih baik.

Sementara saat ini, kawasan Dadap dikenal merupakan perkampungan nelayan yang kumuh di mana terdapat lokasi prostitusi, sehingga perlu dirombak dan ditata. Kawasan Dadap yang seluas sekitar 12 hektare sendiri diketahui merupakan kawasan milik PT Angkasara Pura II, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sementara sisanya merupakan tanah pengairan.

Pemkab Tangerang sendiri disebut sudah menyediakan dana Rp10 miliar dari APBD setempat untuk biaya pembongkaran, termasuk juga untuk pelatihan bagi PSK, mucikari maupun germo. Direncanakan pembongkaran bangunan dilakukan pada 26 Mei, dan saat ini sedang proses sosialisasi kepada pemilik bangunan berikut para PSK dan mucikari.

Nazil mengatakan lagi bahwa Pemkab Tangerang harus memperjelas jalur hijau yang ada di Dadap, supaya menjadi paru-paru kota dan bermanfaat karena warga dapat menghirup udara bersih. Sementara, upaya sosialisasi oleh instansi terkait diharapkan jangan satu arah dengan gaya memberi ultimatum, melainkan dengan mendengarkan juga aspirasi pemilik bangunan.

Nazil pun menambahkan, proyek penataan kawasan Dadap merupakan jangka panjang, sehingga jangan sampai terjadi persoalan hukum belakangan lantaran kurangnya sosialisasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang, Iskandar Mirsyad, mengatakan telah memiliki perencanaan matang dalam penataan kawasan prostitusi di Desa Dadap, mulai dari pembongkaran pada 26 Mei hingga akhir Desember 2018. Demikian pula soal penataan kawasan tesebut, yang menurutnya diupayakan tidak mengunakan APBD setempat melainkan dari dana CSR.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Pemkab Tangerang, Yusuf Herawan, sempat menyatakan bahwa keberadaan sejumlah bangunan di kawasan prostitusi di Desa Dadap, itu antara lain melanggar Perda 10 tahun 2006 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makassar Ingin Ubah Lokalisasi Nusantara Jadi Kawasan Kuliner

Makassar Ingin Ubah Lokalisasi Nusantara Jadi Kawasan Kuliner

News | Kamis, 10 Maret 2016 | 00:05 WIB

DPR Kritik Pelibatan TNI Dalam Rencana Penggusuran di Kalijodo

DPR Kritik Pelibatan TNI Dalam Rencana Penggusuran di Kalijodo

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 16:04 WIB

Dari Panti Ini, Para Perempuan Bangkit Tinggalkan Dunia Malam

Dari Panti Ini, Para Perempuan Bangkit Tinggalkan Dunia Malam

Lifestyle | Selasa, 23 Februari 2016 | 08:41 WIB

Ahok Ditantang Tak Hanya Berani Gusur Kalijodo

Ahok Ditantang Tak Hanya Berani Gusur Kalijodo

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 02:51 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×