Dari Panti Ini, Para Perempuan Bangkit Tinggalkan Dunia Malam

Esti Utami

Selasa, 23 Februari 2016 | 08:41 WIB
Dari Panti Ini, Para Perempuan Bangkit Tinggalkan Dunia Malam
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) menyapa mantan PSK saat meninjau Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulya Jaya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (22/2). (Antara/Prasetyo Utomo)

Suara.com - Pohon-pohon rindang menaungi Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulya Jaya, Pasar Rebo Jakarta Timur, memberi kesejukan di tengah panasnya udara Jakarta.

Di sebuah ruangan yang sesak oleh puluhan perempuan, Devi sibuk menghias tutup gelas. Tangannya cekatan menempelkan kain dan renda di tutup-tutup plastik itu. Di depannya setumpuk tutup gelas yang sudah dihias.

Sudah empat bulan Devi yang mengaku berasal dari Bekasi rutin melakukan kegiatan itu, wajar saja dia mahir dan cekatan menempel pernak pernik.

"Sebenarnya tidak betah di sini, ingin pulang," kata gadis berkulit putih itu. Tidak diketahui pasti berapa usianya, tapi ia mengaku berumur 24 tahun meski tubuhnya terlihat mungil dan rapuh.

Matanya yang besar dinaungi bulu mata lentik dan alis yang rapi tak menyembunyikan kecantikannya, meski sebagian tertutup masker dan rambutnya terlindung rapat oleh hijab.

Berbeda dengan Devi, Wartini mengaku betah dan tetap ceria. Ia juga terlihat akrab dengan pembimbingnya dan sejumlah perempuan lainnya sesama penghuni panti.

"Saya betah di sini. Diajarkan macam-macam," kata Wartini yang berasal dari Banten. Sejak Desember 2015 ia sudah menghuni panti tersebut.

Wartini memang sudah tidak muda lagi, usianya sudah hampir menginjak kepala empat bahkan ia sudah menyandang status nenek dari tiga cucu. Tapi masih terlihat keceriaan dan sedikit manja saat diajak bercengkrama.

Devi dan Wartini adalah sebagian dari perempuan eks pekerja malam yang kini dibina Kemensos.

"Saya tidak ke mana-mana, ya di sini saja," jawabnya saat ditanya mengenai keberadaannya di panti khusus untuk rehabilitasi sosial korban perdagangan manusia (human trafficking) milik Kementerian Sosial itu.

Tapi dari pendampingnya diketahui Wartini terjaring razia saat menjalani profesi sebagai pekerja malam di kawasan Cibitung. Semua itu dilakukannya dengan alasan ekonomi karena sudah ditinggal suami.

Ada juga Nia yang berusia sekitar awal 20-an, ia baru saja masuk ke panti tersebut dan tengah menjalani tahap identifikasi dan registrasi.

Wajahnya yang ditutup masker dan tertutup rapat dengan jilbab. Pendamping perempuan menanyakan identitas Nia dan mengisi jawaban perempuan asal Karawang itu di selembar kertas.

Diketahui Nia sudah dua kali menikah dan gagal membina mahligai rumah tangga. Perempuan yang hanya sempat mengecap pendidikan Sekolah Dasar itu juga terjaring razia aparat saat berada di dunia malam.

Saat ini sekitar 30 perempuan mantan Pekerja Seks Komersial ditampung dan menjalani rehabilitasi sosial di PSKW Mulya Jaya Pasar Rebo.

Mereka terjaring razia dari berbagai wilayah di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta dan dirujuk oleh dinas sosial setempat ke PSKW.

Latih Keterampilan Di PSKW Mulya Jaya, para perempuan itu akan menjalani masa rehabilitasi selama enam bulan. Di panti, mereka diajarkan berbagai keterampilan dan diberi konseling serta motovasi.

Keterampilan mulai dari kuliner, menjahit, tata rias rambut dan wajah, serta membuat kerajinan tangan diberikan kepada para perempuan tersebut sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Hasil keterampilan mereka dipamerkan di "Emje Shop" yang masih berada di lingkungan panti. Tidak kurang setiap minggunya mereka bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,5 juta dari hasil penjualan barang-barang keterampilan tersebut.

Tentunya mereka bisa ikut latihan keterampilan setelah menjalani tahap identifikasi dan registrasi lalu asessment. Pada tahap intervensi, psikolog melakukan konseling dan tes penelusuran bakat minat kepada mereka agar mereka ditempatkan dalam keterampilan sesuai dengan kemampuannya.

"Setelah keluar dari sini saya mau buka usaha, apa jualan siomay atau lainnya," ujar Wartini yang mendalami keterampilan kuliner selama di panti.

Selain dilatih keterampilan, mereka juga menjalani terapi kelompok yang bertujuan membangun kerja sama, kekompakan, solidaritas, tanggung jawab antar-sesama mereka. Tidak lupa, mereka diberi bimbingan mental berupa ceramah agama tergantung yang diimani masing-masing. Serta diberi bimbingan mental, fisik dan disiplin.

PSKW Mulya Jaya cukup memadai bagi para wanita yang ingin kembali menata hidup mereka. Dengan berbagai keterampilan yang diberikan bisa menjadi modal untuk berusaha. Selain diberi keterampilan, Kementerian Sosial juga memberi bantuan Usaha Ekonomi Produkti (UEP) dan jadup serta biaya transportasi sampai ke kampung halaman masing-masing dengan total bantuan sebesar Rp5.050.000 per orang.

Kapasitas panti hanya mampu menampung 165 orang untuk satu tahap rehabilitasi sosial selama enam bulan, diperkirakan ribuan perempuan berhasil diantar bangkit dari dunia malam.

"Eks PSK dari mana saja bisa datang ke sini untuk direhabilitasi, semuanya ditanggung oleh Kementerian Sosial mulai dari permakanan, disiapkan konselor sampai biaya mereka pulang ke daerah masing-masing," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Pemerintah menargetkan Indonesia bebas lokalisasi pada 2019, di mana saat ini masih ada 100 titik lokalisasi dari 168 titik yang terdata belum ditutup. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Sering Dianggap Remeh, Segini Mahalnya Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan

Sering Dianggap Remeh, Segini Mahalnya Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?

Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Terkini

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

×