Jokowi: Tak Ada Ampun Aparat 'Main' Narkoba

Rabu, 16 Maret 2016 | 16:04 WIB
Jokowi: Tak Ada Ampun Aparat 'Main' Narkoba
Presiden Joko Widodo bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Sekjen OKI Iyad Amin Madani (kanan), memberikan keterangan usai penutupan KTT Luar Biasa ke-5 OKI di JCC, Jakarta, Senin (7/3/2015). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Presiden Joko Widodo‎ memerintahkan aparat dan pejabat yang terlibat dalam penyelundupan produk-produk termasuk narkoba dari luar negeri di wilayah perbatasan harus ditindak tegas. Begitu pula dengan pejabat di institusi terkait, baik itu TNI maupun Polri yang membekengi atau melindungi pelaku penyelundupan juga akan tindak.

"Tindak tegas aparat yang ikut bermain menjadi backing, tidak ada ampun. Saya juga tidak menginginkan ada kongkalikong lagi, baik dalam permasalahan dokumen, penyalahgunaan fasilitas, juga kuota impor," tegas Jokowi dalam rapat terbatas tentang penyelundupan di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Jokowi memerintahkan segera dilakukan perombakan total mengenai perizinan dan pengelolaan impor. Semua proses impor barang harus transparan dan terintegrasi dengan baik melalui sistem teknologi informasi.

"Dan saya ingin agar dilakukan reformasi total, menyeluruh dalam tata kelola izin impor. Semuanya harus terintegrasi dalam sebuah sistem IT yang baik. Demikian," ujar dia.

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan, produk selundupan tersebut mengganggu pasar di tanah air dan melemahkan daya saing produk-produk dalam negeri. Terutama daya saing produksi sejenis yang diproduksi di dalam negeri dan lebih parah hal ini mematikan industri nasional.

"Saya minta langkah konkrit herus segera dilakukan mengatasi masalah penyelundupan ini. Kepala Bakamla yang baru memiliki peran yang strategis dalam mengurangi penyelundupan ini, saya juga perintahkan peningkatan pengawasan secara terpadu dilakukan terutama di pelabuhan-pelabuhan kecil," kata dia.

Jokowi memerintahkan operasi bersama kapal-kapal patroli Badan Keamanan Laut (Bakamla), TNI-Polri ditingkatkan. Bila diperlukan patroli dilakukan dengan negara-negara tetangga untuk membasmi penyelundupan tersebut.

"Kalau mungkin perlu dengan negara tetangga lakukan patroli bersama-sama. Polri dan TNI juga meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga wilayah perbatasan agar praktek penyelundupan khususnya melalui pelabuhan kecil, jalur tikus, di wilayah perbatasan bisa kita cegah," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI