6 Hal Tak Terduga dalam Pertemuan Obama dan Raul Castro

Ruben Setiawan

Selasa, 22 Maret 2016 | 08:46 WIB
6 Hal Tak Terduga dalam Pertemuan Obama dan Raul Castro
Presiden Barack Obama dan Presiden Raul Castro. (Reuters)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, bertemu muka dengan Presiden Kuba, Raul Castro, di Havana, Kuba, Senin (21/3/2016) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Obama mendesak agar pemerintah Kuba menegakkan hak asasi manusia, sedangkan Castro meminta AS segera mencabut embargo ekonomi yang membelenggu negara tersebut selama 54 tahun.

Kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Kuba sejak Minggu (20/3/2016) menjadi sorotan dunia internasional. Obama jadi presiden AS pertama yang berkunjung ke Kuba dalam 88 tahun terakhir dengan tujuan memperbaiki hubungan bilateral.

Pertemuan yang dilanjutkan dengan konferensi pers bersama antara Obama dan Castro pun berlangsung dalam suasana penuh keakraban, sebuah pemandangan langka dan bersejarah antara dua pemimpin negara yang pernah bermusuhan di era Perang Dingin. Namun, tak jarang suasana menegang saat Castro menjawab pertanyaan wartawan asing yang hadir dalam konferensi pers tersebut.

Berikut ini beberapa poin penting, namun juga unik dan tak terduga, dalam konferensi pers antara Obama dan Castro sebagaimana dirangkum dari Reuters dan Guardian.

1. Obama mendesak, Castro mengelak



Dalam konferensi pers yang diawali dengan canda tawa tersebut, Obama memuji Castro karena bersedia berdiskusi secara terbuka. Obama menegaskan, hubungan kedua negara akan berkembang hanya jika Kuba bersedia meningkatkan kualitas penegakkan hak asasi manusia di negaranya.

"Tanpa itu, saya rasa hubungan itu akan menjadi amat tidak nyaman," kata Obama dalam konferensi pers yang disiarkan langsung oleh televisi nasional Kuba.

"Amerika berpijak pada demokrasi. Kami percaya bahwa kebebasan berpendapat dan kebebasan berkumpul serta kebebasan memeluk agama bukan saja nilai-nilai yang dimiliki Amerika, namun juga nilai universal," sambung Obama.

Menanggapi pernyataan Obama, Castro mengatakan bahwa tak ada satu negara di dunia pun yang mampu menegakkan hak asasi manusia sepenuhnya.

"Ada 61 instrumen internasional intuk mengetahui berapa banyak negara di dunia yang memathui seluruh hak asasi manusia dan hak rakyat," kata Castro.

"Negara mana yang mematuhi semuanya? Anda tahu? Saya tahu. Tidak ada. Tak satupun negara. Beberapa negara menegakkan beberapa hak asasi manusia, sebagian lainnya mematuhi hak asasi manusia yang lain," sambung Castro.

Menurutnya, argumen soal hak asasi manusia tidak bisa digunakan untuk konfrontasi politik. Castro lalu bercerita soal sistem kesehatan Kuba yang diklaimnya sudah baik, juga soal undang-undang pengupahan tenaga kerja yang sama antara lelaki dan perempuan.

2. Pertama kalinya Raul Castro menerima tanya jawab dengan wartawan.

Konferensi pers bersama dengan Obama menjadi konferensi pers pertama di mana Raul Castro bersedia menerima dan menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. Pasalnya, kebebasan media di Kuba sebelumnya amat dikendalikan oleh pemerintah.

Sejak menggantikan sang kakak, pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, yang sakit pada 2008, Raul Castro tak pernah sekalipun bertanya jawab dengan wartawan, terlebih wartawan asing. Tanya jawab tersebut pun disiarkan langsung oleh televisi nasional Kuba.

3. Raul Castro merasa terganggu dengan pertanyaan wartawan.



Raul Castro, sang mantan jenderal tentara itu pun menjawab dengan nada tinggi, saat seorang wartawan menanyakan hal yang sensitif padanya. Ia menjawab dengan keras ketika ditanyai soal keberadaan tahanan politik di Kuba.

"Katakan pada saya sekarang. Tahanan politik yang mana? Sebutkan saya sebuah nama, atau nama-nama mereka," kata Castro.

"Jika memang ada tahanan politik, mereka akan dibebaskan sebelum matahari terbenam," sambungnya.

Lansiran Huffington Post, mengutip data Cuban Observatory for Human Rights, hingga akhir tahun lalu, tercatat ada beberapa lusin tahanan politik di Kuba. Senada dengan laporan tersebut, ajudan senior Obama, Ben Rhodes, mengatakan bahwa Kuba memiliki tahanan politik dan mengatakan bahwa AS sudah memberikan daftar nama tersebut kepada Kuba. Castro mengklaim bahwa tahanan tersebut, yang sebagian terdiri atas kelompok yang berseberangan dengan pemerintah, adalah tahanan kriminal biasa.

4. Raul Castro menolak pertanyaan tambahan

Raul Castro, sang presiden berusia 84 tahun menghardik reporter yang ingin bertanya soal hak asasi manusia. Ia bersikeras hanya akan menjawab satu pertanyaan saja.

Dengan nada bergurau, Obama mencoba mendorong Castro untuk menjawab satu pertanyaan lagi. Namun, Castro bersikeras dengan keputusannya.

5. Castro desak AS cabut embargo dan kembalikan Teluk Guantanamo pada Kuba.

Raul Castro meminta Obama untuk mencabut embargo yang membelenggu Kuba selama 54 tahun. Ia juga meminta AS mengembalikan Teluk Guantanamo, yang kini dijadikan pangkalan militer serta penjara tahanan terorisme, kepada Kuba.

Obama tidak merespon permintaan Castro soal Guantanamo. Namun, ia menjanjikan bahwa embargo ekonomi atas Kuba akan dicabut.

6. Castro mengangkat tangan Obama.



Di akhir konferensi pers, Castro memegang pergelangan tangan Obama lalu mengangkatnya. Tampaknya Castro ingin membentuk lambang kemenangan dengan kedua tangan mereka.

Namun, alih-alih mengepalkan tangannya, Obama justru membiarkan tangannya terbuka. Pemandangan ini menjadi unik dan terabadikan dalam foto.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Kisah Haru Anak Kuba di Tengah Revolusi: Review How to Say Goodbye in Cuban

Kisah Haru Anak Kuba di Tengah Revolusi: Review How to Say Goodbye in Cuban

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 08:35 WIB

Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:09 WIB

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:40 WIB

Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang

Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang

News | Senin, 20 April 2026 | 13:02 WIB

Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!

Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!

News | Senin, 13 April 2026 | 11:59 WIB

Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia

Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia

Video | Senin, 30 Maret 2026 | 17:05 WIB

Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela

Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:46 WIB

Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung

Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:19 WIB

Terkini

OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar

OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:30 WIB

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Ikut Merapat ke Istana Bogor Bareng Jajaran Kabinet, Kepala BRIN: Ada Agenda Penting

Ikut Merapat ke Istana Bogor Bareng Jajaran Kabinet, Kepala BRIN: Ada Agenda Penting

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB

5 Rekomendasi Dehumidifier Terbaik untuk Atasi Ruangan Lembap, Mana Paling Worth It?

5 Rekomendasi Dehumidifier Terbaik untuk Atasi Ruangan Lembap, Mana Paling Worth It?

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:20 WIB

5 Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Solusi Kulit Bebas Jerawat

5 Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Solusi Kulit Bebas Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:32 WIB

×