Lelang Buku, Megawati "Todong" Menteri, Kepala BIN, dan Wakapolri

Siswanto, Erick Tanjung

Rabu, 23 Maret 2016 | 22:36 WIB
Lelang Buku, Megawati "Todong" Menteri, Kepala BIN, dan Wakapolri
Menko Kemaritiman Rizal Ramli dan Kepala BIN Sutiyoso di acara peluncuran buku Megawati dalam Catatan Wartawan: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Ada cerita seru saat lelang buku berjudul Megawati dalam Catatan Wartawan: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat di gedung Arsip Nasional, nomor 111, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2016) malam.

Peserta lelang buku kisah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu diikuti oleh anggota DPR juga menteri serta pengusaha.

Awalnya, Megawati membuka lelang sebesar Rp2 miliar. Ketika itu, tak ada satu pun yang berani angkat tangan.

‎Melihat tak ada yang tunjuk jari, Megawati akhirnya menunjuk satu persatu elite yang hadir.

Berdiri di atas panggung bersama wartawan-wartawan yang menulis buku, Megawati pertama-tama menunjuk Kepala BIN Sutiyoso dan mantan Kepala BIN Hendropriyono.

"Dua BIN tadi mana, ayo sumbang," kata Mega.

Karena ditunjuk, Sutiyoso dan Hendropriyono akhirnya ‎bersuara. Masing-masing menyumbangkan sebesar Rp100 juta.

Lalu, Megawati bertanya kepada menteri dari PDI Perjuangan, seperti Tjahjo Kumolo, dan memintanya untuk menyumbang.

"Saya buka Rp2 miliar, karena nggak ada yang angkat tangan, jadi kita bergotong-royong. Tjahjo Kumolo, Mendagri mana, jangan ngumpat (sembunyi). Kamu masih petugas partai lho," ujar dia.

Akhirnya Tjahjo Kumolo bicara lewat alat pengeras suara dan menyatakan akan menyumbang Rp100 juta, disusul Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga Rp100 juta, tak ketinggalan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani juga menyebut Rp100 juta. 

Mega juga meminta mantan Wakil Presiden Boediono untuk ikut menyumbang. Budiono akhirnya menyanggupi, tetapi tak menyebutkan angkanya.

"Berhubung dulu saya Menkeu dulu, dan agak pelit jadi saya akan menyumbang, namun saya tak bisa menyebutkan angkanya di sini," ucap Wakil Presiden RI era Pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono ini.

Giliran Wakapolri Komjen Budi Gunawan yang diminta Megawati untuk menyumbang.

"Ini bukan gratifikasi ibu, kami Polri bersepuluh orang menyumbang‎ Rp100 juta," kata Budi Gunawan.

Selain itu yang menyumbang adalah ‎Menteri Koperasi dan UMKM Agung Gede Ngurah Puspayoga, Dewan Pertimbangan Presiden Sudarto Danusubroto Rp50 juta, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf Rp50 juta, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi Rp25 juta, pengusaha nasional Mooryati Soedibyo dan anaknya masing-masing Rp100 juta. Lalu Subagyo Rp50 juta, Kepala Staf Presiden Teten Masduki Rp50 juta dan lainnya. Jadi total semua uang sumbangan Rp2,275 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lelang Buku Megawati Laku Rp2,2 Miliar, Ahok Tak Boleh Ikut

Lelang Buku Megawati Laku Rp2,2 Miliar, Ahok Tak Boleh Ikut

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 22:02 WIB

Sindiran Maut Butet Buat Ahok di Acara Buku Megawati

Sindiran Maut Butet Buat Ahok di Acara Buku Megawati

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 20:12 WIB

Ahok, Djarot, Megawati, Puan Ketemu di Gedung Arsip

Ahok, Djarot, Megawati, Puan Ketemu di Gedung Arsip

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 19:37 WIB

Terkini

Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:09 WIB

Viral Kakek Jepang 90 Tahun Punya Badan Berotot: Rahasianya Susah Susah Gampang

Viral Kakek Jepang 90 Tahun Punya Badan Berotot: Rahasianya Susah Susah Gampang

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:08 WIB

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:06 WIB

Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia

Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:05 WIB

Little Bee and the Bloom: Petualangan Lebah Kecil Mengenal Keajaiban Alam

Little Bee and the Bloom: Petualangan Lebah Kecil Mengenal Keajaiban Alam

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:00 WIB

Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi

Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 17:59 WIB

BRI InFrame 2026 Soroti UMKM, Inklusi Keuangan Hingga Ekonomi Pesisir

BRI InFrame 2026 Soroti UMKM, Inklusi Keuangan Hingga Ekonomi Pesisir

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 17:56 WIB

Pakar Hukum Bongkar Bahaya Tersembunyi di Balik Perpres Tata Kelola Timah Babel

Pakar Hukum Bongkar Bahaya Tersembunyi di Balik Perpres Tata Kelola Timah Babel

Video | Rabu, 23 September 2026 | 17:55 WIB

Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk

Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 17:55 WIB

Dari 'Bantuin' Jadi 'Kerjain': Bahaya Ketergantungan AI bagi Berpikir Kritis

Dari 'Bantuin' Jadi 'Kerjain': Bahaya Ketergantungan AI bagi Berpikir Kritis

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:53 WIB

×