Kasus Flu Burung di Sukabumi Meluas

Ririn Indriani

Sabtu, 26 Maret 2016 | 23:14 WIB
Kasus Flu Burung di Sukabumi Meluas
Ilustrasi flu burung

Suara.com - Data Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat kasus flu burung saat ini terus meluas yang menyebabkan ratusan unggas yang dipelihara warga mati mendadak.

"Awalnya hanya ada dua kecamatan yang dilaporkan ditemukannya kasus flu burung yakni di Kecamatan Cikidang dan Kabandungan, namun sekarang bertambah dua kecamatan lainnya yakni Kecamatan Sagaranten dan Tegalbuleud," kata Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnak Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara unggas yang mati mendadak di empat kecamatan itu positif flu burung. Pada saat musim penghujan ini kasus seperti ini kerap terjadi karena kondisi cuaca yang basah ditambah suhu dingin menyebabkan unggas mudah terserang penyakit, apalagi unggas yang dipelihara masyarakat ini biasanya dilepasliarkan di luar kandang.

Lebih lanjut, penyebaran flu burung ini bukan karena adanya lalu lintas unggas, tetapi lebih dikarenakan faktor cuaca. Adapun unggas yang mati diduga akibat flu burung ini jenis ayam dan bebek, namun belum ada laporan warga yang terjangkit virus flu burung, maka dari itu pihaknya terus memantau perkembangannya.

"Untuk kesehatan si manusia atau peternaknya yang lebih berkompeten adalah dinas kesehatan, kami hanya memantau dari sisi hewan ternaknya," tambahnya.

Winda mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mempunyai unggas agar selalu menjaga kesehatan tubuhnya dan kandangnya. Lebih lanjut ia mengatakan bila menemukan unggas yang mati mendadak, tidak dipegang dengan tangan telanjang, tetapi menggunakan sarung tangan karet.

Selain itu, saat mendekati unggas yang mati mendadak tersebut, tambah Winda, warga harus menggunakan penutup wajah seperti masker dan bangkainya tidak dibuang sembarangann seperti ke sungai apalagi sampai dikonsumsi.

"Warga harus segera melapor jika ada unggas yang mati mendadak dan bangkainya dikubur atau dibakar," imbaunya.

Sementara, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Harun Al Rasyid mengatakan dari hasil pemeriksaan pihaknya secara langsung di lokasi ditemukannya unggas yang mati mendadak tersebut, tidak ada warga yang mengalami gejala tertular flu burung. Namun, demikian pihaknya sudah menugaskan petugas untuk memantau perkembangannya di lapangan.

"Hingga saat ini belum ada laporan adanya warga yang tertular flu burung dan dari hasil pemeriksaan sementara diduga unggas yang mati mendadak tersebut akibat tetelo atau Newcastle Disaese (ND)," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Flu Burung, Ahok Mau Semua Unggas Tak Ada di Jakarta

Cegah Flu Burung, Ahok Mau Semua Unggas Tak Ada di Jakarta

News | Kamis, 24 Maret 2016 | 20:47 WIB

Antisipasi Virus Flu Burung

Antisipasi Virus Flu Burung

Foto | Kamis, 24 Maret 2016 | 12:41 WIB

Flu Burung Mengintai, Waspadai Hal-hal Berikut Ini

Flu Burung Mengintai, Waspadai Hal-hal Berikut Ini

Health | Rabu, 23 Maret 2016 | 08:48 WIB

Kasus Flu Burung H5N3 Ditemukan di Prancis

Kasus Flu Burung H5N3 Ditemukan di Prancis

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 05:02 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×