Diperintah Presiden, Menteri Yohana Cek Kasus Bayi Bon-bon

Madinah | Bagus Santosa | Suara.com

Minggu, 27 Maret 2016 | 14:55 WIB
Diperintah Presiden, Menteri Yohana Cek Kasus Bayi Bon-bon
Menteri Yohana Yambise saat mengajak tersangka berbincang di Polres Jaksel, Minggu (27/3/2016). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengunjungi Polres Jakarta Selatan guna mengecek langsung perkembangan kasus Bayi Bon-Bon, bayi yang dicekoki obat penenang untuk dibawa mengemis.

"Saya diperintahkan Presiden untuk melihat kasus ini," kata Yohana ditemui di Polres Jakarta Selatan, Minggu (27/3/2016).

‎Dikatakan Yohana, perintah ini sekaligus menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)-nya agara negara tetap hadir dalam melindungi perempuan dan anak. "Ada 87 juta anak yang harus dilindungi oleh negara," kata Yohana.

Sebelum ke Polres Jakarta Selatan, Yohana mendatangi RSPA Bambu Apus, untuk mengecek korban eksploitasi anak. Ada tiga anak yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan, yang dititipkan di sana. Menurut Yohana, kondisi anak-anak itu pun sangat memprihatinkan.

"Saya tadi pagi sudah ke RSPA Bambu Apus, sudah ketemu tiga anak, salah satunya bayi. Bayi itu kondisinya lemah. Ada juga anak, Wiwit dan Riski. Wiwit tidak sekolah, sedangkan Riski sudah satu tahun tidak (sekolah). Mereka ingin sekolah lagi. Karena itu hak anak untuk sekolah dan bermain," katanya.

‎Yahona menerangkan, Anak tidak bisa dieksploitasi atau idak bisa diberikan kekerasan baik oleh orang tua atau orang dewasa. Hal itu sudah diatur dalam UU nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

"Ini tentu melanggar hukum, sanksinya 15 tahun penjara. Karena UU-nya sudah ada, tinggal bagaimana penegakan hukumnya," kata Yohana.

Dalam kasus ini, Kementerian juga akan melakukan pendampingan kepada anak-anak yang menjadi korban. Sekaligus memberikan trauma healing sebagai perawatan kepada anak-anak tersebut.

"Karena anak adalah bagian dari pembangunan yang harus kita jaga," tutur Yohana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kekerasan pada Perempuan Masih Tinggi, Menteri Yohana Miris

Kekerasan pada Perempuan Masih Tinggi, Menteri Yohana Miris

News | Senin, 30 November 2015 | 01:17 WIB

Menteri Yohana Dorong Perempuan Kembangkan Budaya Lokal

Menteri Yohana Dorong Perempuan Kembangkan Budaya Lokal

News | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 01:18 WIB

Ditanya soal Obat Penenang, Ben Kasyafani Hanya Tertawa

Ditanya soal Obat Penenang, Ben Kasyafani Hanya Tertawa

Entertainment | Senin, 29 September 2014 | 14:12 WIB

Terkini

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:30 WIB

Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran

Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:27 WIB

Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks

Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:26 WIB

Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN

Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:16 WIB

Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang

Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03 WIB

Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi

Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:59 WIB

Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?

Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55 WIB

Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:46 WIB

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB