GYT: Sisi Keberuntungan Menjadi Jurnalis Baru

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 April 2016 | 17:32 WIB
GYT: Sisi Keberuntungan Menjadi Jurnalis Baru
Novel GYT.

Suara.com - Apa cita-citamu saat kecil di era 80-90-an? Tak banyak profesi yang terkumpul di benak kepala orangtua, bahkan Anda saat itu. Dokter, pilot, pengacara, polisi, tentara, dan pegacara menjadi impian 'maksimal' saat itu.

'Anehnya' dalam novel, Sasmito Madrim menampilkan sosok Gayatri, perempuan tukang protes sejak kecil yang bercita-cita menjadi jurnalis. Menarik, lulusan Universitas di Jawa Timur itu pun diterima di salah satu media massa tua dan besar di Jakarta. Apa yang membuat Gayatri diterima? Pasti ada kelebihan 'wow'.

Sasmito meneceritakan kisah GYT dari sisi manis menjadi wartawan. Namun dia juga menceritakan sisi sulit menjadi wartawan baru, tapi sedikit. Gayatri, menurut cerita jurnalis KBR itu adalah sosok yang sempurna. Baca saja dari halaman 5 sampai 120 'mini novelnya'.

Seharusnya bagi Sasmito, tak sulit untuk seorang jurnalis menceritakan suka dan duka mengejar berita sampai dimaki bos karena mendapatkan berita basi. Terlebih Gayatri ini bekerja di media besar yang mengutamakan sisi investigasi sebagai cara kerjanya.

Meski begitu, Sas berhasil membuat pembacanya tidak menyimpan novelnya di rak buku atau laci setelah membaca beberapa lembar. Selembar demi selembar, Sas banyak menceritakan sosok jurnalis yang tidak tergambar di televisi.

Meski saat ini di salah satu TV sudah ada program drama yang menggambarkan ritme kerja di media massa, khususnya televisi. Tapi menjadi jurnalis tidak seindah di acara itu. Bagaimana persoalan kesejahteraan? Gaji kecil dengan ritme kerja 'menggila'.

Babak yang diceritakan Sas pun membuat pembaca penasaran. Sampai pada akhirnya dia ada 1 hal yang begitu menggugah pembaca non jurnalis dalam memandang sebuah profesi.

Permasalahan uang suap atau amplop menjadi problem klasik di kalangan jurnalis. Bahkan salah satu organisasi profesi jurnalis, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mantab bersikap jurnalis tidak boleh menerima imbalan apapun dari narasumber. Haram hukumnya!

Namun bentuk 'amplop' masa kini bukan hanya uang bukan? Bisa pemberian jabatan sampai fasilitas khusus, hingga jurnalis merasa perlu memberitakan satu hal.

GYT adalah novel perdana Sas, dia menerbitkan novelnya sendiri. Mencetak dan mempromosikannya sendiri. Sosoknya kuat diturunkan ke Gayatri, yang suka membaca dari kecil. Bedanya, profesi jurnalis bukan awal kariernya.

Pesan novel itu lewat [email protected].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Erdogan Ancam Diplomat yang Berselfie dalam Persidangan Wartawan

Erdogan Ancam Diplomat yang Berselfie dalam Persidangan Wartawan

News | Senin, 28 Maret 2016 | 21:24 WIB

AJI Bandung Kecam Pembubaran Perayaan Tubuh 2016

AJI Bandung Kecam Pembubaran Perayaan Tubuh 2016

News | Senin, 28 Maret 2016 | 14:04 WIB

Lima Jurnalis Asing Ditangkap dan Dideportasi dari Poso

Lima Jurnalis Asing Ditangkap dan Dideportasi dari Poso

News | Kamis, 24 Maret 2016 | 13:20 WIB

AJI Bandung: Bandung Kota HAM Hanya Slogan

AJI Bandung: Bandung Kota HAM Hanya Slogan

Press Release | Kamis, 24 Maret 2016 | 10:13 WIB

Ini Dua Opsi untuk Memperjuangkan Nasib Para Kontributor

Ini Dua Opsi untuk Memperjuangkan Nasib Para Kontributor

Bisnis | Rabu, 23 Maret 2016 | 19:17 WIB

AJI Indonesia: 39 Persen Kontributor Tidak Punya Jaminan Sosial

AJI Indonesia: 39 Persen Kontributor Tidak Punya Jaminan Sosial

Bisnis | Rabu, 23 Maret 2016 | 15:21 WIB

Liput Kampanye Trump, Fotografer TIME Dicekik Pengawal Khusus

Liput Kampanye Trump, Fotografer TIME Dicekik Pengawal Khusus

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 02:26 WIB

AJI Terus Perjuangkan Kebebasan Pers dan Kesejahteraan Jurnalis

AJI Terus Perjuangkan Kebebasan Pers dan Kesejahteraan Jurnalis

News | Sabtu, 20 Februari 2016 | 06:53 WIB

Tantowi: Ada Upaya Internasionalisasi Papua

Tantowi: Ada Upaya Internasionalisasi Papua

News | Senin, 15 Februari 2016 | 17:44 WIB

AJI Malang Kecam Arogansi TNI AU di Peristiwa Pesawat Tucano

AJI Malang Kecam Arogansi TNI AU di Peristiwa Pesawat Tucano

News | Kamis, 11 Februari 2016 | 20:47 WIB

Terkini

Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol

Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah

Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar

Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:21 WIB

Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi

Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi

Jakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming

Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara

Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu

Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Nissan Navara PRO-4X Tampil Gagah di GIIAS 2026 dengan Mesin Turbo Diesel

Nissan Navara PRO-4X Tampil Gagah di GIIAS 2026 dengan Mesin Turbo Diesel

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:15 WIB

37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program

37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:13 WIB

×