BKKBN: Angka Pernikahan Dini di Indonesia Tinggi

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 05 April 2016 | 07:25 WIB
BKKBN: Angka Pernikahan Dini di Indonesia Tinggi
Ilustrasi pernikahan dini. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty mengungkapkan, jumlah remaja Indonesia yang sudah memiliki anak, cukup tinggi yakni 48 dari 1000 remaja.

Angka ini masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015, dalam rangka menekan angka pernikahan usia dini yakni sebesar 38 per 1000 remaja.

"Bahkan yang tertinggi di Kalimantan Barat, 108 dari 1000 remaja dilaporkan telah hamil. Ini menjadi evaluasi kami dalam menjalankan program demi menekan angka pernikahan dini dan seks di luar nikah," ujar Surya pada temu media di Jakarta, Senin (4/4/2016).

Lebih lanjut ia mengakui bahwa kampanye yang telah dilakukan BKKBN demi menekan angka pernikahan dini dan seks pranikah belum optimal sehingga jumlahnya masih relatif tinggi di beberapa daerah.

"Melalui program GenRe (Generasi Berencana) kami selalu mengimbau para remaja untuk menghindari pernikahan dini, yaitu dibawah 21 tahun untuk perempuan dan dibawah 25 tahun untuk laki-laki. Tapi kami mengakui bahwa fokus kampanye kami sebelumnya kurang menyangkut mengenai pencegahan perkawinan usia dini," tambahnya.

Oleh karena itu, BKKBN, lanjut Surya mengubah bentuk kampanye GenRe dengan melakukan rebranding pada logo dan salam GenRe.

"Jadi substansinya yang kami ubah menjadi 'Katakan Tidak pada Nikah Dini, Katakan Tidak pada Seks Pra Nikah dan Katakan Tidak pada Penyalahgunaan NAPZA! dan akan diperkenalkan kepada masyarakat utamanya para remaja melalui salam GenRe," imbuh Surya.

Program GenRe sendiri merupakan program yang dikembangkan dalam rangka membantu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, agar mampu menempuh jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Adapun yang menjadi sasaran program GenRe adalah remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah, berstatus pelajar atau mahasiswa belum menikah, keluarga dan masyarakat peduli remaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakistan Gagalkan Pernikahan Gadis 9 Tahun dengan Remaja 14 Tahun

Pakistan Gagalkan Pernikahan Gadis 9 Tahun dengan Remaja 14 Tahun

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 19:53 WIB

Pakistan Gagalkan Pernikahan Gadis 9 Tahun dengan Remaja 14 Tahun

Pakistan Gagalkan Pernikahan Gadis 9 Tahun dengan Remaja 14 Tahun

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 19:53 WIB

Ini Provinsi dengan Pernikahan Dini Tertinggi di Indonesia

Ini Provinsi dengan Pernikahan Dini Tertinggi di Indonesia

Lifestyle | Senin, 21 September 2015 | 19:53 WIB

Ini Akibatnya Jika Perempuan Menikah di Usia Muda

Ini Akibatnya Jika Perempuan Menikah di Usia Muda

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2014 | 17:41 WIB

Pernikahan Dini Sangat Berbahaya bagi Remaja Putri

Pernikahan Dini Sangat Berbahaya bagi Remaja Putri

Lifestyle | Sabtu, 11 Oktober 2014 | 01:37 WIB

Terkini

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang

Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

Promo Diskon 10% Dusit Thani untuk Seluruh Pemegang Debit Virtual BRI

Promo Diskon 10% Dusit Thani untuk Seluruh Pemegang Debit Virtual BRI

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:00 WIB

Promo BRI Terbaru, Diskon hingga 40% untuk Persiapan Kuliah di Luar Negeri

Promo BRI Terbaru, Diskon hingga 40% untuk Persiapan Kuliah di Luar Negeri

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 15:53 WIB

Kode Promo Healing di Banyan Group Khusus Nasabah BRI

Kode Promo Healing di Banyan Group Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 15:49 WIB

BYD Atto 1 Jilid 2 Generasi Terbaru Siap Mengaspal: Roda Belakang Jadi Penggerak hingga Bagasi Luas

BYD Atto 1 Jilid 2 Generasi Terbaru Siap Mengaspal: Roda Belakang Jadi Penggerak hingga Bagasi Luas

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 15:46 WIB

Serbu Promo Gantung Alfamart! Minyak Goreng dan Telur Turun Harga Besar-besaran

Serbu Promo Gantung Alfamart! Minyak Goreng dan Telur Turun Harga Besar-besaran

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:41 WIB

Persiraja Pecat Semua Pelatih Usai Kalah Tiga Laga Beruntun

Persiraja Pecat Semua Pelatih Usai Kalah Tiga Laga Beruntun

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 15:36 WIB

×