Reklamasi Bikin Orang Kaya Kian Kaya, Nelayan Miskin Kian Miskin

Siswanto, Welly Hidayat

Jum'at, 08 April 2016 | 10:59 WIB
Reklamasi Bikin Orang Kaya Kian Kaya, Nelayan Miskin Kian Miskin
Proyek reklamasi di Teluk Jakarta [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Di balik proyek reklamasi Teluk Jakarta ada aroma suap. Aroma semakin menyengat setelah bekas anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Sanusi ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari pengembang PT. Agung Podomoro Land (Tbk) terkait pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Sementara itu, para nelayan tradisional yang terkena dampak langsung proyek tersebut sekarang cuma bisa memandang ke arah area yang direklamasi. Mereka tak bisa lagi mendekat ke sana, padahal dulunya di situ banyak ikan dan udang.

Sebagian nelayan terpaksa alih profesi karena sulit mencari penghasilan. Kalau mereka mau mencari ikan dan udang di daerah yang lebih jauh, mereka berpikir ulang soal modalnya, terutama bahan bakar perahu.

Salah satu nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, Waskin (38), mengatakan saat ini sebagian nelayan tradisional yang tak melaut, beralih menjadi penjual jasa angkut bagi pekerja proyek reklamasi.

"Kami sekarang mengangkut para pekerja proyek mas, sehari bisa tiga kali balik mengantar mereka," kata Waskin kepada Suara.com, Kamis (7/4/2016).

Menurut Waskin jasa angkut sebagai pilihan paling memungkinkan saat ini. Kondisi nelayan setelah ada reklamasi makin memprihatinkan, modal melaut kurang, sementara tuntutan hidup terus bertambah.

"Kami dibayar sekali, mengantar bisa Rp100 ribu mas, bisa disatu kali sehari mengantar pekerja proyek," kata Waskin.

Waskin sampai sekarang tidak mengerti dengan pemerintah. Dulu menjanjikan untuk menyediakan kampung nelayan sebagai pengganti perairan yang sekarang jadi proyek. Tapi sampai sekarang janji tinggal janji.

"Kami mau makan apa mas, tempat mencari ikan kita sudah di urug jadi daratan mas, isi pasir semua," kata Waskin.

Waskin bercerita pada bulan Maret 2016 yang lalu, banyak sekali ikan laut yang mati. Dia yakin, ikan-ikan mati akibat limbah proyek.

"Banyak mati ikan pada ngambang mas, ranjungan (kepiting) juga kena limbah kapal pekerjaan proyek," ujar Waskin.

Dampak dari semua itu juga dirasakan pedagang ikan asin di tempat pelelangan Muara Angke. Salah satu pedagang, Anton (36), mengatakan sekarang sudah tidak menjual ikan asin semenjak ada reklamasi Teluk Jakarta.

"Sudah seminggu kami nggak jual mas, nelayan saja sudah nggak ada yang mencari," kata Anton.

Anton mengenang dulu ikan asin begitu laris. Penghasilan dari ikan asin juga bagus.

"Biasa, bisa sampai satu kwintal sehari mas ikan asin, tapi sekarang apa, sudah hampir jadi daratan semua yang banyak ikannya mas," ujar Anton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditanya Kasus Reklamasi, Kepala Bappeda: Banyak yang Sudah Tahu

Ditanya Kasus Reklamasi, Kepala Bappeda: Banyak yang Sudah Tahu

News | Kamis, 07 April 2016 | 21:49 WIB

Ini Perbincangan Terakhir Ahok dengan Sunny Tanuwidjaja

Ini Perbincangan Terakhir Ahok dengan Sunny Tanuwidjaja

News | Kamis, 07 April 2016 | 21:39 WIB

Warga Kalibata City Gembira Bos Agung Podomoro Ditangkap KPK

Warga Kalibata City Gembira Bos Agung Podomoro Ditangkap KPK

Bisnis | Jum'at, 08 April 2016 | 09:48 WIB

Terkini

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:36 WIB

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:35 WIB

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 10:29 WIB

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

×