Mobil Ratna Sarumpaet Tak Bisa Kemana-mana, Polisi Bantah Halangi

Siswanto, Welly Hidayat

Senin, 11 April 2016 | 17:58 WIB
Mobil Ratna Sarumpaet Tak Bisa Kemana-mana, Polisi Bantah Halangi

Suara.com - Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martuani membantah Provost sengaja menghalangi mobil aktivis Ratna Sarumpaet bernomor polisi B 8918 UM yang diparkir di dekat gedung VOC Galangan, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4/2016), agar Ratna tak bisa pergi kemana-mana.

"Ibu Ratna mungkin beliau datang pagi - pagi sebelum seluruh aparat datang, memang mobilnya terhalang mobil aparat. Tidak ada maksud dihalangi," kata Martuani saat ditemui di Pasar Ikan, Luar batang.

Martuani menjelaskan pagi hingga siang tadi banyak sekali mobil petugas yang diparkir di lokasi tersebut. Petugas datang ke sana untuk mengamankan jalannya penertiban pemukiman kumuh di sekitar pasar ikan. Sementara kedatangan Ratna ke sana untuk mendampingi warga yang rumahnya terkena revitalisasi.

"Sudah berada sejak pagi, mobil petugas sudah parkir dan terhalang. Kami tidak tahu itu mobilnya (Ratna) terhalang mobil petugas yang parkir," katanya.

Martuani juga membantah aparat keamanan menahan Ratna Sarumpaet. Pagi tadi memang sempat terjadi ketegangan antara warga dan petugas yang hendak mengeksekusi. Ketika itu, Ratna berada di antara warga dan dia diminta polwan untuk menjauhi lokasi. Dan Ratna pun masuk kembali ke mobilnya, hanya saja dia tidak bisa kemana-mana karena mobilnya terhalang mobil Provost.

"Tidak pernah dimasukin mobil polisi atau menghalangi tidak. Mobil beliau justru karena duluan masuk terhalang. Tidak ada yang diamankan. Tidak ada korban," ujar Martuani.

Ratna menjelaskan alasan polisi mengamankannya karena dianggap provokatif. Dia sempat akan dimasukkan ke dalam mobil tahanan, tetapi menolak.

"Saya sempat dibawa ke mobil tahanan yang hitam itu. Saya nggak mau masuk, saya bilang kenapa harus masuk? Emang mendampingi warga itu kejahatan?" kata Ratna.

Setelah itu, dia digiring untuk masuk ke mobilnya yang bernomor polisi B 8918 UM yang diparkir di gedung VOC Galangan.
"Terus akhirnya mereka nggak bisa jawab dan saya dibawa sampai sini (masuk mobil). Tadi mereka sengaja diri-diri (berdiri untuk berjaga) di situ," kata Ratna.

Ratna mengaku kecewa dengan tindakan aparat yang menghalanginya untuk mendampingi warga.

"Ini mereka harus bertanggungjawab dengan apa yang mereka buat. Bahkan besok saya bisa gugat dia habis ini, saya bisa gugat siapa yang membuat saya ketahan di sini. Tanpa ada catatan salah, Kalau saya salah harusnya kan dibikin dong surat apa kek biar jelas," ujar Ratna.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan revitalisasi kawasan Luar Batang bertujuan untuk mempercantik tersebut sekaligus mendukung destinasi wisata bahari.

Setelah direvitalisasi, di sekitar kawasan Luar Batang nanti akan dibangun turap beton untuk menahan air banjir rob.

Warga yang tinggal di kawasan hijau dan terkena revitalisasi telah ditawari rumah susun sebagai pengganti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratna Sarumpaet Bantah Dirinya Jadi Provokator di Pasar Ikan

Ratna Sarumpaet Bantah Dirinya Jadi Provokator di Pasar Ikan

News | Senin, 11 April 2016 | 15:28 WIB

Dihalangi Bantu Warga Luar Batang, Ratna Sarumpaet Ancam Gugat

Dihalangi Bantu Warga Luar Batang, Ratna Sarumpaet Ancam Gugat

News | Senin, 11 April 2016 | 13:45 WIB

Ribuan Petugas Dikerahkan Besok, Warga Luar Batang Jangan Melawan

Ribuan Petugas Dikerahkan Besok, Warga Luar Batang Jangan Melawan

News | Minggu, 10 April 2016 | 23:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×