Somalia Eksekusi Mati Jurnalis Al-Shabaab

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 12 April 2016 | 08:32 WIB
Somalia Eksekusi Mati Jurnalis Al-Shabaab
Jurnalis Al-Shabaab, Hassan Hanafi Haji dieksekusi mati pemerintah Somalia. (Reuters)

Suara.com - Pemerintah Somalia mengeksekusi mati seorang mantan pekerja media kelompok ekstrimis al-Shabaab yang dituduh terlibat pembunuhan jurnalis. Eksekusi mati jurnalis bernama Hassan Hanafi Haji oleh regu tembak tersebut dilakukan di depan umum pada Senin (11/4/2016).

Hassan Hanafi Haji merupakan jurnalis yang mengatur penyelenggaraan konferensi-konferensi pers bagi kelompok al-Qaeda yang kala itu masih menguasai ibu kota Somalia, Mogadishu. Dalam sidang yang digelar Maret lalu, Hassan mengaku membunuh seorang jurnalis di Somalia.

"Hari ini, pengadilan melaksanakan eksekusi Hassan Hanafi yang telah membunuh jurnalis," kata deputi hakim pengadilan, Senin.

Hassan, (30), yang diekstradisi dari Kenya tahun lalu atas permintaan pemerintah Somalia, dipasangi penutup kepala dan diikatkan ke sebuah tiang sebelum dieksekusi di sebuah akademi kepolisian di Mogadishu, demikian disampaikan para saksi.

Eksekusi dengan regu tembak adalah satu-satunya metode eksekusi yang dipakai di Somalia.

Haji mengaku bergabung dengan al-Shabaab pada tahun 2008 ketika dirinya bekerja sebagai jurnalis di media penyiaran lokal. Ia meminta para jurnalis Somalia untuk membuat pemberitaan berdasarkan aturan-aturan media al-Shabaab, termasuk aturan menghindari pemberitaan terkait kemunduran yang dialami kelompok tersebut.

Beberapa waktu kemudian, Haji memimpin unit media al-Shabaab, mengundang para jurnalis menghadiri konferensi pers kelompok tersebut dan memandu mereka dalam tur ke medan tempur.

Al-Shabaab bertekad memberlakukan hukum Syariah di Somalia dan kerap menyerang target-target pemerintah. Kelompok tersebut dipukul mundur dari Mogadishu oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika pada tahun 2011. Namun, kelompok tersebut masih menguasai kawasan pedesaan di Somalia bagian selatan.

Somalia adalah salah satu negara yang tidak ramah bagi pekerja media. Berdasarkan Komite Perlindungan Jurnalis, sedikitnya 18 jurnalis Somalia terbunuh tahun lalu, sementara 59 jurnalis lainnya terbunuh sejak tahun 1992. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

100 Orang Tewas setelah Bom Mobil Meledak di Mogadishu

100 Orang Tewas setelah Bom Mobil Meledak di Mogadishu

Foto | Senin, 31 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang

Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 15:22 WIB

Arus Balik Mulai Padat, Tol JogjaSolo Ruas PrambananPurwomartani Diserbu Kendaraan

Arus Balik Mulai Padat, Tol JogjaSolo Ruas PrambananPurwomartani Diserbu Kendaraan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 14:59 WIB

Melonjak Dua Kali Lipat, Kunjungan Candi Prambanan Tembus 17 Ribu Orang per Hari

Melonjak Dua Kali Lipat, Kunjungan Candi Prambanan Tembus 17 Ribu Orang per Hari

News | Senin, 23 Maret 2026 | 14:50 WIB

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Pastikan Tetap Akan Kooperatif

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Pastikan Tetap Akan Kooperatif

News | Senin, 23 Maret 2026 | 14:42 WIB

Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026

Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026

News | Senin, 23 Maret 2026 | 14:25 WIB

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:38 WIB

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:25 WIB

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:13 WIB

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB