Jet Rusia Dituding Lakukan Simulasi Serangan pada Kapal AS

Ruben Setiawan

Kamis, 14 April 2016 | 07:21 WIB
Jet Rusia Dituding Lakukan Simulasi Serangan pada Kapal AS
Jet SU-24 dan Helikopter Helix KA-27 milik Rusia melintas amat dekat dengan kapal perusak USS Donald Cook di Laut Baltik. (Reuters)

Suara.com - Dua pesawat tempur Rusia disinyalir melakukan "simulasi serangan" dekat sebuah kapal laut perusak Amerika Serikat (AS), di Laut Baltik, Selasa (12/4/2016), demikian disampaikan militer AS. Seorang pejabat militer menyebut manuver dua pesawat tempur tersebut sebagai salah satu interaksi paling agresif yang pernah dilakukan Rusia.

Kedua pesawat tersebut, Sukhoi SU-24, juga melintas dekat kapal tersebut sehari sebelumnya, amat dekat dengan permukaan, sehingga menciptakan riak di air. Pejabat militer tersebut mengatakan, pesawat tersebut melintas sebanyak 11 kali. Namun, keduanya terlihat tidak membawa persenjataan sama sekali.

Sebuah helikopter Helix Rusia KA-27 juga melintas sebanyak tujuh kali di sekitar kapal perusak USS Donald Cook, sambil mengambil foto. Kawasan Rusia yang terdekat berjarak 70 mil laut dari perairan Kaliningrad, yang terletak antara Lithuania dan Polandia.



"Mereka mencoba menghubungi mereka lewat radio namun tidak ada jawaban," kata pejabat yang enggan disebut namanya tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kapal perusak AS tersebut berada di perairan internasional.

Militer AS, pada Rabu (13/4/2016), merilis foto dan video insiden tersebut. Dalam satu foto, sebuah jet SU-24 melintas amat dekat dengan salah satu tiang kapal Donald Cook.

Insiden ini mengingatkan akan era Perang Dingin, di mana unit militer dari kedua belah pihak kerap hampir bentrok. Hal itu berujung pada sebuah kesepakatan bilateral untuk mencegah interaksi berbahaya di laut yang ditandatangani pada tahun 1972 oleh Kepala Angkatan Laut kala itu, John Warner dan Laksamana Uni Soviet Sergei Gorshkov.

Kesepakatan tersebut melarang "simulasi serangan terhadap pesawat atau kapal, melakukan manuver aerobatik di atas kapal, atau menjatuhkan benda berbahaya di dekat kapal tersebut".

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan, "Insiden ini... amat tidak konsisten dengan norma-norma profesional militer yang beroperasi di lokasi berdekatan di perairan internasional dan zona udara internasional".

Insiden ini terjadi saat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berencana meningkatkan jumlah pasukan mereka di Eropa timur sejak Perang Dingin, guna mengimbangi apa yang disebut negara-negara Baltik dan Polandia, sebagai Rusia yang agresif.

Negara-negara Baltik meliputi Estonia, Latvia, dan Lithuania yang bergabung dengan NATO dan Uni Eropa pada tahun 2004. Negara-negara tersebut meminta NATO menempatkan pasukannya di setiap kawasan mereka.

Kapal perusak AS USS Donald Cook baru saja menyelesaikan kunjungan mereka ke pelabuhan di Kota Gdynia, Polandia pada 11 April 2016 saat insiden tersebut terjadi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB