Pemerintah Tegaskan Tak Akan Minta Maaf ke Korban Pelanggaran HAM

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 18 April 2016 | 12:44 WIB
Pemerintah Tegaskan Tak Akan Minta Maaf ke Korban Pelanggaran HAM
Peserta simposium nasional tragedi 1965 sudah menempati ruangan di Hotel Aryaduta Jakarta. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Menteri Koordinator  Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tidak akan meminta maaf kepada korban pelanggaran HAM berat tragedi 1965. Termasuk pelanggaran HAM pada peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30-S). Pemerintah fokus pada penyelesaian kasus tersebut.

"Tidak pernah ada terpikir kita untuk minta maaf, mungkin warningnya akan datang penyelesaian yang mendalam terhadap peristiwa-peristiwa yg lalu yang menjadi sejarah kelam dari bangsa ini," kata Luhut usai membuka Simposium Nasional, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Pemerintah terus mempelajari terkait jumlah korban tragedi 1965. Menurut Luhut adanya simpang siur perbedaan jumlah korban.

"Tadi kan sebab akibat, meminta maaf pada siapa? Korban yang mana, ya nanti kita lihat. Kita pelajari semua," ucapnya.

"Kita berharap ini tidak terulang lagi pada waktu yang akan datang. kita dengarkan dulu hasil semua masukan-masukan nanti kita akan dirumuskan oleh tim, nanti kita lihat langkah berikutnya,"ucapnya.

Simposium Nasional dihadiri juga oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, kalangan akademisi, pegiat hak asasi manusia, korban pelanggaran HAM berat dan organisasi korban, perwakilan partai politik  serta perwakilan dari lembaga-lembaga pemerintah.

Untuk diketahui, salah satu tujuan digelarnya Simposium Nasional yakni menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah untuk menyelesaikan secara komprehensif kasus pelanggaran berat HAM dalam tragedi kemanusiaan 1965 dengan konsep pemilihan korban dan rehabilitasi korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut: Kita Harus Berdamai dengan Masa Lalu

Luhut: Kita Harus Berdamai dengan Masa Lalu

News | Senin, 18 April 2016 | 11:03 WIB

Simposium Tragedi 1965 Digelar Hari Ini

Simposium Tragedi 1965 Digelar Hari Ini

News | Senin, 18 April 2016 | 08:43 WIB

Front Pancasila Tolak Penyelenggaraan Simposium Tragedi 1965

Front Pancasila Tolak Penyelenggaraan Simposium Tragedi 1965

News | Sabtu, 16 April 2016 | 17:02 WIB

Pegiat HAM Minta Korban Bisa Bersaksi di Simposium Tragedi 1965

Pegiat HAM Minta Korban Bisa Bersaksi di Simposium Tragedi 1965

News | Jum'at, 15 April 2016 | 18:03 WIB

Simposium Tragedi 1965 Tak Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Simposium Tragedi 1965 Tak Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

News | Jum'at, 15 April 2016 | 17:37 WIB

Dibubarkan Kelompok Intoleran, YPKP Ngadu ke Komnas HAM

Dibubarkan Kelompok Intoleran, YPKP Ngadu ke Komnas HAM

News | Jum'at, 15 April 2016 | 16:08 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×