Banjir Jakarta, Sebelumnya Ahok Salahkan Rob, Sekarang Pompa

Adhitya Himawan, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 22 April 2016 | 10:53 WIB
Banjir Jakarta, Sebelumnya Ahok Salahkan Rob, Sekarang Pompa
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebelum memulai aktivitasnya di Balai Kota DKI menyempatkan terlebih dahulu menyambangi sejumlah pintu air. Hal ini dikarenakan Ahok ingin tahu penyebab sesungguhnya sejumlah wilayah di Jakarta dikepung banjir pada Kamis (21/4/2016) kemarin.

"Abis cek pompa sama pintu air di Ancol sama di Gunung Sahari," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Menurut Ahok, ada yang tidak beres sehingga sejumlah wilayah di Jakarta kemarin terendam banjir. Ahok siang ini juga akan memanggil seluruh Wali Kota dan Dinas Tata Air DKI Jakarta, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, untuk membahas masalah banjir Jakarta.

"Nanti aku mau rapat sama mereka. Nanti aku jelaskan sama mereka. Aku heran waktu kemarin ke RPTRA kenapa Pademangan tergenang, Gunug Sahari tergenang," kata Ahok.

Tergenangnya wilayah Pademangan, Jakarta Utara dan Gunung Sahari, Jakarta Pusat membuat Ahok bertanya kepada Wali Kota setempat. Kalau sebelumnya Ahok menyalahkan air laut pasang sehingga Jakarta tergenang, kali ini dikatakan Ahok karena ada pompa yang tidak berfungsi.

"Makanya aku pikir ini ada yang salah. Terus aku tanya sama Wali Kota, Wali Kota bilang air masuk, aku pikir air nggak mungkin masuk karena pengalaman kita di DKI, air pasang di DKI tertinggi itu 2,6 meter tahun lalu," kata Ahok.

Menurut Ahok walaupun air pasang, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya paling tinggi 2.6 meter, sedangkan tanggul yang berada di Waduk Pluit, Jakarta Utara tingginya 2,8 meter.

"Sekarang kita lagi bikin tanggul diatas muka laut 3,8 meter. Nah logika saya, saya lihat laporan di CCTV semua hanya 1,6-1,7, bagaimana air bisa melimpas. Dan alasanya karena kemarin dilaporkan pompa dimatikan," kata Ahok.

Selain itu Ahok juga mendapat laporan kalau ternyata pompa air di wilayah Jakarta Utara sengaja di matikan. Dengan alasan tinggi permukaan air laut sudah meluber. Ternyata ketika ia mengecek langsung alasan itu berbeda.

"Makanya tadi saya cek. Sekarang alasannya bukan, sekaarang mana air laut melimpasnya? Emang nggak masuk kok pak. Emang brp? Orang ini 2,8, ini 1,7 ya gak masuk dong. Knp mati? Katanya pompanya rusak. Oke kalau itu beda," jelas Ahok.

Ahok mengatakan dirinya sudah mendapatkan dua laporan yang berbeda terkait tergenangnya sejumlag wilayah di Jakarta, khususnya di Utara dan Pusat. 

"Kalau kamu bilang pompa rusak sama dimatikan itu beda lho. Ya udah nggak apa. Saya kumpulkan mereka nanti, saya tanya lagi tadi jalan berapa unit? Dua. Satu rusak, jadi nggak apa. Kalau jalan full, jadi semua pompa dirancang kayak jaman Belanda," katanya.

"Jadi pademangan kalau pompa Ancol bekerja baik, pademangan nggak mungkin banjir. Nggak ada cerita banjir pademangan," kata Ahok menambahkan.

Berdasarkan laporan yang diperoleh, beberapa pompa tersebut rusak karena ada mesin dinamo yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu debit air yang terlalu banyak juga berpengaruh, sehingga pompa tidak dapat berjalan dengan baik.

"Katanya karena dinamo. Bukan hanya itu, beban airnya yang dia kasih beban air terlalu banyak," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pompa Air Celup Sanyo yang Bagus, Ini 4 Pilihan untuk Sumur Dalam

Pompa Air Celup Sanyo yang Bagus, Ini 4 Pilihan untuk Sumur Dalam

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 13:04 WIB

5 Rekomendasi Pompa ASI Elektrik yang Nyaman dan Lembut, Nggak Bikin Sakit saat Pumping

5 Rekomendasi Pompa ASI Elektrik yang Nyaman dan Lembut, Nggak Bikin Sakit saat Pumping

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 11:39 WIB

7 Cara Mengatasi Air Sumur Keruh dan Berbau yang Tersedot Pompa

7 Cara Mengatasi Air Sumur Keruh dan Berbau yang Tersedot Pompa

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:24 WIB

9 Rekomendasi Pompa Pendorong Terbaik untuk Shower dan Water Heater

9 Rekomendasi Pompa Pendorong Terbaik untuk Shower dan Water Heater

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Kamar Mandi Atas Loyo? Ini Cara Mengatasi Tekanan Air Shower Kecil di Lantai Dua Rumah

Kamar Mandi Atas Loyo? Ini Cara Mengatasi Tekanan Air Shower Kecil di Lantai Dua Rumah

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:10 WIB

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Health | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Pompa Air Shimizu Buatan Mana? Ini Asal Usul Nama dan Sejarahnya

Pompa Air Shimizu Buatan Mana? Ini Asal Usul Nama dan Sejarahnya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:10 WIB

8 Rekomendasi Pompa Air Hemat Listrik untuk Rumah Tangga

8 Rekomendasi Pompa Air Hemat Listrik untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:35 WIB

Apa Kelebihan dan Kekurangan Pompa Air Lokal Dibandingkan Merek Impor?

Apa Kelebihan dan Kekurangan Pompa Air Lokal Dibandingkan Merek Impor?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 13:03 WIB

Terkini

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×