'Borok' Selandia Baru Terungkap dalam "Panama Papers"

Ruben Setiawan Suara.Com
Senin, 09 Mei 2016 | 13:57 WIB
'Borok' Selandia Baru Terungkap dalam "Panama Papers"
Kantor Mossack Fonseca di Panama City, Panama. (Reuters)

Suara.com - Selandia Baru ternyata diketahui sebagai salah satu negara favorit bagi jutawan Amerika Latin untuk menyembunyikan hartanya dengan jalan mendirikan perusahaan cangkang (shell company). Hal tersebut terungkap dalam laporan media setempat, usai menganalisa lebih dari 61.000 dokumen terkait Selandia Baru dalam "Panama Papers", dokumen rahasia yang dibocorkan dari firma hukum Panama, Mossack Fonseca.

Lansiran Reuters, mengutip hasil investigasi gabungan Radio New Zealand, TVNZ, dan jurnalis investigasi Nicky Hager, Mossack Fonseca sudah sejak tahun 2013 menjadikan Selandia Baru sebagai salah satu yurisdiksi mereka. Mossack Fonseca gencar mempromosikan negara di kawasan Pasifik selatan itu sebagai tempat yang bagus untuk berbisnis, lantaran membebaskan pajak, menjamin kerahasiaan pengusaha, serta keamanan hukum.

Disebutkan pula, kolega utama Mossack Fonseca di Selandia Baru adalah Robert Thompson, salah satu pendiri dan direktur akuntan firma Bentleys New Zealand, cabang Mossack Fonseca di Selandia Baru. Nama Thompson tercantum di lebih dari 4.500 dokumen "Panama Papers".

Ketika dikonfirmasi, Thompson mengaku firma yang ia dirikan tidak membantu orang-orang kaya menyembunyikan aset mereka secara ilegal. Ia juga mengklaim, pendirian trust di Selandia Baru tidak ditujukan untuk mengemplang pajak.

"Saya pikir asumsi bahwa seluruh trust asing di Selandia Baru digunakan untuk tujuan ilegal adalah tidak berdasar," kata Thompson kepada Radio New Zealand.

Bulan lalu, pemerintah Selandia Baru mengatakan bakal meninjau trust asing yang ada di negaranya, setelah Panama Papers menyoroti kerapuhan kerangka hukum negaranya dalam hal pembebasan pajak. Perdana Menteri Selandia Baru John Key membantah bahwa aksi pengemplangan pajak internasional marak terjadi di negaranya.

Seperti diketahui, banyak sekali nama besar yang terseret dokumen "Panama Papers". Tak hanya Perdana Menteri Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson, yang mundur setelah diketahui memiliki kekayaan di negara surga pajak, atau nama sejumlah rekan Presiden Rusia Vladimir Putin, sejumlah nama pejabat Republik Indonesia pun ikut tercantum dalam "Panama Papers", termasuk Menteri Koordinator Politik Hukum, Keamanan Luhut Pandjaitan, dan Ketua BPK Harry Azhar, serta sejumlah pengusaha kaya tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

REKOMENDASI

TERKINI